Loading...

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENANAMAN DAN PEMUPUKAN BUDIDAYA JAHE

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENANAMAN DAN PEMUPUKAN BUDIDAYA JAHE
Peningkatan daya saing produk Tanaman Obat mendesak terus dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan produk Tanaman Obat baik dalam bentuk segar maupun sebagai bahan baku industri farmasi dan jamu. Faktor-faktor lain yang menyebabkan pentingnya peningkatan daya saing produk Tanaman Obat tersebut yaitu kepedulian konsumen terhadap keamanan pangan dan aspek lingkungan serta adanya persaingan yang semakin ketat antar negara produsen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan teknologi budidaya melalui penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP) dan spesifik lokasi untuk tanaman jahe yang mencakup pemilihan/penetapan lokasi, pemilihan benih, penyemaian benih, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian OPT, pemanenan, dan pascapanen dan pengemasan. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya yang berdasar atas norma budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP) salah satu hal yang sangat penting adalah pada saat melakukan penanaman dan pemupukan. Penanaman adalah proses meletakkan benih ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan sesuai jarak tanam. Tujuannya adalah agar benih dapat tumbuh dengan baik dan seragam. Dalam melaksanakan penenaman hal- hal pokok yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Melakukan penanaman pada awal musim penghujan; 2) Penanaman dilakukan sesuai dengan jarak tanam yang sudah ditentukan dengan kedalaman tanam sekitar 15 cm; 3) Menanam benih yang telah bertunas dalam posisi rebah dan tunas menghadap ke atas; dan 4) Memadatkan tanah di sekitar benih agar tanaman kokoh. Prosedur kerja penanaman yang harus dijalankan sesuai SOP adalah sebaai berikut : 1) Lakukan penamanan pada awal musim penghujan; 2) Lakukan penanaman sesuai dengan jarak tanam yang sudah ditentukan dengan kedalaman tanam sekitar 15 cm; 3) Letakkan benih dengan hati-hati ke dalam lubang tanam dengan posisi rebah dan tunas menghadap ke atas; dan 4) Padatkan tanah sekitar benih. Setelah melakukan penanaman perlu dilakukan pemupukan adalah pemberian unsur hara berupa pupuk organik ke tanaman. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berproduksi maksimal. Hal- hal pokok yang penting dalam melakukan pemupukan yaitu : 1) Pupuk organik yang diberikan bermutu baik dengan ciri tidak berbau menyengat, remah, tidak membawa gulma dan hama penyakit; 2) Pemberian pupuk anorganik yang disarankan adalah dengan prinsip LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) yaitu urea : 600 kg/ha; SP-36 : 300 kg/ha; dan KCl : 400 kg/ha; 3) Areal tanam telah diberi pupuk dasar berupa pupuk organik kompos atau pupuk kandang dengan dosis 1 karung per 100 m2; dan 4) Pemupukan susulan pada umur 6-8 minggu dengan pupuk organik kompos sekitar 15 -20 ton/ha. Prosedur kerja yang harus dilakukan dalam melakukan pemupukan adalah sebagai berikut : 1) Gunakan pupuk organik yang bermutu baik; 2) Berikan LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) yaitu urea : 600 kg/ha; SP-36 : 300 kg/ha; dan KCl : 400 kg/ha; 3) Berikan pupuk dasar berupa pupuk organik pada saat pembuatan guludan sebanyak 1 karung per 100 m2; dan 4) Berikan pupuk susulan pada umur 6-8 minggu dengan pupuk organik kompos sekitar 15 -20 ton/ha. Dengan memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha komoditas jahe khususnya dalam hal cara penanaman dan pemupukan yang sesuai SOP akan memberikan hasil produksi yang bukan saja tinggi tapi juga memberikan jenis jahe yan berkualitas baik sehinga dapat diterima pasar baik pasar dalam negeri maupun luar negeri sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. ( Lilik Winarti, Penyuluh Ahli Muda, Pusluhtan) Sumber : Kementerian Pertanian Direktorat JeiIderal Hortikultura Direktorat Savuran Dan Tanaman Obat 2019