Loading...

Teknik Budidaya Tanaman Sambiloto di Lahan Pekarangan

Teknik Budidaya Tanaman Sambiloto di Lahan Pekarangan
Wabah pandemic Covid 19 di Indonesia sudah berlangsung hampir 3 bulan dan kita tidak tahu sampai kapan virus ini akan berakhir. Berbagai cara untuk menangkal dan mencegah Covid 19 pun semakin meluas mulai dari pemakaian masker hingga mengkonsumsi ramuan empon-empon atau tanaman rimpang antara lain jahe, kunyit, lengkuas, temulawak dan lain-lain. Namun saat ini ada jenis tanaman lain yang tak kalah menarik dari tanaman empon-empon, yaitu tanaman sambiloto (Andrographis paniculate). Sambiloto termasuk dalam keluarga Acanthaceae dengan bentuk daun menyirip, kelopak bunga bagian luar berwarna putih, bagian dalamnya berwarna ungu dengan putik berwarna putih kekuning- kuningan. Mengkonsumsi daun sambiloto juga mampu menjadi referensi mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh. Sambiloto dikenal sangat baik untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan utamanya adalah andrographolide yang membuat rasa pahit. Zat andrographolide inilah yang kerap dijadikan obat. Tak hanya itu, daun sambiloto juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Adanya senyawa metabolit ini menyebabkan daun sambiloto dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk Kesehatan. Tanaman sambiloto sering dijuluki sebagai "King of Bitter". Syarat Tumbuh Sambiloto Tanaman sambiloto dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada derah dengan curah hujan sekitar 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. Kelembaban yang dibutuhkan tanaman sambiloto ini termasuk sedang, yaitu sekitar 70-90% dengan penyinaran agak lama. Jenis tanah yang baik untuk menanam tanaman sambiloto yaitu tanah latosol dan andosol. Persiapan Bibit Sambiloto Perbanyakan bibit sambiloto dapat dilakukan melalui biji maupun setek. Jika melakukan penanaman melalui biji, biji direndam terlebih dahulu selama 24 jam lalu keringkan dan semaikan. Setelah seminggu semai, biji akan berkecambah. Setelah bibit memiliki 5 helai daun, bibit dapat dipindahkan ke polybag kecil yang berisi media tanam berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang. Setelah berumur 21 hari, bibit dapat dipindahkan ke lahan tanam pekarangan. Jika melalui stek, caranya ambil 3 ruas tanaman yang telah berumur 1 tahun atau lebih. Bibit stek biasanya dapat dipindah tanamkan setelah berumur 15 hari. Pada saat penyemaian, lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari dan ditempatkan di tempat yang memiliki naungan. Persiapan Lahan Tanam Sambiloto Bersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, setelah itu gemburkan tanah dengan alat cangkul atau garpu dengan kedalam sekitar 30 cm. Selanjutnya buatlah bedengan atau guludan yang ukurannya disesuaikan dengan kondisi lahan pekarangan lalu lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang lalu diamkan selama beberapa hari. Penanaman Sambiloto Setelah semua siap, segera lakukan penanaman. Tanam bibit pada bedengan yang telah disiapkan. Jarak tanam yang dapat disarankan yaitu sekitar 40 x 50 cm atau 30 x 40 cm. Pemeliharaan Tanaman Sambiloto Lakukan perawatan pada drainase guna menghindari genangan air. Lakukan pula penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman. Agar nutrisi yang dibutuhkan tanaman sambiloto terpenuhi, maka lakukan pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang, urea, SP-36 dan KCL. Dosis pemberian pupuk kandang dapat diberikan sesuai dengan tingkat kesuburan tanah , jika kurang subur maka dosisnya lebih banyak. Pupuk SP-36 dan KCL diberikan pada saat masa tanam, sedangkan pupuk urea diberikan sebanyak 2 kali yaitu pada 1 dan 2 bulan setelah tanam. Masa Panen Sambiloto Pemanenan sambiloto yang baik dilakukan sebelum tanaman berbunga yaitu berumur 2-3 bulan setelah tanam. Panen dilakukan dengan cara memangkas batang utama ± 10 cm dari permukaan tanah. Panen berikutnya dilakukan 2 bulan setelah panen pertama. Cara Panen Tanaman sambiloto dipanen dengan memangkas bagian batang utama sekitar 10 cm diatas permukaan tanah, pilih daun yang jaraknya maksimal 5 cm dari ujung tanaman, daun dicuci dengan air bersih dan ditiriskan dalam besek, bukan dijemur di matahari terik Pemanenan berikutnya dapat dilakukan 2 bulan setelah tanam. Semoga materi “Cara Budidaya Tanaman Sambiloto di Lahan Pekarangan” ini bermanfaat, terutama dalam pencegahan virus corona saat ini. Susi Deliana Siregar Daftar Pusataka: Bambang Pujiasmanto, 2010, Sambiloto (Andrographis Paniculate): Tinjauan Agroekofisiologi, Budidaya dan Manfaatnya Sebagai Obat Herbal, Surakarta Fakultas Pertanian UNS; Petunjuk Teknis Kegiatan Pengembangan Sayuran dan Tanaman Obat, 2018, Direktorat Jenderal Hortikultura Direktorat Sayuran Dan Tanaman Obat