Tambak Udang Windu plus Bandeng, Lebih Untung dan Ramah Lingkungan
Sebelum tebar benih Udang Windu dan Bandeng lebih dahulu melakukan persipan tambak selama kurang lebih 30 hari. Persiapan tambak yang dilakukan meliputi pengeringan, perbaikan pematang dari bocoran, pengangkatan lumpur terutama dari sudut tambak, pemberantasan hama dan pemupukan dasar tambak. Untuk memberantas hama ikan-ikan liar, menggunakan pestisida organik berupa biji teh (saponin). Agar makanan alami dapat tumbuh subur digunakan pupuk organik secukupnya. Jika semua kegiatan persiapan kita sudah jalani dengan sempurna maka dilakukan pemasukan air pada saat air pasang laut sedang naik. Cara memasukkan air dari saluran ke petakan tambak menggunakan saringan berlapis agar benih hama tidak ikut lolos masuk ke dalam tambak. Bertambak udang windu memerlukan ketelitian dan kedisiplinan yang ketat. Sebab sedikit saja lalai dalam persiapan maka dapat berakibat fatal pada saat proses budidaya. Manajemen budidaya udang windu diibaratkan pesawat terbang. Sebelum lepas landas dipastikan semua kompenen pesawat harus terkontrol dengan baik. Demikian juga dengan mengelola tambak udang. Kunci keberhasilan bertambak Udang Windu dan Bandeng ada pada persiapan dalam menumbuhkan makanan alami. Banyak jenis makanan alami yang bisa tersedia dalam tambak, namun ada cara sendiri untuk menumbuhkannya. Jenis makanan alami yang diperlukan di tambak disesuaikan dengan umur dan perkembangan udang. Jika udang masih kecil maka jenis makanan alami yang ditumbuhkan adalah zooplankton atau hewan-hewan halus. Berbeda jika udang sudah masuk umur 25 hari ke atas memerlukan makanan alami yang sesuai dengan bukaan mulut udang seperti Phronima sp dan cacing sutera.Meski demikian , pertumbuhan plankton tetap dibutuhkan untuk menjaga netralitas air tambak. Plankton yang baik untuk pertumbuhan udang windu adalah jenis skletonema dan diatomae ditandai dengan warna air tambak coklat kehijauan. Jika makanan alami sudah menipis sementara udang windu belum mencapai ukuran yang diinginkan, maka petambak biasanya menggunakan ikan rucah. Jenis ikan rucah seperti mujair sebelum diberikan pada udang di tambak lebih dahulu dimasak atau direbus. Ikan mujair lebih baik kita masak dulu agar telur mujair tidak menetas di tambak. Setelah dipelihara sekitar 90 hari bisa panen udang windu dan ikan bandeng.