Loading...

TAJARWO SUPER

TAJARWO SUPER
TAJARWO SUPER I. PENDAHULUAN Tajarwo Super adalah suatu inovasi cara tanam padi Jajar legowo 2:1 yang dikombinasi dengan beberapa teknis budidaya padi unggulan seperti penggunaan varietas unggul baru yang mempunyai potensi hasil tinggi, penggunaan biodekomposer, aplikasi pupuk hayati pada benih dan pupuk berimbang , pengendalian OPT dengan pestisida hayati serta tanam dan panen dengan penggunaan alsintan. Hasil uji lapangan di Indramayu oleh Balai Besar Padi dengan penerapan Jarwo Super menunjukkan hasil padi varietas Inpari 30 Ciherang Sub I sebanyak 13,9 ton/ha, Inpari 32 HBD 14,4 ton/ha, Inpari 33 menghasilkan 12 ton/ha, sehingga rata-rata menghasilkan 13,6 ton/ha ( Yul,2016 ). II. TEKNIK APLIKASI TAJARWO SUPER Tajarwo Super merupakan pengembangan dari teknologi jajar legowo type 2 : 1 yang dikombinasikan dengan beberapa teknologi yang di implementasikan dalam budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk mendapatkan produksi yang setinggi mungkin sesuai potensi produksi dari masing-masing varietas unggul padi.Beberapa teknologi yang diimplementasikan dalam budidaya cara Tajarwo Super adalah :1. Penggunaan Varietas Unggul Baru ( VUB ) dengan potensi hasil tinggi. Pemilihan varietas unggul Baru harus disesuaikan dengan agroekosistem setempat, pada daerah dengan biofisik yang selalu terendam air, gunakan varietas yang toleran terhadap rendaman,. Begitu pula untuk daerah yang kering, sebaiknya menggunakan varietas yang toleran kekeringan, daerah endemik wereng batang coklat ( WBC ) gunakan varietas toleran WBC dan daerah endemis penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) gunakan varietas toleran HDB. Beberapa VUB yang memiliki potensi produksi tinggi ( 8 – 10 ton / ha ) dan berumur genjah diantaranya Inpari 30 Ciherang Sub I, Inpari 31, Inpari HDB, Inpari 33, Inpari 36 dan Inpari 37.2. Penggunaan Biodecomposer sebelum pengolahan tanah. Fungsi biodekomposer adalah untuk mempercepat perombakan jerami menjadi bahan organik tanah, meningkatkan ketersediaan hara NPK, mengefisienkan pemupukan dan dapat menekan perkembangan penyakit tular tanah.Jenis biodekomposer yang digunakan adalah M-Dec dengan dosis 4 bungkus ( 2 kg/ ha ) dilarutkan dengan 400 liter air bersih kemudian disemprotkan atau disiram merata pada jerami, kemudian lahan digenangi dan tanah dibiarkan dalam keadaan lembab minimal selama 7 hari.3. Penggunaan pupuk hayati pada benih sebelum semai dan pemupukan berimbang berdasarkan status hara tanah dengan Perangkat Uji Tanah Sawah ( PUTS ). Jenis pupuk hayati yang digunakan adalah pupuk hayati Agrimeth. Pupuk tersebut berbasis mikroba, sehingga mampu meningkatkan efisiensi pemupukan anorganik dan menambah kesuburan serta kesehatan tanah.Aplikasi Agrimeth caranya sebelum benih disemai dengan dosis 500 gram / ha atau 500 gram tiap 25 kg benih. Waktu pencampuran antara benih dengan Agrimeth dilakukan maksimal 3 jam sebelum benih disemai, kemudian sisa pupuk hayati disebarkan dilahan persemaian. Waktu aplikasinya pagi hari pukul 7-8 atau sore hari pukul 15-17.Sebelum aplikasi pemupukan sebaiknya dilakukan pengukuran kadar hara tanah dengan PUTS ( Perangkat Uji Tanah Sawah ) agar pemupukan berimbang dapat diterapkan. Untuk mendapatkan produktivitas hingga 10 ton/ hektar GKG, tanaman dipupuk dengan dosis Urea 250 kg / ha, NPK Phonska 300 kg/ha dan pupuk kandang 2 ton/ ha.4. Pengendalian OPT dengan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang dibuat dari ekstrak tumbuhan. Jenis pestiisida nabati yang direkomendasikan adalah yang mengandung bahan aktif senyawa eugenol, sitronelol dan geraniol. Penggunaan pestisida anorganik dilakukan jika berdasarkan hasil pengamatan tingkat serangan OPT melebihi ambang kendali.Misalnya jika menggunakan Bioprotector, salah satu produk pestisida nabati produk Balitbang Pertanian dilakukan sekitar 1 MST ( minggu setelah tanam ). Selanjutnya diulang 2 kali dengan selang waktu 7 – 10 hari kemudian. Aplikasi terakhir dilakukan 1 – 2 kali saat tanaman padi sudah memasuki fase pengisian gabah.5. Penggunaan alsintan saat tanam dan panen ( transplanter dan combine harvester ). Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu 90 – 95 % bulir telah menguning. III. Alternatif Pilihan Varietas Unggul Baru Padi Produk Badan Litbang Tahun 2012 - 20151. VUB Padi Tahan Wereng Batang Coklat (WBC).No Nama Varietas Padi Umur Rerata Hasil ( ton/ha) Keterangan1 Inpari 22 118 HST 5,8 Agak tahan WBC biotipe 1,2,3,Tahan HDB, Tahan Blas ras 033 dan 133.2 Inpari 23 113 HST 6,9 Baik ditanam disawah dataran rendah 0-600m dpl, tahan WBC biotipe 1 agak 3 tahan biotipe 2 , 3, tahan HDB.3 Inpari 31 119 HSS 6,0 Tahan WBC biotipe 1,2,3, tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV & VIII, tahan thd blas ras 033, agak tahan blas ras 133, tahan tungro ras Lanrang. 4 Inpari 32 HDB 120 HSS 6,3 Agak tahan WBC bioptipe 1,2,3, tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV & VIII, tahan blast ras 033, agak tahan blas ras 073, agak tahan tungro ras Lanrang. 5 Inpari 33 107 HSS 6,6 Tahan WBC biotipe 1,2,3, Agak tahan HDB patotipe III,VIII, agak tahan blas ras 033,tahan blas ras 073. 6 Hipa 18 113 HSS 7,8 Agak tahan WBC biotipe 1, Agak tahan HDB patoripe III & VIII, agak tahan blas ras 073,173 & 133. 7 Hioa 19 111 HSS 7,8 Agak tahan WBC biotipe 1,2,3,tahan blas ras 033, agak tahan blas ras 073,133,173. 2. VUB Padi Tahan Hawar Daun Bakteri ( HDB).No Nama Varietas Padi Umur Rerata Hasil ( ton/ha) Keterangan1 Inpari 22 118 HST 5,8 Agak tahan WBC biotipe 1,2,3,Tahan HDB, Tahan Blas ras 033 dan 133.2 Inpari 23 113 HST 6,9 Baik ditanam disawah dataran rendah 0-600m dpl, tahan WBC biotipe 1 agak tahan biotipe 2 , 3, tahan HDB.3 Inpari 24 111 HST 6,7 Beras merah, baik ditanam disawah dataran rendah 0-600 mdpl, Tahan HDB strain III.4 Inpari 25 115 HST 7,0 Ketan merah, baik ditanam disawah dataran rendah 0-600 mdpl, tahan HDB strain III.5 Inpari 26 124 HST 5,7 Cocok ditanam diekosistem lahan sawah dataran tinggi s/d 900 m dpl, tahan HDB strain III.tahan blas 033.6 Inpari 27 125 HST 5,7 Cocok ditanam diekosistem lahan sawah dataran tinggi s/d 900 m dpl, tahan HDB strain III7 Inpari 28 Kerinci 120 HST 6,6 Cocok ditanam diekosistem lahan sawah dataran tinggi s/d 1100 m dpl, tahan HDB strain III8 Inpari 31 119 HSS 6,0 Tahan WBC biotipe 1,2,3, tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV & VIII, tahan thd blas ras 033, agak tahan blas ras 133, tahan tungro ras Lanrang. 9 Inpari 32 HDB 120 HSS 6,3 Agak tahan WBC bioptipe 1,2,3, tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV & VIII, tahan blast ras 033, agak tahan blas ras 073, agak tahan tungro ras Lanrang.10 Inpari 33 107 HSS 6,6 Tahan WBC biotipe 1,2,3, Agak tahan HDB patotipe III,VIII, agak tahan blas ras 033,tahan blas ras 073.11 Hipa 18 113 HSS 7,8 Agak tahan WBC biotipe 1, Agak tahan HDB patoripe III & VIII, agak tahan blas ras 073,173 & 133.12 Inpari 34-Salin Agrita 102 HST 5,1 Toleran salin12 dSm-1 pada fase bibit, agak tahan WBC biotipe 1, Agak tahan HDB III, tahan blas ras 033, 173, cocok ditanam pd lahan sawah dataran rendah hingga 500 mdpl.13 Inpari 35-Salin Agritan 106 HST 5,23 Toleran salin12 dSm-1 pada fase bibit, tahan blas ras 033, Agak tahan HDB III cocok ditanam pd lahan sawah.14 Inpari Unsoed-79 Agritan 109 HST 4,87 Toleran salin12 dSm-1 pada fase bibit, tahan blas ras 033, Agak tahan HDB III cocok ditanam pd lahan sawah.15 Inpara 8 Agritan 115 HST 4,74 Toleran keracunan Fe,Tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB IV & VIII, agak tahan blas ras 133, cocok ditanam pd lahan rawa pasang surut, lebak dangkal dan tengahan.16 Inpara 9 Agritan 114 HST 4,2 Toleran keracunan Fe,Tahan HDB patotipe III, tahan tungro strain garut & Purwakarta, cocok ditanam pd lahan rawa pasang surut, lebak dangkal dan tengahan.17 Inpari 38 Tadah Hujan Agritan115 HST 5,71 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, agak tahan blas 033,133 dan 173, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.18 Inpari 39 Tadah Hujan Agritan115 HST 5,89 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, 033,133 dan 173, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.19 Inpari 40 Tadah Hujan Agritan116 HST 5,79 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.20 Inpari 41 Tadah Hujan Agritan114 HST 5,57 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073& 033,agak tahan blas 133 dan 173, agak peka kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.21 Inpago 11 Agritan 111 4,1 Tahan penyakit blas ras 033, agak tahan penyakit blas ras 073 & 133, tahan HDBstrain II,VIII, moderat thd kekeringan pd fase vegetatif & peka keracunan Al pd tingkat 60 ppm A13+ 3. VUB Padi Tahan BlastNo Nama Varietas Padi Umur Rerata Hasil ( ton/ha) Keterangan1 Inpari 22 118 HST 5,8 Agak tahan WBC biotipe 1,2,3,Tahan HDB, Tahan Blas ras 033 dan 133.2 Inpara 7 114 4,5 Baik ditanam dilahan rawa pasang surutdan lebak. Agak toleran thd keracunan Fe & Al, tahan blas ras 033 & 173.3 Inpari 31 119 HSS 6,0 Tahan WBC biotipe 1,2,3, tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV & VIII, tahan thd blas ras 033, agak tahan blas ras 133, tahan tungro ras Lanrang.4 Inpari 32 HDB 120 HSS 6,3 Agak tahan WBC bioptipe 1,2,3, tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV & VIII, tahan blast ras 033, agak tahan blas ras 073, agak tahan ungro ras Lanrang.5 Inpari 33 107 HSS 6,6 Tahan WBC biotipe 1,2,3, Agak tahan HDB patotipe III,VIII, agak tahan blas ras 033,tahan blas ras 073.6 Hipa 18 113 HSS 7,8 Agak tahan WBC biotipe 1, Agak tahan HDB patoripe III & VIII, agak tahan blas ras 073,173 & 133.7 Hipa 19 111 HSS 7,8 Agak tahan WBC biotipe 1,2,3,tahan blas ras 033, agak tahan blas ras 073,133,173.8 Inpari 34-Salin Agritan 102 5,1 Toleran salin12 dSm-1 pada fase bibit, agak tahan WBC biotipe 1, Agak tahan HDB III, tahan blas ras 033, 173, cocok ditanam pd lahan sawah dataran rendah hingga 500 mdpl.9 Inpari 35-Salin Agritaan 106 HST 5,23 Toleran salin12 dSm-1 pada fase bibit, tahan blas ras 033, Agak tahan HDB III cocok ditanam pd lahan sawah.10 Inpari Unsoed-79 Agritan 109 HST 4,87 Toleran salin12 dSm-1 pada fase bibit, tahan blas ras 033, Agak tahan HDB III cocok ditanam pd lahan sawah.11 Inpara 8 Agritan 115 HST 4,74 Toleran keracunan Fe,Tahan HDB patotipe III, agak tahan HDB IV & VIII, agak tahan blas ras 133, cocok ditanam pd lahan rawa pasang surut, lebak dangkal dan tengahan.12 Inpari 38 Tadah Hujan Agritan 115 HST 5,71 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, agak tahan blas 033,133 dan 173, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.13 Inpari 39 Tadah Hujan Agritan 115 HST 5,89 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, 033,133 dan 173, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.14 Inpari 40 Tadah Hujan Agritan 116 HST 5,79 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.15 Inpari 41 Tadah Hujan Agritan 114 HST 5,57 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073& 033,agak tahan blas 133 dan 173, agak peka kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.16 Inpago 11 Agritan 111 4,1 Tahan penyakit blas ras 033, agak tahan penyakit blas ras 073 & 133, tahan HDBstrain II,VIII, moderat thd kekeringan pd fase vegetatif & peka keracunan Al pd tingkat 60 ppm A13+ 4. VUB Padi Tahan KekeringaNo Nama Varietas Padi Umur Rerata Hasil( ton/ha) Keterangan1 Inpago 9 109 5,2 Lahan subur di Jawa dan PMK Lampung. Agak toleran kekeringan dan keracunan Al pd tingkat 60 pp Al 3.2 Inpari 40 Tadah Hujan Agritan 116 HST 5,79 Agak tahan HDB strain III, tahan blas 073, agak tahan kekeringan serta cocok ditanam didaerah ekosistem sawah irigasi & dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 mdpl.3 Inpago 11 Agritan 111 4,1 Tahan penyakit blas ras 033, agak tahan penyakit blas ras 073 & 133, tahan HDBstrain II,VIII, moderat thd kekeringan pd fase vegetatif & peka keracunan Al pd tingkat 60 ppm A13+DAFTAR PUSTAKAJulistia Bobihoe, 2010.Pembuatan Kompos Jerami dengan Menggunakan Dekomposer (M-Dec).Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi.Yul, 2016. Jarwo Super, Lebih Super Kerek Produksi. Buletin Sinar Tani Edisi 14 – 20 September 2016 No. 3670 Tahun XLVII.