Loading...

Tanaman Cabe Desa Sariputih Sp-2

Tanaman  Cabe Desa Sariputih Sp-2
Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Seram Utara Timur Kobi, Desa Sariputih SP-1, Kab. Maluku Tengah; Cabe Farietas Labah Farietas Labah, Kelompok Tani Mekar Sari, Oleh Pak Yana Suriana, Dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi : Agar Tanaman tumbuh Optimal dibutuhkan keadaan yang normal, Tanah: Tanah, yang sesuai lempung berpasir dengan struktur ramah,gembur,tidak terlalu liat dan kaya akan bahan Organic. Derajat keasaman (pH)berkisar 5 - 6 Air: Air, merupakan Unsur penting dalam pertumbuhan cabai. Bila kekurangan air; Tanaman tumbuh kurus,kerdil,layu dan akhirnya mati. ketersediaan air diareal pertanaman Cabe Farietas Labah merupakan sebagai dasar menentukan saat tanam yang baik, Iklim: Iklim, merupakan Faktor terpenting dalam usaha budidaya cabai adalah Angin,curah hujan,cahaya matahari,suhu,dan kelembaban. Suhu antara 2 – 59 C Lokasi tanaman Cabe Farietas Labah. Pilih lokasi yang mudah dijangkau,harus mendapat penyinaran penuh,hindari dari areal bekas - bekas tanaman Cabe Farietas Labah atau sampa milinya, Varietas: Pemilihan Varietas Cabe Farietas Labah, juga merupakan Faktor penentu dalam budidaya tanaman Cabe Farietas Labah Farietas Taruna.terhadap lingkungan dan serangan hama penyakit terutama pada musim hujan harus di pilih Varietas Cabe Farietas Labah yang tahan terhadap hama. Untuk mendukung pertumbuhan cabai, persiapan lokasi penanaman Cabe Farietas Labahsebaiknya meliputi: Membersihkan lahan dari rumput,gulma atau jerami pada lahan bekas sawah.dengan membabat atau menggunakan herbisida/racun rumput. Pembajakan atau pencangkulan tanah dasar agar tanah gembur dan aerasi lancar.kalau pada tanah masam sebaiknya bersamaan dengan pengolahan tanah pertama ini dilakukan dengan memberikan kapur pertanian dengan 2-3 Ton/Ha. Membuat bedengan agar drainase lahan baik apalagi saat musim hujan.dengan ukuran biasanya. Lebar bedengan 110 - 120cm. lebar paret antar bedengan 60-80 cm.Usahakan panjang bedengan tidak lebih dari 12 m.serta tinggi minimal 30-50cm. Pemberian Pupuk Dasar Dosis Pupuk : Pupuk kandang 20.000 Kg/Ha, dan NPK 1.000 Kg. Pemasangan mulsa sebaiknya pada saat terik matahari dan dibantu dengan pasak atau penjepit. Pembibitan cabai dilakukan saat persiapan lahan sudah mencapai 20-60%.Karena umur bibit siap tanam hanya berkisar 21-25 Hari setelah semai(HSS). Media semai ; berupa campuran Tanah : NPK/:Pupuk kandang = 1 : 1 di ayak sampai halus dan Campuran tanah media tanam dalam tersebut Dimasukan Plastik/Tray( Polibag). Siapkan rumah pembibitan berukuran Panjang sesuai keinginan dan lebar 100-110cm dan tinggi 75-100cm untuk melindungi bibit Cabe Farietas Labah dari serangan Hama dan Penyakit. Penyiraman, Benih setelah direndam Disebar merata dikertas/Handuk basah. dilipat/digulung dan disimpan pada suhu 2- 59 C. Disemprot air tiap pagi dan sore. 4 - 6 hari keluar Radikula siap disemai, Lakukan penyemaian benih dengan secara benar .buat lubang sedalam 1,5cm di tengah - tengah polibag dan benih dimasukkan, Kemudian; tutup dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Pemeliharan bibit dilakukan secara intensif yang meliputi : Penyiraman, lakukan pagi dan sore hari, Penyiangan rumput, Membuka dan menutup sungkup serta Pengendalian Hama dan Penyakit. PENANAMAN. Buat