Loading...

TEKNIK PEMELIHARAAN PADA SAPI POTONG

TEKNIK PEMELIHARAAN  PADA SAPI POTONG
TEKNIK PEMELIHARAAN PADA SAPI POTONG Nilai ekonomis pada usaha sapi potong pada saat ini sangat memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat dan memberikan sumbangan ekonomi terbesar disektor peternakan apalagi teknik pemeliharaan pada sapi potong dilaksanakan sesuai prosedur. Usaha sapi potong banyak di lakukan oleh peternak di wilayah pedesaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga kerja dan tabungan. Di lihat dari bangsanya maka sapi terdiri dari dua jenis yaitu sapi import dan sapi lokal. Sapi impor tersebut meliputi : Sapi Limmousin, Simmental dan Brahman. Sapi lokal meliputi : Sapi Bali dan Sapi Peranakkan Ongole (PO). Sapi potong memiliki tipe rentangan badan yang bagus karena harga daging disekitar tulang belakang relatif mahal, pundak lurus, bagian flank dalam dan rambing bagian tengah. Di samping itu bakalan harus punya badan besar dan panjang, kepala dan moncong besar, tulang punggung lurus, kakai pendek dan kuat serta memiliki bulu yang mengkilat. Untuk memperoleh sapi potong yang bagus tergantung pada teknik pemeliharaan pada sapi potong tersebut. Bila sapi digembalakan maka dalam sehari sapi dilepas 5-7 jam di padang pengembalaan dengan pakan hijauan yang cukup tersedia dipadang gembalaan. Pada penggemukkan secara kreman (kandang) perlu disediakan pakan berupa hijauan 10% dari berat badan dan konsentrat 1-2% dari berat badan. Disamping itu perlu disediakan sumber mineral dan air minum disediakan secara terus menerus. Jenis hijauan rumput unggul antara lain : King Grass, rumput gajah, meksiko, setaria dan lain lain. Jenis Leguminosa (Kacang – kacangan ) antara lain : lamtoro, gamal, turi dan lain-lain. Limbah pertanian berupa jerami padi, jerami jagung. Jerami padi harus diolah sehingganya kandungan proteinnya menjadi tinggi dan serat kasarnya jadi rendah yaitu melalui fermentasi. Teknik pemeliharaan pada sapi potong perlu juga diperhatikan kandangnya. Kandang yang dirancang secara baik, akan memberi peluang untuk pengembangan, mempermudah pemeliharaan, efesiensi tenaga kerja, mudah dalam penanganan limbahnya yaitu berupa air kencing dan kotorannya. Ukuran kandang yang bagus adalah untk 1 ekor sapi yaitu 1.5 x 2 M, letak kandang terpisah dari rumah tinggal, terbuat dari bahan ekonomis, cukup ventilasi dan kemiringan lantai 5 derajat kearah saluran pembuangan dan tempat pakan dibuat didepan berbentu lekung agar mudah dibersihkan. Penulis Cyber : Devi Yulisa, SP PP Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas