Produksi biji Kakao terus menurun sementara permintaan tiap tahun meningkat 3-4%/ tahun dan 70 % tanaman Kakao Indonesia telah berusia tua. Pada umumnya Pendapatan petani Kakao 15 juta per bulan. Upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan mutu Kakao terus digalakkan. Upaya ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan.Pemerintah mencanangkan gerakan peningkatan produksi dan mutu Kakao nasioanl melalui program Gernas Kakao. Gerakan ini meremajakan 70.000 ha, merehabilitasi 235.000 ha, intensifikasi pada 146.000 ha tanaman pada sentra produksi Kakao yang meliputi 9 propinsi. Sehingga diharapkan dalam kurun waktu 2010-2025 terdapat peningkatan areal perkebunan 1,5 % tahun hingga mencapai 1.354.152 ha dengan produksi 1.3 juta ton.Petani Kakao banyak yang belum mendapatkan hasil yang optimal. Rataan produktivitas dan mutu Kakao yang masih rendah. Produktivitas kakao yang dihasilkan baru mencapai kurang dari 700 kg/ha/th, produktivitas ini dianggap masih jauh dari potensi produksinya yang bisa mencapai lebih besar dari 2 ton/ha/th (Manti, dkk. 2009). Produktivitas Kakao yang rendah disebabkan oleh: (1) pemahaman petani yang rendah; (2) pemeliharaan tanaman yang kurang dilakukan; (3) bibit yang kurang baik; (4) masih jarangnya dilakukan pemangkasan; (5) pemupukan tidak tepat waktu dan jumlah; (5) serangan hama PBK'; (6) adapun hal lainnya disebabkan sebagian petani belum mengetahui inovasi fermentasi biji kakao; (7) ketidakpahaman petani kelebihan kakao fermentasi dan bukan. Inovasi teknologi Balitbangtan telah banyak dihasilkan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu biji Kakao diantaranya, yaitu: (1) varietas unggul produksi tinggi; (2) pemupukan spesifik lokasi; (3) pemangkasan; (4) pengendalian HPT; (5) inovasi fermentasi biji kakao. Perlu upaya penderasan diseminasi inovasi teknologi pertanian agar dapat secepatnya diadopsi oleh petani Kakao. Diperlukan suatu upaya terobosan agar dapat terpecahkan masalah petani sehingga produktivitas usahatani meningkat. Peningkatan produktivitas akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi disuatu wilayah. Diseminasi dilakukan dengan berbagai cara dan saluran diharapkan cepat diterima oleh pengguna. Adapun beberapa langkah dalam pengembangan Kakao adalah:• Intensifikasi kebun dengan mengelola penaung secara standard, melakukan pemangkasan, memupuk sesuai rekomendasi, dan mengendalikan organisme pengganggu;• Rehabilitasi kebun dengan menggunakan bibit unggul dengan teknik sambung samping dan sambung pucuk;• Peremajaan kebun tua/rusak dengan bibit unggul;• Perluasan areal pada lahan-lahan potensial dengan menggunakan bibit unggul;• Peningkatan upaya pengendalian hama PBK dan penyakit VSD;• Perbaikan mutu produksi sesuai dengan tuntutan pasar;• Pengembangan industri pengolahan hasil mulai dari hulu sampai hilir, sesuai dengan kebutuhan;Koordinasi berbagai pihak sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas petani. Identifikasi masalah, perumusan kebutuhan teknologi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah sentra produksi Kakao. Sehingga terdapat kebijakan yang cepat dan tepat yang dapat diambil oleh daerah. Diseminasi dilakukan dengan berbagai cara dan berbagai tingkatan untuk mendukung percepatan penggunaan inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian oleh petani sehingga tujuan program Gernas Kakao dapat dicapai. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan dalam upaya peningkatan adopsi inovasi teknologi pertanian, yaitu:1. Seluruh pemangku kepentingan dapat dilakukan focus group discussion di daerah agar dapat diketahui secara spesifik kebutuhan penerapan inovasi teknologi sehingga dapat ditentukan inovasi teknologi apa yang akan didiseninasikan.2. Dinas Pertanian, BPTP dapat bekerjasama dalam sosialisasi dan advokasi. 3. Penyebarluasan berbagai media diseminasi. Adapun materi diseminasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah di sentra produksi Kakao.4. Pelaksanaan sekolah lapang melalui demplot untuk penyampaian secara langsung diseminasi teknologi budidaya (pemupukan, pemangkasan, sanitasi, pengendalian OPT dan pasca panen Kakao. Sumber: 1. Nusyirwan, H, Roswita, R. Syafril, Zulrasdi. 2012. Kajian Percepatan Adopsi Inovasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Kakao Melalui Diseminasi Multi Channel Mendukung Gernas Kakao di Sumatera Barat. Prosiding Insinas.2. Rubiyo. Infotek Perkebunan Volume 4, Nomor 10, Desember 2012 Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh BBP2TP