Loading...

Teknik Penanganan Pasca Panen Jagung

Teknik Penanganan Pasca Panen Jagung
Penanganan pasca panen jagung merupakan sebuah proses untuk mendapatkan hasil panen yang sesuai standar kualitas dan mutu. Penanganan ini diharapkan supaya pada masa panen berikutnya, produksi dan kualitas akan meningkat. Oleh karena itu, penanganan ini bisa dikatakan sebagai sebuah stragegi untuk mengurangi resiko gagal panen. Tindakan pasca panen merupakan proses integral dan berkesinambungan, sehingga akan menciptakan jagung yang berkualitas dan bermutu sesuai dengan standar nasional. Tindakan semacam ini sangat dibutuhkan guna menciptakan peluang produksi yang lebih besar. Salah satu teknik penanganan yaitu dengan cara pemipilan. Proses pemipilan dilakukan dengan tujuan memisahkan biji dari tongkolnya. Pemipilan biasanya dilakukan ketika jagung sudah mealui proses pengeringan. Pemipilan jagung bisa menggunakan dua cara, yaitu manual dan mekanik. Cara manual masih menggunakan tangan dengan alat bantu kayu atau pisau untuk mencongkel biji. Kelemahan dari cara ini adalah hasil yang relatif sedikit. Penggunaan cara mekanik lebih memberikan keuntungan terutama dalam hal kecepatan pemipilan. No Tradisional Mekanis 1 Kerusakan rendah Kerusakan biji relatif lebih besar 2 Dapat memilih yang rusak Kapasitas produksi relatif tinggi 3 Kapasitas rendah Kehilangan hasil relatif lebih besar