Loading...

Teknik Penanganan Pascapanen Bawang Merah

Teknik Penanganan Pascapanen Bawang Merah
Bawang merah merupakan tanaman hortikultura sayuran yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dilihat dari segi ekonomi, bawang merah memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi. Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput, berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga seperti pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Oleh karena itu, bawang merah disebut tanaman berumbi lapis.Tanaman bawang merah ini dapat ditanam dan tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Walaupun demikian, untuk pertumbuhan optimal adalah pada ketinggian 0-450 m dari permukaan laut.Umumnya komoditas hortikultura ini peka terhadap keadaan iklim yang buruk seperti curah hujan yang tinggi serta keadaan cuaca yang berkabut.Penanganan Pasca Panen Bawang Merah.Untuk menghasilkan kualitas bawah merah yang baik, harus mengikuti proses penanganan pasca panen bawang merah yang baik dan benar yang terdiri dari beberapa proses: panen, pengeringan awal, pengeringan lanjutan, pembersihan, sortasi, pemotongan daun, grading, pengemasan, penyimpanan dan distribusi. Proses ini sangat penting untuk menurunkan tingkat kehilangan hasil sehingga dapat memperpanjang umur simpan, meningkatkan daya saing dan kualitas produk bawang merah.Menentukan umur panen berdasarkan lokasi, dataran rendah 50-60 hari setelah tanam, medium 70-75 hari setelah tanam, dataran tinggi 80-100 hari setelah tanamTanaman yang siap dipanen memiliki cirri-ciri:Kerebahan daun dan perubahan warna daun menjadi kekuningan mencapai 60-70 % dengan sebagian umbi sudah muncul di atas permukaan tanah;Umbi lapis penuh berisi dan sudah terjadi perubahan warna keunguan pada umbi dan sudah ada tercium bau khas bawang merah.PanenPanen dilakukan pada cuaca cerah dan sesuai dengan standar umur panen. Untuk tanah keras perlu dibasahi tanahnya 1-2 hari sebelumnya untuk menghindari umbi yang tertinggal dan mempermudah pencabutan.Cara panen.Panen dilakukan secara serentak di seluruh petakan dengan umur yang sama;Cabut seluruh tanaman dengan tangan, kemudian setiap kepal daun diikat dengan tali bambu 1/3 bagian atasnya. Besarnya ikatan segenggam tangan sekitar 1 kg, lakukan hati-hati agar kualitas bawang merah baik;Umbi yang tidak tercabut dilakukan pencukilan secara hati-hati dengan alat cungkil dan dikumpulkan untuk furing terpisah;Pasikan hasil panen terhindar dari matahari langsung, atau menggunakan tenda untuk menaungi hasil panen bawang merah.Pengeringan awalProses pengeringan umbi berfungsi untuk menutupi luka pada saat panen dan dilakukan sampai daun layu sekitar 2 hari;Letakkan umbi diatas terpal untuk siang hari dengan sinar matahari cukup dan ditata jangan bertumpuk daun menghadap ke atas agar cepat layu dan tanah yang nempel cepat kering;Lakukan pembalikan ikatan agar bagian dalam daun terkena sinar matahari dan posisi umbi tetap tertutup daun. Lakukan penataan ulang untuk merapikan posisi umbi dalam penjemuran sampai kondisi mongering;Gabungkan 2 ikatan menjadi 1 ikatan;Lakukan penanganan terpisah terhadap bawang merah yang cacat, rusak dan terlepas dari ikatannya;Tutup terpal malam hari untuk penguapan air dan melindungi dari hujan, diberi ruang antar bawang dan terpal sehingga bawang tidak langszun kena terpal.Pengeringan LanjutanPengeringan ini berfungsi untuk menurunkan kadar air umbi pada lapisan luar agar umur simpannya lebih panjang. Pengeringan lanjutan untjk konsumsi diangkap cukup apabila kulit terluar umbi sudah mengelupas dan bunyi mengeresek atau susut sekitar 15-20%. Dilakukan sekitar 7-8 hari setelah furing.Pengeringan utk bibit