Loading...

Sukses Mandiri Benih Tahun 2020, Dinas Pertanian Kabupaten Ende Kembali Memberdayakan Kelompoktani Sebagai Penangkar Benih

Sukses Mandiri Benih Tahun 2020, Dinas Pertanian Kabupaten Ende Kembali Memberdayakan Kelompoktani Sebagai Penangkar Benih
Dalam rangka memenuhi kebutuhan benih unggul padi sawah di Kabupaten Ende dan Kabupaten lain di NTT, Dinas pertanian Kabupaten Ende melali UPTD perbenihan yang berkolaborasi dengan BPP Welamosa Kecamatan Wewaria memberdayakan kelompoktani binaannya dalam kegiatan perbanyakan benih unggul padi sawah di Desa Mautenda Kecamatan Wewaria lewat kelompoktani Wuamesu I sebanyak 20 ha. Kegiatan perbanyakan benih dimulai secara simbolis dengan penanaman perdana oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende dan Dandim 1602 Ende bersama Camat Wewaria di Dusun Aegana Desa Mautenda. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Mautenda, segenap anggota kelompoktani dan seluruh PPL yang bertugas di Wilayah Kerja BPP Welamosa. Varietas padi yang dibudidayakan adalah varietas ciherang label ungu untuk menghasilkan padi label biru sebagai benih sebar yang akan digunakan pada musim tanam Asep dan Okmar tahun 2021 – 2022. Camat Wewaria Paulus A. Nggarang, S. Sos dalam sapaanya mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut dan bersama BPP Welamosa berusaha untuk memberdayakan petani di desa lain untuk bisa menjadi penangkar lokal sehingga kecamatan Wewaria menjadi pusat perbenihan padi sawah untuk memenuhi kebutuhan kabupaten Ende dan bila perlu bisa memenuhi kebutuhan benih kabupaten lain di NTT karena menjadi penangkar benih pendapatan petani semakin meningkat. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Ir. Marianus Aleksander dalam arahannya mengatakan bahwa berdasarkan data produksi benih tahun 2020, kebutuhaan benih kabupaten Ende seluruhnya dipasok oleh penangkar lokal yang berada di Kecamatan Wewaria dan Maurole dan dengan kegiatan tersebut beliau meyakini bahwa tahun ini Ende kembali mandiri benih dan bisa memenuhi kebutuhan kabupaten lain di NTT. Keyakinan beliau sangat beralasan karena selain kelompoktani Wuamesu I, ada beberapa kelompok lain yang selama ini menerima program perbanyakan benih pada tahun ini melaksanakan perbanyakan benih secara swadaya mencapai 30 ha. Kepada petugas teknis dan PPL beliau berpesan agar dapat melaksanakan pendampingan secara rutin dan menerapkan paket teknologi sesuai jadwal yang telah disepakati bersama dan dari pengalaman sebelumnya beliau memberikan tantangan untuk kelompok penangkar, petugas teknis dan PPL untuk menembus produktivitas 9 ton GKP/ha. Kepada kelompok penangkar beliau berharap pada musim tanam berikut juga tetap menjadi penangkar karena secara ekonomi lebih menguntungkan sehingga pendapatan petani juga meningkat. (Felix Meko, Koordinator BPP Welamosa)