Loading...

TEHNIK PERKAWINAN SILANG CABE

TEHNIK PERKAWINAN SILANG CABE
TEHNIK PERKAWINAN SILANG CABE Kegiatan pertanian khususnya di bidang hortikultura (tanaman bunga, buah, dan sayuran) banyak menarik perhatian berbagai kalangan. Di samping dapat menyalurkan hobi, kegiatan ini juga dapat dijadikan mata pencaharian yang dapat menghasilkan keuntungan. Komoditas hortikultura terutama sayur seperti kol, kentang, tomat, dan cabai sejak lama telah dibudidayakan oleh petani karena produk ini dibutuhkan hampir oleh setiap lapisan masyarakat seperti menu hidangan sehari-hari. Cabai atau Lombok merupakan tanaman sayuran buah semusim, yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sayuran rempah atau bumbu sayur, bahan penyedap dan pelengkap berbagai menu masakan khas Indonesia. Jadi jika kita telaten dalam penangan, maka kita bisa mencoba untuk melakukan persilangan pada tanaman cabai untuk mendapatkan turunan benih untuk dikembangkan sebagai varietas baru. Sistematika Tanaman Cabai Lombok ialah jenis tanaman yang termasuk genus Capsicum, yang pada umumnya mempunyai rasa pedas. Lombok sering disebut juga cabai. Tetapi lain dengan cabai jawa (Piper Retrofractum) yang termasuk genus Piper, family Piperaceae. Sedangkan Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil Sub Kelas : Asteridae klasifikasi cabai merah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Ordo : Solanales Famili : Solanaceae (suku terung-terungan) Genus : Capsicum Spesies : Capsicum annum L (Arianto, 2010). Famili ini terdiri lebih kurang 75 marga (genus) dan 2000 jenis (spesies), ada yang berbentuk tanaman pendek, tanaman semak perdu atau pohon kecil. Daun Lombok termasuk daun tunggal sederhana, tetapi ada juga yang berlekuk dangkal sampai dalam, dan ada juga yang berlekuk majemuk. Letak daun bergantian dan tidak mempunyai daun penumpu. Tanaman ini banyak terdapat di daerah tropis sampai di daerah subtropik (Pracaya, 1993). Cabai memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan yang menyebar ke semua arah hingga kedalaman 30-40 cm. Adapun beberapa sturktur bunga yang bisa dijadikan sebagai persilangan yaitu sebagai berikut : a.) Kelopak b.) Stigma c.) Putik d.) Benang sari e.) Bakal buah f.) Calyx Dalam melakukan persilangan atau perkawinan pada tanaman cabai berikut beberapa hal yang harus dilakukan. Persiapan Persiapan di sini ialah persiapan untuk melakukan kastrasi dan penyerbukan silang, yang harus di persiapkan ialah meliputi penyediaan alat-alat antara lain pisau kecil yang tajam, gunting, pinset dengan ujung yang runcing, jarum yang panjang dan lurus, alcohol dalam botol kecil yang berguna untuk mensterilkan alat-alat tersebut dan juga wadah untuk tempat serbuk sari . Perlengkapan lainya nyang perlu di persiapkan ialah label dari kertas yang tahan air, dan selanjut nya label tersebut di beri nomor urut. Kastrasi Kastrasi adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang ada di sekitar bunga yang akan di emaskulasi dari kotoran, serangga, kuncup-kuncup bunga yang tidak di pakai serta organ tanaman lain yang menganggu kegiatan persilangan. Membuang mahkota dan kelopak juga termasuk kegiatan kastrasi . secara umum alat yang di gunakan adalah gunting, pisau, dan pinset. Emaskulasi Emaskulasi adalah kegiatan membuang alat kelamin jantan ( stamen ) pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Emaskulasi terutama di lakukan pada tanaman berumah satu ya ng Hermaprodit dan Fertile. Cara emaskulasi tergantung pada morfologi bunga nya. Isolasi Isolasi dilakukan agar bunga yang di emaskulasi tidak terserbuki oleh serbuk sari asing . sehingga baik bunga jantan maupun bunga etina harus di kerudungi dengan kantung. Kantung bisa terbuat dari kertas tahan air, kain, plastic dan lain-lain. Ukuran kantung di sesuaikan dengan ukuran bunga tanaman yang bersangkutan , usahakan agar kantong dapat tahan dengan baik dan tidak mudah lepas. Pengumpulan Serbuk Sari Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan dapat di mulai beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar . bila letak pohon tetua betina jauh dari pohon jantan, maka pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang lama. Agar kuncup bunga itu tidak lekas layu dan tahan lama dalam keadaan segar , hendak nya kuncup bunga itu di petik dan di angkut pada pagi hari sebelum matahari terbit atau pada sore hari setelah matahari terbenam. Penyerbukan Penyerbukan buatan di lakukan antara tanaman yang berbeda genetic nya. Pelaksanaanya terdiri dari pengumpulan pollen ( serbuk sari ) yang viable atau anter dari tanaman tetua jantan yang sehat, kemudian menyerbukan nya ke stigma tetua betina yang telah di lakukan emaskulasi. Pelabelan Ukuran dan bentuk label berbeda-beda dan umum nya label terbuat dari kertas tahan air. Secara umum pada label tertulis informasi tentang nomor yang membedakan tanaman satu dengan tanaman lainya, waktu emaskulasi, waktu penyerbukan, nama tetua jantan dan tetua betina, dan kode pemulia atau yang menyilangkan nya. Penulis. : Azmi UPTD BPP : Singkil