Loading...

Sumber Pangan Lokal

Sumber Pangan Lokal
Kebutuhan pangan untuk 276 juta penduduk Indonesia harus dipenuhi oleh negeri sendiri. Potensi dan sumberdaya alam yang ada di dikelola dengan bijak dan berkelanjutan, sehingga dapat terus dipergunakan untuk anak cucu kelak dikemudian hari. Makanan pokok bukan hanya beras, tetapi masih banyak lagi sumber sumber pangan di negeri ini yang sudah dikenal dari jaman nenek moyang kita dahulu. Beberapa sumber sumber pangan tersebut sebagai berikut: sagu, sorgum, sukun, miler, jewawut, dan aneka serealia lainnya, serta uwi, talas, gembili, gembolo, suweg, garut, porang dan aneka umbi lainnya. Jagung Tanaman Jagung memiliki adaptasi yang luas dan dapat tumbuh hampir di semua daerah. Jagung masih menjadi makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Flores, Madura, Sulawesi Tengah, dan Sumba. Biasanya, jagung tua dipipil untuk kemudian diolah menjadi nasi jagung sebagai pengganti beras. Jagung jenis pulut banyak dikonsumsi oleh penduduk di Sulawesi Selatan. Jagung mengandung asam folat yang sangat berguna untuk tubuh. Selain itu, kandungan serat jagung juga sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi ketimbang beras yang kebanyakan merupakan rafinasi karena kulit arinya telah dibuang. Ubikayu Ubikayu atau singkong merupakan tanaman sub tropis dan tropis penghasil karbohidrat yang memiliki adaptasi luas, tanaman ini hampir ada di setiap daerah dan biasanya diusahakan di lahan-lahan kering dan sub-optimal. Umumnya, ubikayu atau singkong dimanfaatkan untuk tepung tapioka, tepung gaplek, bahan baku etanol dan bahan pangan lainnya. Meski tren mengonsumsi singkong kembali naik daun, kebanyakan orang menikmati singkong sebagai camilan. Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, bahkan dijadikan tepung, antara lain tepung mokaf dan tapioka. Singkong memiliki kandungan energi yang cukup tinggi sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok. Di samping itu, indeks glikemiks (ig) singkong termasuk rendah sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Pati singkong juga tak mengandung gluten sehingga cocok dikonsumsi penderita autis. Ubi jalar Umbi yang satu ini memiliki nilai gizi yang tinggi, kaya vitamin, dan mineral. Pangan ini relatif tahan lama dan jika disimpan lebih lama, rasanya akan semakin manis. Kandungan karbohidrat ubi jalar amat tinggi. Selain itu, juga terdapat kandungan beta karoten, vitamin A, C, dan B6 sehingga baik dikonsumsi penderita diabetes dan maag. Di Papua, makanan ini menjadi bahan pangan pokok. Umbi ubijalar juga telah dikembangkan menjadi tepung dan diolah menjadi berbagai produk olahan. Sagu Sagu biasanya tumbuh dengan sendirinya di hutan/rawa dan jarang dipelihara atau dibudidayakan. Banyak ditemui di Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimatan Barat, Mentawai, Kepulauan Riau-Lingga, dan Sumatera, pangan ini diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu. Saat ini, sekitar 30 persen masyarakat Maluku dan Papua masih menggunakan sagu sebagai makanan pokok sebagai makanan sehari-harinya, 50 persen menggunakan menu sagu dan umbi-umbian, sedangkan sisanya sudah beralih ke beras. Di samping sebagai makanan pokok seperti papeda, kapurung, sinonggi, sagu juga dapat diolah menjadi berbagai produk olahan yang menarik baik basah maupun kering. Sorgum Sorgum merupakan tanaman sumber karbohidrat penting, tanaman ini sangat sesuai untuk diusahakan di lahan kering