Stek pucuk adalah metode perbanyakan vegetatif secara konvensional dengan menumbuhkan terlebih dahulu tunas-tunas axilar pada media persemaian sampai berakar sebelum dipindahkan ke lapangan. Keberhasilan stek pucuk tergantung pada beberapa faktor dalam dan luar. Yang termasuk faktor dalam diantaranya adalah tingkat ketuaan donor stek, kondisi fisiologi stek, waktu pengumpulan stek, dsb. Sedangkan yang termasuk faktor luar antara lain adalah media perakaran, suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan hormon pengatur tumbuh. Tips cara membuat stek pucuk tanaman jati: Pertama, sebelum memilih dan menyiapkan bahan tanaman untuk stek perlu diperhatikan hal-hal berikut : Bahan stek berupa pucuk yang berumur 2-3 minggu yang memiliki ciri-ciri: batang masih berbulu, agak silindris, warna hijau cerah, memiliki tiga pasang daun, panjang antara 5-7 cm. Pilihlah pucuk yang tumbuh tegak ke atas (tunas orthotroph), hindari tunas yang tumbuh menyamping. Setelah pucuk diambil, tiap helai daun dipotong dan disisakan 1/3 nya. Kedua, Pangkal stek pucuk dipotong miring dengan pisau tajam (cutter). Pangkal setek dicelupkan dalam larutan Indole Butyric Acid (IBA) selama 5-10 menit. Konsentrasi IBA yang dipakai adalah 0,02 gr IBA yang dilarutkan dalam sekitar 2 sendok NaOH atau alkohol kemudian dicampur air menjadi 1 liter. Untuk menanam stek maka perlu disiapkan media yang berupa campuran pasir, kompos dan tanah lapisan atas dengan perbandingan 2:3:1, yang dimasukkan ke dalam polibag berukuran 10x15 cm. Polibag sebaiknya bening (tembus pandang) agar dapat diketahui jika akar telah tumbuh. Kemudian, polibag ditata di dalam bedeng berupa tanah rata yang tidak tergenang air jika bibit disiram. Bedeng semai sebaiknya berada pada area yang ternaungi (di bawah tegakan atau paranet/shading net). Ketiga, Agar pangkal stek tidak terluka ketika ditanam maka media dalam polibag dilubangi terlebih dahulu dengan menggunakan ranting. Stek yang telah dicelupkan dalam larutan IBA ditanam pada lubang tesebut. Langkah berikutnya, media disiram dengan air. Bedeng setek ditutupi sungkup plastik dengan ketinggian sungkup ½ m. Keempat, perhatikan kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan yang baik untuk perakaran stek jati adalah : kelembaban di atas 80% dan suhu berkisar antara 24-320 C Kelima, selama pemeliharaan, penyiraman dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Jika terjadi gejala adanya serangan jamur, semprot stek dengan fungisida (racun pembasmi jamur). Sebelum ditanam di lapangan, stek harus secara bertahap dibiasakan untuk hidup di lingkungan kering dan terbuka yang berbeda dengan kondisi di sungkup. Keenam, Stek yang berakar dipisahkan dan dikumpulkan dalam satu bedeng tersendiri. Bedeng ini masih beradapada area ternaungi. Stek yang belum berakar juga dikumpulkan dalam bedeng lainnya untuk dilanjutkan proses perakarannya. Stek yang berakar dibiarkan beradaptasi pada bedeng yang baru dengan sungkup tertutup selama 3 hari. Sungkup dibuka secara bertahap diawali dengan dibuka 10 cm. Setiap hari sungkup dibuka lebih lebar + 10 cm, terus menerus hingga pada umur 2 minggu sungkup telah terbuka penuh. Ketujuh, biarkan bibit stek lanjutnya bibit hasil biakan stek ini dipindah ke area terbuka hingga siap tanam. Kelemahan Dan Kelebihan Stek Pucuk Kelebihan dalam stek pucuk ini yaitu tanaman yang di perbanyak memiliki karakteristik yang sama dengan induknya, juga peluang hidup yang lebih besar walaupun pertumbuhan akar terlambat. Sedangkan kekurangan dari stek pucuk ini yaitu kondisi media tanam dan peralatan yang digunakan harus dalam keadaan yang steril dan bersih. Polybag yang sudah di gunakan dalam sek pucuk ini tidak dapat di gunakan lagi karena kondisi media tanam yang sudah tidak steril. Taufik Andrian