Loading...

Tanam Cabai Yuks

Tanam Cabai Yuks
Lahan untuk budidaya cabe sebaiknya adalah lahan yang steril. Yakni lahan yang belum pernah ditanami cabe sebelumnya atau setidaknya tidak ditanami cabe minimal selama 6 bulan. Cabe juga tidak baik ditanam pada lahan yang berdekatan dengan lahan cabe yang ditanam lebih dulu. PENYIAPAN BENIH DAN PEMBIBITAN Benih direndam terlebih dahulu dengan air, biji yang terapung dibuang, dan yang tenggelam dapat disemai. Biji yang terpilih sebelum disemai direndam dalam larutan hipoklorit 10% selama 10 menit. Perendaman ini untuk menghilangkan penyakit yang menempel pada biji, juga untuk mempercepat perkecambahan benih. Media persemaian berupa campuran tanah dan pupuk kandang ( 1 : 1 ) dan furadan 1 kg/10 m2 . Setelah benih disebar lalu ditutup dengan tanah, temperature yang baik untuk perkecambahan 24 – 28 0C. Setelah 5 – 6 hari biji berkecambah bibit dipindahkan ke poybag yang telah disiapkan. Tujuannya untuk meningkatkan daya adaptasi tumbuh bibit pada saat dipindah kelapangan. Tempat persemaian bibit diberi naungan atap plastic atau atap daun palem/ kelapa/ alang – alang dan disususn rapi dalam posisi menghadap ke timur. Media tanam dalam polybag merupakan campuran antara tanah gembur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Selama persemaian dilakukan kegiatan rutin yaitu penyiraman 1 – 2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 – 15 hari. PENGOLAHAN TANAH Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna (2 kali bajak dan 1 kali sisir). Hal ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan porositas tanah, sehingga peredaran udara dan air menjadi optimal. Setelah tanah di olah, dibuatkan bedengan dengan lebar 1,1 – 1,2 m dan tinggi bedengan 20 – 30 cm. Jarak antar bedengan 40 – 50 cm. Setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 1 – 1,5 kg dan untuk tanah yang pHnya rendah (tanah masam) sebaiknya diberikan pengapuran sebanyak 100 – 125 g/lubang tanam. PENANAMAN Untuk memudahkan pemeliharaan, dianjurkan menggunakan mulsa plastic hitam perak (MPHP). Sehari sebelum tanam, bedengan yang telah ditutup MPHP dibuatkan lubang tanam terlebih dahulu, dengan jarak tanam 50 – 60 x 70 cm. Pembuatan lubang (diameter 6 – 8 cm) terse but dapat dilakukan dengan alat bantu berupa pipa besi diisi arang. Umur bibit yang baik untuk dipindahkan ke lapangan adalah 17 – 23 hari setelah semai. PEMUPUKAN Pupuk yang sukar larut atau yang lambat diserap tanaman tersedia seperti pupuk yang mengandung unsure P (Phosfor), umunya diberikan sebelum tanam atau bersamaan tanam. Sedangkan pupuk buatan lainnya diberikan secara bertahap (Urea, ZA, dan KCL). Dosis anjuran pupuk adalah Urea 150 kg/ha, ZA 50 kg/ha, SP – 36 150 kg/ha, dan KCL 200 kg/ha. SP – 36 diberikan sekaligus sebelum tanam (2 – 3 hari sebelum tanam) atau saat penanaman sebagai pupuk dasar , sedangkan pupuk organic lainnya diberikan secara berkala/ bertahap yakni pada umur tanaman 10 hari, 40 hari dan 70 hari setelah tanam dengan dosis 1/3 bagian setiap tahapan pemberian. Pemberian pupuk dapat dilakukan secara tugal maupun larikan. PENYIRAMAN Pada fase awal, penyiraman dilakukan rutin setiap hari terutama dimusim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, penyiraman berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 – 4 hari sekali atau jika tidak mungkin dileb, dapat digunakan tehnik kocoran melalui selang yang di alirkan di antara 4 tanaman. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah – tengah bedengan. S PEMASANGAN AJIR/ TURUS Ajir atau turus dipasang dengan tujuan untuk menopang tanaman sewaktu berbuah llebat. Ajir dibuat melalui bilah bambu setinggi 125 cm, lebar 4 cm dan tebal 2 cm. ajir ditancapkan tegak tiap 3 tanaman secara berjajar. Dari ajir ke ajir dihubungkan dengan bilah bamboo memanjang pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Pemasangan ajir dilakukan pada saat umur tanaman 1 bulan setelah pindah tanam. PEREMPELAN Perempelan (pembuangan) tunas sampng perlu dilakukan karena pertumbuhan tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan. Perempelan tunas samping dilakukan pada saat cabai berumur 7 – 20 hari. Perempelan dilakukan dengan cara membuang semua tunas samping dan dihentikan saat terbentuk cabang ( biasanya perempelan dilakukan 2 – 3 kali). PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN Hama yang sering menyerang tanaman cabai adalah ulat grayak, kutu daun dan lalat buah. Insektisida yang dapat digunakan diantaranya Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Decis 2,5 EC, Deltamethrin 25 EC, Buldok, Lannate atau Tamaron tergantung dari jenis hama yang menyerang dan disesuaikan dosis yang tertera pada label kemasan. Sedangkan penyakit yang biasanya sering menyerang tanaman cabai antara lain layu Fusarium dan layu bakteri. Fungisida dan bakterisida yang dapat digunakan adalah Agrimycin, Benlate atau Derosal dengan cara merendam benih yang akan digunakan selama 5 – 15 menit dengan dosis 0,5 0 1 g/ liter air. Dianjurkan untuk melakukan pergiliran tanaman untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit. PANEN Tanaman cabai sudah dapat dipanen pertama kali pada umur 70 – 80 hari setelah tanam tergantung dari jenis cabai yang diusahakan. Pemanenan berikutnya dapat dilakukan 3 – 4 hari sekali atau paling lambat seminggu sekali. Selanjutnya dapat terus – menerus dilakukan sampai usia tanaman 6 – 7 bulan tergantung keadaan tanaman dilapangan. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama, sehingga dapat dipanen 12 – 14 kali. Penulis : M. Herry, SP Sumber : https://mitalom.com/cara-menanam-cabe-rawit/ BPP Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur