Loading...

Teknik Pemupukan tanaman Okra

Teknik Pemupukan tanaman Okra
Tanaman okra akan tumbuh dengan baik jika media tanamnya mampu menyediakan unsur hara yang dibutuhkannya. Masalahnya tidak semua tanah (media tanam) mengandung unsur hara yang cukup untuk tanaman. Oleh karena itu pada kondisi tanah tertentu wajib diberikan pupuk dasar. Unsur hara bisa diatur dengan pemberian pupuk dasar, yaitu dengan menambahkan pupuk kompos, pupuk kandang atau boleh juga ditambahkan pupuk kimia. Pupuk kimia yang bisa digunakan sebagai pupuk dasar adalah pupuk phosphor/phosphat seperti pupuk TSP, SP 36 atau SP 18 serta pupuk kalium dan pupuk nitrogen, misalnya pupuk KNO3, pupuk KCL, pupuk ZA atau pupuk Urea. Dosis pupuk kandang/pupuk kompos dan pupuk kimia disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Semakin tandus lahan untuk budidaya okra maka kebutuhan pupuk dasarnya semakin banyak. Pupuk dasar diberikan dengan cara ditaburkan secara merata diatas bedengan. Kemudian pupuk yang sudah ditabur ditutup menggunakan tanah atau diaduk sampai tercampur rata dengan tanah bedengan. Setelah pemberian pupuk dasar selesai, biarkan bedengan tersiram air hujan agar pupuk meresap dan kompak dengan tanah. 10 atau 15 hari kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik untuk mencegah tumbuhnya gulma dan meminimalisir serangan penyakit. Agar pertumbuhan tanaman okra bisa optimal maka perlu dilakukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan pertama kali dilakukan ketika tanaman okra berusia 10 – 15 hari setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan cara dikocor menggunakan pupuk ZA/Urea dan KCL dengan perbandingan 1:1. Gunakan 1 kg pupuk nitrogen dan 1 kg pupuk KCL dilarutkan dengan 500 liter air dikocorkan pada pangkal batang dengan takaran 500 ml larutan pupuk untuk satu tanaman. Pemupukan dilakukan setiap 7 – 10 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi tanaman. Pemupukan selanjutnya, mulai tanaman berusia 1 bulan pemupukan susulan bisa dilakukan dengan cara ditabur. Bagian tengah mulsa dibelah sepanjang -/+ 20 cm kemudian pupuk ditaburkan pada belahan mulsa tersebut. Belahan mulsa dibuat sesuai dengan jumlah tanaman. Penaburan pupuk sebaiknya dilakukan setelah penyiraman atau ketika tanah dalam keadaan basah/lembab. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, antara lain Za/Urea, KCL, TSP dan NPK. Ketika tanaman mulai berbunga (memasuki masa generatif) gunakan pupuk yang mengandung P dan K tinggi dan kurangi pupuk yang mengandung unsur N. Achmad Farid, SP. Penyuluh Pertanian BPP.Driyorejo