Loading...

Tata Cara Tebang dan Angkut Tebu

Tata Cara Tebang dan Angkut Tebu
Tebu merupakan salah satu komoditas strategis Kementeria Pertanian. Swasembada gula merupakan impian kita semua. Adapun banyak faktor yang mendukung agar Gula memiliki nilai tinggi dapat dijual oleh petani. Pada saat ini belum banyak petani Tebu yang memahami bagaimana memilih tebu yang ditebang terlebih dahulu. Dalam penebangan tanaman Tebu umumnya dilakukan oleh tenaga penebang manusia. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menebang Tebu adalah mutu tebang. Mutu tebang dinyatakan berkualitas baik bila memang sudah dalam kondisi layak tebang. Syarat Tebu layak tebang adalah: tebu yang tidak roboh, bersih (daunnya sudah diklentek), tinggi tebu telah cukup lebih dari 2 m dan sudah masak dengan tingkat kemasakan 25-30 persen.Sebelum tanaman tebu dipanen, dilakukan pengambilan data taksiran produktivitas dan rendemen sebanyak tiga kali (terakhir menjelang panen). Pengambilan data dilakukan bersama-sama dengan petani (wakil kelompok tani) dan bersamaan dengan itu ditetapkan jadwal tebang dan angkutnya oleh petugas. Kegiatan tebang menggunakan alat sabit sedang pengangkutan memakai kendaraan truk. Beberapa permasalahan yang dihadapi petani panen dan angkut yaitu: (a) penebangan tebu tidak sampai ke pangkal batang padahal kandungan tebu di pangkal batang lebih tinggi dibandingkan bagian atas, (b) kekurangan tenaga kerja sehingga harus didatangkan dari luar kabupaten, dan (c) faktor cuaca (hujan) menyebabkan keterlambatan melakukan kegiatan panen.Dalam memulai proses penebangan, maka para penebang sebelumnya melakukan pengurutan petak tebu. Dalam penebangan Tebu yang baik diharapkan menghasilkan tebu yang memiliki kriteria Manis, Bersih, dan Segar (MBS). MBS ini sendiri memberikan arti bahwa tebu yang ditebang mengandung gula, tidak tercampur dengan daun, sampah, atau kotoran lainnya serta tebu dapat digiling dalam kondisi segar. Makna segar adalah proses penggilingan tebu tidak dilakukan lebih dari 48 jam.baik, Tata Cara Tebang TebuDalam proses penebangan tebu akan melibatkan tenaga tebang yang berjumlah cukup besar. Pabrik gula dengan kapasitas giling 4.000 ton/hari akan mempengaruhi jumlah tenaga tebang/hari. Pabrik gula mengisyaratkan kriteria yang dibutuhkan dengan kualitas yaitu:(1) Kotoran yang dihasilkan oleh tebang tebu dapat ditoleransi terbawa ke pabrik dengan persyaratan dibawah 5 persen.(2) Tunggak atau bagian bawah batang tebu yang tertinggal di kebun harus kurang dari 1.5 ton/ha(3) Tebu yang tertinggal di kebun harus dibawah 0,6 ton/ha.Adapun beberapa masalah dalam penebangan adalah:(1) Sumber daya manusia untuk melaksanakan penebangan umumnya sudah berusia lanjut.(2) Tenaga muat masih kurang.(3) Kualitas tebang kurang baik. Beberapa cara untuk mengantisipasi dan memberikan pemecahan adalah penggunaan yaitu:(1) Penggunaan traktor yang memiliki alat menebang tebu(2) Penggunann kendaran pengangkut tebu(3) Penggunaan mesin pengangkat tebu Sumber: Gatot S.A Fatah. 2015. Tebang, Muat, Angkut Tebu. Balittas Malang. Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh BBP2TP