lubang tanam pada lahan yang telah tertutup mulsa dengan jarak antar lubang dalam satu baris 60 cm dan dibuat Zig-zag. Lubangi dengan besi pemanas (kaleng yang telah diisi bara api), Bibit siap tanam biasanya telah memiliki 4-5 helai daun utama dalam pembibitan atau sekitar 21-25 HSS. Buat lubang sedalam uluran bibit. Bibit lalu dikeluarkan dari plastic polibag secara hati - hati agar media tidak pecah.Selanjutnya tanam dan rapatkan tanah sekitarnya agar berdiri kokoh. Lakukan penyiraman secukupnya.Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari untuk menghindari stress. Pemeliharaan tanaman yang perlu dilakukan dalam budidaya cabai meliputi : Penyulaman sedini mungkin terhadap bibit yang mati saat pindah tanam. Perempelan tunas yang muncul dan perempelan bunga pertama agar tanaman kokoh dan memperpanjang masa Vegetatif tanaman. Pemasangan Ajir/tonggak untuk penopang pertumbuhan tanaman. Pemupukan susulan sebaiknya dilakukan tepat waktu (pupuk Coor). Sanitasi lingkungan tumbuh tanaman agar kondisinya selalu bersih. Strategi tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit. Dengan menggunakan pupuk kandang , dan NPK, dengan interval waktu yang agak pendek 3 - 4 hari sekali dengan dosis rendah (tergantung serangan hama/penyakit tanaman. PANEN. Cabe Farietas Labahsiap panen biasanya umur 95-100 Hari setelah tanam (HST). Ciri-ciri buah siap panen dan cara panen yaitu: Tingkat kematangan sekitar 95-100% Panen biasanya mengikutkan tangkainya dan dipetik secara hati - hati agar buah muda tidak rontok. Interval panen sebaiknya dilakukan setiap 4-5 hari sekali. BPP: KOBI PENYULUH PERTANIAN: STEVANILLA H OROBAYAM,SST KAB.MALUKU TENGAH KEC.SERAM UTARA TIMUR KOBI DESA SARIPUTIH SP-1 Balai Penyuluhan Pertanian Kec.Seram Utara Timur Kobi, Desa Sariputih SP-1, Kab. Maluku Tengah; Cabe Farietas Labah Farietas Labah, Kelompok Tani Mekar Sari, Oleh Pak Yana Suriana, Dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi : Agar Tanaman tumbuh Optimal dibutuhkan keadaan yang normal, Tanah: Tanah, yang sesuai lempung berpasir dengan struktur ramah,gembur,tidak terlalu liat dan kaya akan bahan Organic. Derajat keasaman (pH)berkisar 5 - 6 Air: Air, merupakan Unsur penting dalam pertumbuhan cabai. Bila kekurangan air; Tanaman tumbuh kurus,kerdil,layu dan akhirnya mati. ketersediaan air diareal pertanaman Cabe Farietas Labah merupakan sebagai dasar menentukan saat tanam yang baik, Iklim: Iklim, merupakan Faktor terpenting dalam usaha budidaya cabai adalah Angin,curah hujan,cahaya matahari,suhu,dan kelembaban. Suhu antara 2 – 59 C Lokasi tanaman Cabe Farietas Labah. Pilih lokasi yang mudah dijangkau,harus mendapat penyinaran penuh,hindari dari areal bekas - bekas tanaman Cabe Farietas Labah atau sampa milinya, Varietas: Pemilihan Varietas Cabe Farietas Labah, juga merupakan Faktor penentu dalam budidaya tanaman Cabe Farietas Labah Farietas Taruna.terhadap lingkungan dan serangan hama penyakit terutama pada musim hujan harus di pilih Varietas Cabe Farietas Labah yang tahan terhadap hama. Untuk mendukung pertumbuhan cabai, persiapan lokasi penanaman Cabe Farietas Labahsebaiknya meliputi: Membersihkan lahan dari rumput,gulma atau jerami pada lahan bekas sawah.dengan membabat atau menggunakan herbisida/racun rumput. Pembajakan atau pencangkulan tanah dasar agar tanah gembur dan aerasi