Bahan organik merupakan senyawa organik yang berasal dari mahluk hidup. Struktur bahan organic terdiri atas selulose, tannin, kutin, lignin, selulose, tannin, kutin, lignin, hemiselulose, protein, lemak, dan karbohidrat. Salah satu indokator tanah dinyatakan berkualitas adalah ketersediaan bahan organik dalam tanah. Kandungan bahan organik memberikan pengaruh terhadap penyediaan air, hara, dan menekan pengaruh buruk lainnya.Bahan organik dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia, biologi, dan fisika tanah. Bahan organik berfungsi sebagai pembenah tanah karena memiliki kemampuan dalam mengikat air, permeabilitas, dan infiltrasi. Sebagai ameliorant, bahan organik dapat berperan mengendalikan kemasaman dan keracunan AI dan Fe tanah. Sumber Bahan OrganikAdapun sumber bahan organik adalah tanaman jenis kacang-kacangan (leguminosae). Tanaman jenis ini mudah terurai dalam tanah, memperbaiki kimia tanah dan penyuplai hara. Adapun tanaman jenis non-legum memiliki kandungan lignin dan hemiselulose yang tinggi. Kegunaan tanaman non legume untuk memperbaiki sifat fisika tanah. Kotoran hewan juga dapat dikomposkan untuk dijadikan bahan organik. Sampah perkotaan dapat dijadikan bahan organik.Aplikasi Bahan OrganikTerdapat beberapa cara aplikasi bahan organik ke dalam tanah. Aplikasi dapat diberikan dalam bentuk pupuk, mulsa, ataupun biochar. Pemberian bahan organik dalam bentuk pupuk dapat dalam bentuk pupuk hijau, kompos, pupuk kandang dan pupuk hayati. Bahan organik yang dari tanaman non-legum berikan ke lahan sebagai mulsa. Tujuannya untuk konservasi tanah, air, dan menjaga kelembapan tanah. Bahan organic juga dapat diaplikasikan dalam bentuk biochar. Biomass diproses menjadi arang untuk diberikan pada tanah. Pemberian Bahan Organik pada Tebu1. Pupuk OrganikDalam prosesing gula tebu, pabrik gula menghasilkan blotong, bagas, abu ketel sebagai limbah. Limbah di kelola kembali untuk diberikan pada tanah disebabkan kandungan limbah sangat baik. Limbah blotong didiamkan beberapa waktu agar dapat terdekomposisi dengan baik. Limbah blotong yang dicampurkan abu ketel dan kotoran hewan diberikan pada barisan tebu. Kegunaan limbah blotong adalah adanya penambahan hara hingga mencapai 30-40 kg N, 120-150 Kg P2O5 dan 100-120 kg K2O dalam satu hektar. Pemberian pupuk organik dapat meninhgkatkan produktivitas tanaman tebu.2. MulsaKebiasaan petani setelah memanen tebu adalah membakar sisa-sisa panen di lahan. Petani pada umumnya menginginkan lahannya bersih sehingg mudah merawat ratoon. Namun serasah tebu dalam 1 hektar dapat mencapai 3-10 ton. Serasah tebu dapat digunakan sebagai mulsa. Tujuan pemberian serasah tebu sebagai mulsa agar dapat mempertahankan kelembapan tanah, menekan gulma, mengurangi evaporasi, erosi. Pemberian serasah secukupnya dan tidak tebal. Serasah lalu disiram larutan pupuk nitrogen agar dapat terdekomposisi dan berfungsi sebagai pupuk organik.3. BiocharBiochar merupakan biomass yang dipanaskan. Hal ini memindahkan CO2 menjadi C sehingga tidak lapuk. Fungsi biochar sebagai pembenah tanah. Pemberian biochar memperbaikai fisika, kimia, biologi tanah, mengurangi pencucian hara. Biochar tebu dihasilkan dari serasah dan ampas tebu. Pemberian biochar yang direkomendasikan adalah 10 ton/ha. Sumber: Mastur dan Budi Hariyono. 2015. Pengelolaan Bahan Organik Pada Tebu. Balittas Malang.Penyusun: Miskat Ramdhani. Penyuluh Pertanian BBP2TP