Loading...

STRATEGI PENGEMBANGAN KELINCI

STRATEGI PENGEMBANGAN KELINCI
Hingga saat ini, negara kita masih belum lepas dari ketergantungan terhadap impor daging. Hal ini dikarenakan belum mampu-nya peternakan lokal menyediakan produk daging untuk memenuhi permintaan konsumen dan industri. Hal ini ditambah lagi dengan semakin terus meningkatnya dari waktu ke waktu jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi keluarga. Untuk itu pemerintah telah menetapkan pangan hewani sebagai salah satu unsur sembilan bahan pokok (sembako). Agar terpenuhinya kebutuhan daging tersebut, salah satu langkah alternatif yang bisa diambil adalah melalui ternak kelinci. Pengembangan usaha ternak kelinci merupakan satu terobosan yang efektif karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Kelinci juga punya keunggulan sebab memiliki daya adaptasi tubuh yang baik. Selain itu, dagingnya berkualitas tinggi dengan kadar lemak rendah, perkembangbiakannya cepat, hasil sampingannya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, serta pemeliharaannya cukup mudah.Agar hasil yang didapatkan lebih maksimal perlu diperhatikan beberapa hal. Selain pengetahuan dasar tentang hewan kelinci dan cara merawatnya, juga harus memahami pembuatan kandang dan perlengkapannya, pakan, bibit, tanda birahi, mengawinkan, dan penyakit kelinci. Secara rinci dapat dijelaskan :Pembuatan Kandang. Sebagai tempat perkembangbiakan, kandang kelinci harus berada pada suhu 15-20 derajat celcius (idealnya 21) dengan sirkulasi udara yang lancar dan terkena sinar matahari pagi. Ukuran kandang disesuaikan dengan skala usaha, iklim, ukuran ternak kelinci dan kemudahan dalam pengelolaan. Idealnya kandang berukuran 200 x 70 x 70 cm sudah cukup untuk menampung 12 ekor kelinci betina atau 10 ekor kelinci pejantan. Kandang harus dibersihkan setiap hari dan selalu kering untuk menghindari timbulnya penyakit. Cara pembuatan kandang kelinci di sesuaikan dengan kebutuhan, bisa menggunakan bambu, kayu dan kawat.Pakan. Kelinci harus diberikan pakan 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Pagi hari diberi makanan penguat berupa butiran pelet khusus, dan pada sore hari diberi pakan hijauan (rumput atau sayuran). Pakan yang bisa diberikan pada ternak kelinci: Makanan pokok terdiri dari macam-macam rumputan dan sayuran, diberikan dalam keadaan layu (tidak berair). Makanan penguat terdiri dari pelet khusus untuk kelinci. Rumputan yang tidak boleh diberikan untuk pakan kelinci : alang-alang, jelantir, rumput embun, dan dedaunan yang berbulu kasar. Formula pakan kelinci : Ampas tahu 40%, Dedak padi 40%, Tepung jagung 9%, Tepung gaplek 10%, Mineral premik 0.5%, Arang aktif 0.5%.Pemilihan Bibit. Sebelum memilih bibit kelinci, kita harus menentukan terlebih dahulu jenis usaha apa yang akan dijalankan. Seperti yang kita ketahui, kelinci terdiri dari beragam ras dan setiap ras memiliki ciri khas tersendiri. Ada ras kelinci penghasil wool, kulit, daging dan ras kelinci hias. Ras kelinci penghasil wool antara lain Angora, sedangkan penghasil daging : Chinchilla, Carolina. Ras kelinci penghasil fur (bulu dan kulit) : Silver, Rex. Ras kelinci penghasil daging dan kulit : Flemish Giant, New Zealand White. Ras kelinci hias : Polish, Nederland Dwarf, Lop.Setelah jenis usaha ditentukan, pilih bibit kelinci yang sesuai. Bibit kelinci dipilih seekor demi seekor dengan teliti untuk memastikan bibit kelinci tersebut bagus untuk dibudidayakan. Bibit