lancar.kalau pada tanah masam sebaiknya bersamaan dengan pengolahan tanah pertama ini dilakukan dengan memberikan kapur pertanian dengan 2-3 Ton/Ha. Membuat bedengan agar drainase lahan baik apalagi saat musim hujan.dengan ukuran biasanya. Lebar bedengan 110 - 120cm. lebar paret antar bedengan 60-80 cm.Usahakan panjang bedengan tidak lebih dari 12 m.serta tinggi minimal 30-50cm. Pemberian Pupuk Dasar Dosis Pupuk : Pupuk kandang 20.000 Kg/Ha, dan NPK 1.000 Kg. Pemasangan mulsa sebaiknya pada saat terik matahari dan dibantu dengan pasak atau penjepit. Pembibitan cabai dilakukan saat persiapan lahan sudah mencapai 20-60%.Karena umur bibit siap tanam hanya berkisar 21-25 Hari setelah semai(HSS). Media semai ; berupa campuran Tanah : NPK/:Pupuk kandang = 1 : 1 di ayak sampai halus dan Campuran tanah media tanam dalam tersebut Dimasukan Plastik/Tray( Polibag). Siapkan rumah pembibitan berukuran Panjang sesuai keinginan dan lebar 100-110cm dan tinggi 75-100cm untuk melindungi bibit Cabe Farietas Labah dari serangan Hama dan Penyakit. Penyiraman, Benih setelah direndam Disebar merata dikertas/Handuk basah. dilipat/digulung dan disimpan pada suhu 2- 59 C. Disemprot air tiap pagi dan sore. 4 - 6 hari keluar Radikula siap disemai, Lakukan penyemaian benih dengan secara benar .buat lubang sedalam 1,5cm di tengah - tengah polibag dan benih dimasukkan, Kemudian; tutup dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Pemeliharan bibit dilakukan secara intensif yang meliputi : Penyiraman, lakukan pagi dan sore hari, Penyiangan rumput, Membuka dan menutup sungkup serta Pengendalian Hama dan Penyakit. PENANAMAN. Buat lubang tanam pada lahan yang telah tertutup mulsa dengan jarak antar lubang dalam satu baris 60 cm dan dibuat Zig-zag. Lubangi dengan besi pemanas (kaleng yang telah diisi bara api), Bibit siap tanam biasanya telah memiliki 4-5 helai daun utama dalam pembibitan atau sekitar 21-25 HSS. Buat lubang sedalam uluran bibit. Bibit lalu dikeluarkan dari plastic polibag secara hati - hati agar media tidak pecah.Selanjutnya tanam dan rapatkan tanah sekitarnya agar berdiri kokoh. Lakukan penyiraman secukupnya.Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari untuk menghindari stress. Pemeliharaan tanaman yang perlu dilakukan dalam budidaya cabai meliputi : Penyulaman sedini mungkin terhadap bibit yang mati saat pindah tanam. Perempelan tunas yang muncul dan perempelan bunga pertama agar tanaman kokoh dan memperpanjang masa Vegetatif tanaman. Pemasangan Ajir/tonggak untuk penopang pertumbuhan tanaman. Pemupukan susulan sebaiknya dilakukan tepat waktu (pupuk Coor). Sanitasi lingkungan tumbuh tanaman agar kondisinya selalu bersih. Strategi tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit. Dengan menggunakan pupuk kandang , dan NPK, dengan interval waktu yang agak pendek 3 - 4 hari sekali dengan dosis rendah (tergantung serangan hama/penyakit tanaman. PANEN. Cabe Farietas Labahsiap panen biasanya umur 95-100 Hari setelah tanam (HST). Ciri-ciri buah siap panen dan cara panen yaitu: Tingkat kematangan sekitar 95-100% Panen biasanya mengikutkan tangkainya dan dipetik secara hati - hati agar buah muda tidak rontok. Interval panen sebaiknya dilakukan setiap 4-5 hari sekali. BPP: KOBI PENYULUH PERTANIAN: STEVANILLA H OROBAYAM,SST KAB.MALUKU TENGAH KEC.SERAM UTARA TIMUR KOBI DESA SARIPUTIH SP-1