Loading...

TANAM JAGUNG PANEN SAPI

TANAM JAGUNG PANEN SAPI
Tim Peneliti Balai Pengkajian Teknologo Pertnian Naibonat Dr. Ever Hosang, di dampingi , PLT Dinas Pertanian Ir. Miqdonth s Abolla, M.SI, Kabid Tanaman Pangan dan Hoticultura, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kota Seprovinsi NTT, beserta Kepala Seksi dan Staf lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Senen, 13 maret 2019, memberi arahan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Hotel Swiss Bellin Kota Kupang. Ever Hosang mengatakan, Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) tidak berarti kita tanam jagung petiknya sapi, ini sebuah detlain, kita usahakan jagung tetapi hasil panennya itu petani bisa mendapatkan uang untuk membeli sapi. Dari namanya ini kita berharap nanti, petani di dampingi untuk menanam jagung minimal 1 ha, untuk memproduksi jagung minimal 4 atau 5 ton, dari hasil panen ini, 1 ton disiapkan untu pangannya selama setahun, sisanya bisa dijual untuk membeli sapi. Ever, mengatakan Program Tanam Jagung Panen Sapi lebih di fokuskan di wilayah Timor dan Sumba, Karena petani Timor dan Sumba jagung dan sapi menjadi tradisi dari leluhur, orang tua, tetapi saat ini kebanyakan petani tidak memiliki sapi, kalau dia memelihara sapi kebanyakan pelihara sapi pihak ketiga, apakah gereja, toko-toko masarakat , mungkin pemerinta menitipkan sapi 2 atau 3 ekor dengan sistim bagi hasil. Program Tanan Jagung Panen Sap (TJPS) ini kita luncurkan untuk membantu petani juga menejemen usaha baik pertanian, peternakan, petani dilatih untuk usahatani terintegrasi. Dalam penerapan ini harus ada teknologi inovasi budidaya jagung, inovasi pemeliharaan sapi , inovasi pemeliharaan pakan ternak, inovasi ransum pakan ternak, inovasi pemberian pakan pada ternak, menejemennya, menejemen ini mulai dari persiapan apa-apa yang dibutuhkan termasuk pendamping. Ini program awal waktu diskusi dengan Bapak Gubernur Viktor Laskodat, mengatakan program saja tanpa pendamping itu percuma, sebagai contoh suatu perusahaan harus ada orang yang mendamping, makanya program ini harus didampingi oleh petugas-petugas yang sudah diseleksi dan sudah ditempatkan di kabupaten sasaran masing-masing, Saat ini kita berharap CPCL sudah harus disiapkan dengan baik, teknologi teknologi harus disiapkan, pendampingan sudah dilatih pada akhir tahun lalu. Kita berharap dengan program ini ada efek langsug maupun efek tidak langsung terhadap program- program pemerintah dan efek-efek terhadap masyarakat dan lingkungan terhadap program yang terintegrasi bagi petani. Ever mengatakan, kita perlu menyiapkan sapi bakalan yang akan dibeli oleh petani. CPCL, lahan yang akan digunakan lahan basah setelah panen padi atau lahan kering yang ada sumber air. Lahan yang akan ditanam, jangan mencari lahanyang terlalu terjal, dataran rendah sampai dataran menengah, dataran tinggi biasanya umurnya lbih panjang. Waktu tanam bisa dimusim hujan atau dimusim kemarau , sebaiknya dimusim kemarau, mungkin sebagian di musim hujan ,petani yang mengikuti kegiatan ini betul-betul petani yang mau bekerja sama, petani yang betul-betum mengikuti kegiaatan Tanam Jagung Panen Sapi, karena ada petani yang mau ikut program yang hanya mengharapkan bantuan saja. Lahan untuk program ini 1 ha, tetapi petani mau 2 ha atau 3 ha tidak masalah, petani harus bersedia menyisikan hasil produksinya dan iini harus dibangun komitmen dari awal harus ada kesepakatan dan ini harus melalui kelompoktani dan di bimbing oleh penyuluh. Oleh: Maria E.V. Rukmini, SPt. Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. NTT