Dengan kesadaran akan prinsip hidup kembali ke alam (back to nature) kini empon-empon dari tanaman rimpang kembali menjadi andalan dalam kehidupan tidak hanya sebagai bahan penyedap masakan namun digunakan sebagai pengobatan herbal. Obat herbal menggunakan bahan utama dari tanaman rimpang atau tanaman obat lain. Pengobatan herbal tidak hanya digunakan oleh mereka yang tinggal dipedesaan, namun sekarang ini sudah mulai diminati oleh masyarakat kota bahkan manca Negara, terbukti dengan banyaknya masyarakat perkotaan yang mengkonsumsi obat herbal yang dikemas dalam berbagai bentuk seperti tablet, bubuk instan atau minumam/cairan sepertiyang kita kenal dengan jamu tolak angin, antangin dan lain-lain. Sekalipun mereka tahu bahwa penggunaan obat herbal jangka waktu penyembuhannya relatif lambat, namun diyakini tidak berbahaya atau tidak berefek samping. Kita mengenal lima jenis tanaman rimpang yang berhkasiat sebagai obat sebagai berikut Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb ) Temulawak termasuk dalam keluarga Jahe (zingiberaceae), Temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia, dengan berbagai nama daerah yaitu : Temulawak (Jawa), Koneng gede (Sunda) dan Temulabak (Madura). Temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan. tubuh. Khasiat lainya yaitu : untuk mengobati limpa, ginjal, pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin maag, produksi ASI, memperbaiki nafsu makan, sembelit, sariawan dan jerawat. Temuireng (Curcuma aeroginosa Roxb.) Temuireng masih dalam keluarga zingiberaceae, dikenal dengan nama daerah temu erang (Melayu), koneng hideung (Sunda), temu ireng (Jawa), temo ereng (Madura), temu ireng (Bali). Kandungan bahan aktif yang terdapat dalm temuireng antara lain minyak airis, tanin, kurkumol, kurdion, kurkumalakton, germakron, kurkumin, zat pati, damar, dan zat warna biru. Khasiat yang terdapat dalam temuireng antara lain yaitu : untuk meningkatkna nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, mengobati penyakit kulit, memperbaiki pencernaan, sariawan batuk, sesak napas, cacingan, dan menstimulasi kerja lambung. Temugiring (Curcuma heyneana Val.) Temugiring termasuk tanaman rimpang yang dikenal di Jawa dengan nama daerah temugiring atau temureng. Kandungan bahan aktif yang terdapat dalam temugiring anatara lain: minyak asiri,amilum, damar, flavonoida, tanin, zat pahit dan senyawa kurkumin yang dapat memberi warna kuning. Khasiat sebagai obat antara lain adalah untuk obat penenang, peluruh cacing, kulit terkelupas, mendinginkan badan, membersihkan darah, disentri, penyakit kulit, bau badan, dan bahan kosmetik Temukunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) Temukunci dikenal dengan nama daerah Tamu kunci (Minangkabau), temu kunci (Melayu), kunci (Jawa), tmeu kunci (Sunda), dumu kunci (NTT), tumbu kunci (Ambon), tamputi (Ternate). Kandungan bahan aktif yang terdapat dalam temukunci adalah minyak atsiri (yang terdiri dari kamfer, sineol, metil sinamat, dan hidromirsen), damar, pati, saponin, flavonoid pinostrolerin, dan alipinetin. Adapun khasiat dari tanaman temukunci sebagai obat antara lain: obat, masuk angin, perut kembung, sukar buang air kecil, gatal-gatal, keputihan, panas dalam, tuberculosis, obat kanker, asma,radang amandel, penyakit kuning, radang usus buntu, radang rahim,sembelit,nyeri perut,trakoma, borok gatal, gigi,demam nifas,dan disentri. Temu Mangga (Curcuma Mangga Val.) Temu mangga masih termasuk satu famili dengan jahe (Zingiberaceae). Ciri khas tanaman ini adalah umbinya (yang berwarna kuning dan berbintik seperti jahe) memiliki bau khas seperti bau mangga. Temu mangga kaya akan kandungan zat aktif seperti tanin, kurkumin, amilum, gula, minyak atsiri, damar, saponin, flavonoid, dan protein toksik yang dapat menghambat perkembangbiakan sel kanker (Hariana, 2006). Selain itu rimpang dan daunnya menggandug saponin, flavonoid dan polifeno Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional diantaranya adalah sebagai obat mag, diare, penghilang nyeri saat haid, keputihan, serta mengobati jerawat dan bisul. Rimpang Curcuma mangga juga berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan untuk penambah nafsu makan. (Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com) Dengan kesadaran akan prinsip hidup kembali ke alam (back to nature) kini empon-empon dari tanaman rimpang kembali menjadi andalan dalam kehidupan tidak hanya sebagai bahan penyedap masakan namun digunakan sebagai pengobatan herbal. Obat herbal menggunakan bahan utama dari tanaman rimpang atau tanaman obat lain. Pengobatan herbal tidak hanya digunakan oleh mereka yang tinggal dipedesaan, namun sekarang ini sudah mulai diminati oleh masyarakat kota bahkan manca Negara, terbukti dengan banyaknya masyarakat perkotaan yang mengkonsumsi obat herbal yang dikemas dalam berbagai bentuk seperti tablet, bubuk instan atau minumam/cairan sepertiyang kita kenal dengan jamu tolak angin, antangin dan lain-lain. Sekalipun mereka tahu bahwa penggunaan obat herbal jangka waktu penyembuhannya relatif lambat, namun diyakini tidak berbahaya atau tidak berefek samping. Kita mengenal lima jenis tanaman rimpang yang berhkasiat sebagai obat sebagai berikut Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb ) Temulawak termasuk dalam keluarga Jahe (zingiberaceae), Temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia, dengan berbagai nama daerah yaitu : Temulawak (Jawa), Koneng gede (Sunda) dan Temulabak (Madura). Temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan. tubuh. Khasiat lainya yaitu : untuk mengobati limpa, ginjal, pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin maag, produksi ASI, memperbaiki nafsu makan, sembelit, sariawan dan jerawat. Temuireng (Curcuma aeroginosa Roxb.) Temuireng masih dalam keluarga zingiberaceae, dikenal dengan nama daerah temu erang (Melayu), koneng hideung (Sunda), temu ireng (Jawa), temo ereng (Madura), temu ireng (Bali). Kandungan bahan aktif yang terdapat dalm temuireng antara lain minyak airis, tanin, kurkumol, kurdion, kurkumalakton, germakron, kurkumin, zat pati, damar, dan zat warna biru. Khasiat yang terdapat dalam temuireng antara lain yaitu : untuk meningkatkna nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, mengobati penyakit kulit, memperbaiki pencernaan, sariawan batuk, sesak napas, cacingan, dan menstimulasi kerja lambung. Temugiring (Curcuma heyneana Val.) Temugiring termasuk tanaman rimpang yang dikenal di Jawa dengan nama daerah temugiring atau temureng. Kandungan bahan aktif yang terdapat dalam temugiring anatara lain: minyak asiri,amilum, damar, flavonoida, tanin, zat pahit dan senyawa kurkumin yang dapat memberi warna kuning. Khasiat sebagai obat antara lain adalah untuk obat penenang, peluruh cacing, kulit terkelupas, mendinginkan badan, membersihkan darah, disentri, penyakit kulit, bau badan, dan bahan kosmetik Temukunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) Temukunci dikenal dengan nama daerah Tamu kunci (Minangkabau), temu kunci (Melayu), kunci (Jawa), tmeu kunci (Sunda), dumu kunci (NTT), tumbu kunci (Ambon), tamputi (Ternate). Kandungan bahan aktif yang terdapat dalam temukunci adalah minyak atsiri (yang terdiri dari kamfer, sineol, metil sinamat, dan hidromirsen), damar, pati, saponin, flavonoid pinostrolerin, dan alipinetin. Adapun khasiat dari tanaman temukunci sebagai obat antara lain: obat, masuk angin, perut kembung, sukar buang air kecil, gatal-gatal, keputihan, panas dalam, tuberculosis, obat kanker, asma,radang amandel, penyakit kuning, radang usus buntu, radang rahim,sembelit,nyeri perut,trakoma, borok gatal, gigi,demam nifas,dan disentri. Temu Mangga (Curcuma Mangga Val.) Temu mangga masih termasuk satu famili dengan jahe (Zingiberaceae). Ciri khas tanaman ini adalah umbinya (yang berwarna kuning dan berbintik seperti jahe) memiliki bau khas seperti bau mangga. Temu mangga kaya akan kandungan zat aktif seperti tanin, kurkumin, amilum, gula, minyak atsiri, damar, saponin, flavonoid, dan protein toksik yang dapat menghambat perkembangbiakan sel kanker (Hariana, 2006). Selain itu rimpang dan daunnya menggandug saponin, flavonoid dan polifeno Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional diantaranya adalah sebagai obat mag, diare, penghilang nyeri saat haid, keputihan, serta mengobati jerawat dan bisul. Rimpang Curcuma mangga juga berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan untuk penambah nafsu makan. (Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com)