membutuhkan 12-15 hari sampai warna umbi merah cerah dan melekat pada umbinya atau menyusut 17-22 %.Penggabungan 4 ikatan menjadi 1 ikatan agar pengeringannya merata dilakukan penjemuran dengan membalikkan umbi setiap 3 jam setiap hari apabia hari panas. Kemudian disusun bawang merah kering dalam keranjang untuk proses ke tahap selanjutnyaPembersihanSetelah pengeringan dilakukan, kemudian mengumpulkan hasil panen di bangsal yang lokasinya harus dekat dengan lahan produksi. Pembersihan menggunakan sarung tangan agar kualitas panen lebih bersih dan baik dengan cara memotong daun kering diatas leher umbi kemudian potong akarnya dan bersihkan umbi dari kulit kering dan kotoran menempel. Pisahkan produk yang cacat agar yang lain tidak tercemar mikroba pembusuk Letakkan hasil yang dibersihkan ke dalam keranjang untuk mendapatkan kualitas yang baikSortasi dan gradingDilakukan dengan berdasarkan keseragaman bentuk, kebersihan, kepadatan, bebas penyakit, kerusakan dan ukuran berat, panjang dan diameter.Penggolongan terbagi dalam beberapa mutu sesuai dengan kebutuhan pasar yaitu: Mutu1 dengan diameter siung 3-4 cm, Mutu 2 dengan diameter siung 2-3 cm dan Mutu 3 dengan diameter siung < 2 cmPenyimpananPengeringan dan penyimpanan ditempatkan di para-para gudang yang telah didesain sesuai dengan standar penyimpanan dan pengeringan atau instore dryingGudang dan para-para harus dalam keadaaan bersih dan kering untuk mengurangi resiko pembusukan. Dalam gudang, bawang merah disimpan dan disusun pada para-para tidak lebih dari 6 tingkat. Bersihkan gudang secara berkala dengan ventilasi yang cukup agar sinar matahari dan aerasi udara cukup masuk dari dan ke dalam gudang selama proses instore drying yang dapat menyimpan bawah merah selama 2 bulan.Penting untuk diperhatikan proses penyimpanan yang baikdn benar dapat memperpanjang masa simpan bawang mrah dan mempertahankan kesegarannya. Selain itu membantu dalam pengaturan pemasaran,Apabila ini dilakuan dengan benar, kualitas bawang merah yang dihasilkan baik dan akan mendapatkan keuntungan seara finansia bagi produsenPengemasanHanya produk dalam kondisi baik yang dikemas.Pengemasan dilakukan dengan menggunakan bahan yang aman dan tidak merusak bawang merah sesuai dengan pasarnya.Pasar lokal, menggunakan karung atau jaring plastik yang berlubang-lubang atau keranjang plastik/bambu dengan kapasitas 25-30 kgPasar swalayan, menggunakan try dan ditutup plastik wrapping atau kemasan dengan plastik transparan yg dilubangi dengan berat 0,25-0,5 kg. Restoran/rumah, dikemas dengan kantong atau jaringan plastic yang berlubang ukuran 5 kg. Luar daerah, dikemas dengan kardus yang sudah dilubangi untuk vntilasi udaraEkspor, dikemas dengan kardus khusus dari eksportir lengkap dengan nama dagang dan tanggal panen, kardus dibuat lubang kecil dengan ukuran kardus untuk kapasitas 15-20 kg kglengkap dengan kardus diberik lobang keci-keciDistribusiBeberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pengangkutan yaitu: 1) Karakterisitik produk yang di angkut; 2) Alat dan sarana pengangkutan; 3) Lamanya perjalanan pengangkutan; 4) Tumpukan selama pengangkutan; 5) Kondisi jalan selama pengangkutan; dan 6) Lokasi tujuan pengangkutan.Dengan melaksanakan penanganan pasca panen dengan baik dan benar, kita dapat menekan kehilangan hasil dari 25-40% menjadi semininal mungkin. Serta dapat memenuhi pemintaan konsumen akan produk sehat dan bermutu. Dengan meningkatkan kualitas produk maka kita dapat memiliki produk dengan daya saing yang tinggi di pasaran dan memberikan keuntungan finansial yg lebih baik.Susi Deliana SiregarDaftar PustakaIr. Rahmat Rukmana. 2005.Budidaya dan Pengolahan PascaPanen Bawang Merah. Penerbit Kanisius.