iklim kering karena sangat toleran terhadap kekeringan. Di samping sebagai bahan pangan potensial, sorgum juga berperan sebagai bahan baku pakan, gula cair dan bioenergi. Sebagian masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan beberapa daerah lainnya masih menggunakan sorgum sebagai bahan makanan pokok. Sorgum memiliki nilai gizi setara dengan jagung, hanya kandungan taninnya relatif tinggi dan biji susah dikupas, namun hal ini dapat diatasi dengan alat penyosoh yang sesuai. Sukun Tanaman Sukun tumbuh baik pada lahan kering, bahkan marjinal, dan dapat dipanen setiap saat karena tidak terlalu mengenal musim. Hanya populasi tanaman dan daerah penyebaran tanaman sukun relatif terbatas. Tanaman ini masih gampang ditemukan dan dikenal oleh masyarakat. Pangan yang kaya karbohidrat dan protein ini punya kalori rendah dan sangat mengenyangkan sampai-sampai ada yang menyebutnya buah roti. Sukun mengandung asam aminso esensial yang tak diproduksi tubuh manusia. Apabila sudah dibuat dalam bentuk tepung, nilai gizinya setara dengan beras. Talas Tanaman ini sangat familiar di Jawa. Pangan ini merupakan sumber karbohidrat yang kaya nutrisi dan mudah dicerna. Tanaman ini mudah tumbuh di tempat berair sehingga dapat ditanam di pinggir selokan, pinggir empang, pematang sawah, atau pinggir kali. Gembili Sekilas, bentuknya mirip dengan ubi rambat dan rasanya lebih manis daripada ubi madu. Pangan ini pernah populer di Gunung Kidul karena mudah ditemukan di sana. Umbi gembili saat dikukus atau direbus, rasanya sangat gurih, empuk, dan enak. Umbinya tahan disimpan cukup lama, bisa sampai 3 bulan di tempat terbuka. Gembili tidak beracun seperti gadung dan tak gatal seperti talas. Kentang Penyebaran tanaman kentang memang agak terbatas, terutama diusahakan di dataran tinggi, walaupun telah tersedia varietas unggul yang diusahakan di dataran medium seperti varietas Atlantik. Kentang dapat diolah menjadi banyak jenis makanan, seperti donat, kroket, atau perkedel. Bahkan, cukup direbus pun kentang dapat menjadi salah satu pengganti nasi yang baik. Tambahan lagi, makanan ini merupakan sumber karbohidrat yang tinggi. Kandungan pati yang dimilikinya membuat Anda merasa kenyang serta menjadi sumber tenaga. Tak heran, sebagian orang dapat menahan lapar hingga siang setelah sarapan hanya dengan kentang. Ganyong Tanaman yang banyak dijumpai di Jawa Tengah ini memiliki rasa dan tekstur serupa ubi jalar. Di Indonesia, dikenal dua varietas yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong cukup potensial sebagai sumber karbohidrat. Umbinya yang dewasa dapat diolah terlebih dahulu dengan diambil patinya, sementara umbinya yang muda dapat dikonsumsi dengan cara dibakar atau direbus. Labu kuning Tanaman ini memiliki kandungan beta karoten dan serat kasar yang tinggi. Tepungnya memiliki aroma khas dan dapat diolah jadi berbagai macam makanan. Malahan, dari kandungan gizi, tepung labu kuning memiliki keunggulan daripada tepung terigu dan tepung beras. Tepung ini sangat baik untuk meningkatkan nilai gizi terlebih pada anak-anak. Pangan lokal menjadi ketahanan pangan untuk penduduk Indonesia, pada saat ini, nanti dan kemudian hari. Daftar Pustaka 1. Suyanto dan P.E.R Prahardini 2016. Prospek Sumber Bahan Pangan Lokal Mendukung Penganekaragaman Pangan, Badan Litbang PertanIan, Kementerian Pertanian. 2. https://www.liputan6.com/citizen6/read/3226866/tak-hanya-beras-ini-10-pangan-pokok-lokal-berkarbohidrat-tinggi