kelinci yang berkualitas akan mampu menghasilkan banyak anakan. Pilih bibit yang masih muda dan masih produktif.Tanda Birahi. Ciri-ciri kelinci betina sudah birahi dan siap kawin diantaranya yaitu, dagu digosok–gosokkan pada bagian kandang, air kencingnya keruh, sikapnya gelisah, nafsu makan bekurang, kemaluannya bengkak dan berwarna merah tegas.Mengawinkan Kelinci. Kelinci betina sudah mencapai umur dewasa dan siap kawin dalam waktu 5 – 6 bulan. Sedangkan kelinci jantan setelah berumur 6 – 8 bulan sudah dapat digunakan sebagai pejantan. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci yaitu pada waktu pagi hari maupun sore hari, biasanya pada waktu tersebut kelinci sedang dalam keadaan subur. Cara mengawinkannya dengan memasukkan kelinci pejantan ke dalam kandang betina, tunggu sampai terjadi perkawinan 2 kali, setelah itu pejantan dikembalikan ke kandang semula.Kebuntingan bisa diketahui setelah 12-14 hari dari perkawinan dengan cara meraba perut kelinci betina. Jika terasa ada bola-bola kecil berati terjadi kebuntingan. Lamanya bunting umumnya satu bulan, ada kalanya lebih atau kurang 1–2 hari. Pada masa kebuntingan, kelinci jangan diganggu atau dipindah–pindah kandang.Kelinci yang bunting harus diberi makanan yang lebih dari biasanya. Lima hari sebelum melahirkan sediakan peti berukuran 60 x 30 x 15 cm, dan beri alas berupa rumput kering atau guntingan kertas koran. Biasanya kelahiran terjadi pada waktu malam hari dengan jumlah anak 3-10 ekor, idealnya 6 ekor sesuai dengan jumlah putting kelinci betina.Penyakit dan pengobatannya. Beberapa penyakit yang biasa menyerang kelinci yaitu: 1)Kudis. Disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, kaki, hidung, bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Pencegahannya dengan meningkatkan kebersihan kandang. Pengobatan dengan disuntik IVOMEX atau obat yang mengandung ivermextin dengan dosis 1 ml/ 20 kg berat tubuh; 2)Perut kembung. Disebabkan karena salah makan atau masuk angin. Pengobatannya menggunakan minyak adas 1 bag dan minyak kelapa 4 bag, dioleskan atau diminumkan; 3)Mencret. Disebabkan oleh makanan yang kotor dan busuk. Pencegahannya dengan menggunakan pakan buatan yang ada kandungan anti biotik alami (arang aktif). Pengobatannya dengan diberi air kaldu sesudah 30 menit, diberi trisulpa dengan dosis ½ tablet atau disuntik antibiotic; 4)Pilek. Disebabkan bakteri atau virus, kandang yang kotor dan kurang mendapat sinar matahari. Pengobatannya hidung yang penuh ingus disemprot dengan larutan antiseptik lalu diobati dengan antiobiotik; 5)Kokkidiosis. Disebabkan kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Gejalanya seperti kurang nafsu makan, badan kurus dan lemes. Pengobatannya dengan obat yang mengandung Sulfa; 6)Pasteurellosis. Disebabkan kuman Pasteurella multicida yang menyerang sistem pencernaan. Pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang. 7)Makan Bulu. Kelinci yang kekurangan gizi cenderung akan memakan bulunya sendiri dan bulu temannya. Pastikan anda selalu memberi pakan yang bergizi.Selain yang dijelaskan di atas, cara paling efektif untuk mencegah timbulnya beragam penyakit kelinci tersebut yaitu dengan merawat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kandang termasuk kebersihan sangkar, tempat minum dan tempat pakan. (Penulis Inang Sariati)Sumber : 1. http://alwib.net/cara-beternak-kelinci/2. https://www.google.co.id/search?q=strategi+pengembangan+ternak+kelinci