Kelompok Tani jenis Blimbing Artha Mandiri Desa Bono Kecamatan Boyolangu, sudah sejak lama mengembangkan tanaman belimbing Blimbing Bangkok Merah (Averra carambola). Hasil belimbing dari Kelompok Tani ini sudah dipasarkan baik wilayah Kabupaten Tulungagung sampai di luar kabupaten. Dalam budidaya tanaman belimbing, sangat dipengaruhi banyak factor, salah satunya bibit belimbing yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit belimbing yang bagus dan berkualitas baik, Kelompok Tani Blimbing Artha Mandiri melakukan pembibitan sendiri. Bibit unggul blimbing harus selalu menggunakan pohon induk unggul atau pembiakan secara vegetatife (cangkok, okulasi, enten dan susuan). Pembiakan secara generatife dengan biji tidak dianjurkan, karena hampir selalu memberikan keturunan berbeda dengan induknya. Oleh karena itu, pembiakan generatife (biji) hanya dimaksudkan untuk menghasilkan bibit batang bawah (onderstam) yang kelak digunakan pada perbanyakan vegetatife. Berikut tahapan pembibitan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Blimbing Artha Mandiri: Penyiapan Bibit Penyiapan bibit unggul blimbing dilakukan dengan cara pembiakan vegetatife yaitu cangkok, okulasi, susuan dan enten. Khusus pada perbanyakan vegetatife dengan cara penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau bibit onderstam yang berasal dari biji (pembiakan generatife). Tata cara penyiapan batang bawah untuk penyiapan biji (benih) blimbing sebagai berikut : Pilih buah blimbing yang sudah matang di pohon dan keadaanya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun local. Ambil (keluarkan) biji dari buah dengan cara membelahnya, kemudian tampung dalam satu wadah. Cuci biji belimbing dengan air bersih hingga bebas dari lendirnya. Keringkan biji belimbing di tempat teduh dan kering hingga kadar airnya berkisar antara 12 – 14%. Simpan biji belimbing dalam suatu wadah tertutup rapat dan berwarna atau langsung disemai dipersemaian. Teknik Penyemaian benih Untuk penyemaian benih perlu disiapkan lahan persemaian dan media tanam benih. Berikut tahapan yang dilakukan untuk menyiapakan lahan dan media tanam: Tentukan areal untuk lahan persemaian di tempat yang strategis dan tanahnya subur. Tanah untuk pohon induk dapat disediakan tersendiri atau ditanam dalam lahan operasional. Olah tanahnya cukup dalam antara 30 – 40 cm hingga gembur, kemudian dikering anginkan selama ± 15 hari. Tersedianya air bagi tanaman. Lahan untuk tanaman belimbing di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl, dengan kedalam air tanah antara 50 – 200 cm dibawah permukaan tanah dan memiliki pH 5,5 – 7,5. Tanah lahannya subur, gembur, banyak mengandung bahan organic, aerasi dan drainasenya baik, serta waktu penanaman yang paling baik didaerah yang mempunyai iklim antara 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering. Buat bedengan selebar 100 – 120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedengan sebaiknya membujur. Tambahkan pupuk kandang yang matang dan halus sebanyak +2 kg/m2 luas bedengan sambil dicampurkan dengan tanah atas secara merata, kemudian rapikan dengan alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul. Tancapkan tiang – tiang bambu di sisi bedengan setingga 100 – 150 cm dan di sisi sebelah 75 – 100 cm, kemudian pasang pula palang – palang dari bilah bambu sambil diikat. Pasang atap persemaian dari dedaunan atau lembar plastic bening yang transparan, sehingga bedengan persemaian lengkap dengan atapnya siap disemai biji blimbing. Penyiapan Biji Belimbing Penyiapan biji belimbing yang akan disemai adalah sebagai berikut: Rendam biji blimbing dalam air dingin atau hangat kuku (55º – 60º C) selama 30 menit atau lebih. Kecambahkan biji blimbing dengan cara disimpan dalam gulungan kain basah di tempat yang lembab selama beberapa waktu. Semai biji blimbing yang telah berkecambah pada lahan persemaian. Caranya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur – alur dangkal pada jarak antara alur sekitar 10 – 15 cm kemudian tutup dengan tanah tipis. Biarkan kecambah tumbuh dan berkembang menjadi bibit muda. Pemeliharaan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan meliputi penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman (pengairan) secara kontinyu 1 – 2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca. Pemupukan dengan pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yang dilarutkan dalam air dengan dosis 10 gram/10 liter untuk disiramkan pada media persemaian setiap 3 bulan sekali. Pengendalian hama atau penyakit dengan cara memotong bagian yang terserang parah, perbaikan drainase tanah dan penyemprotan pestisida pada konsentrasi rendah antara 30 – 50 % dari yang dianjurkan. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dilakukan pada saat bibit berumur 6 sampai 8 bulan. Bibit tersebut dipindahkan dari persemaian ke dalam polybag atau keranjang atau lahan yang telah diisi media campuran tanah dengan pupuk kandang dan dilakukan pendederan sampai bibit benar-benar siap tanam. Demikian teknik pembibitan yang dilakukan di Kelompok Tani Belimbing Artha Mandiri Desa Bono Kecamatan Boyolangu. Bibit belimbing ini sudah dipasarkan di wilayah Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya. Jika berminat bisa dating berkunjung di Kelompok Tani Belimbing Artha Mandiri atau bisa lewat BPP Kecamatan Boyolangu. Ditulis Oleh: Niken Dyah Wardhani, S.Pt. Penyuluh Pertanian Pertama Kabupaten Tulungagung