Jahe merah merupakan salah satu jenis herbal yang bisa mencegah masuknya virus kedalam tubuh. Pengembangan jahe merah dapat bermanfaaat dan menguntungkan para petani juga masyarakat karena dapat memperoleh tambahan penghasilan atau pendapatan. Faktor yang Memungkinkan Pengembangan Jahe merah Merah : Beberapa yang mungkin akan menjadi faktor menguntungkan atau mendukung keberhasilan pengembangan jahe merah merah : Permintaan terhadap Jahe merah Merah masih cukup tinggi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Silahkan anda browsing dan searching mengenai permintaan produk agro ini. Teknis pengembangan/membudidayakan jahe merah relatif mudah, dengan menggunakan media tanam di dalam polybag ataupun karung bisa dilakukan. Hambatan pengembangan Jahe merah Merah Kualitas jahe merah harus benar-benar diperhatikan karena hal ini akan menentukan harga jual. Kualitas jahe merah Indonesia masih di bawah negara lain. Penjualan hasil jahe merah menjadi masalah klasik di Indonesia, belum ada regulasi yang jelas mengenai sistem penjualan maupun patokan harga. Teknis pengembangan Jahe merah Merah Syarat tumbuh : Tanaman jahe merah memerlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn Suhu udara yang optimal adalah 20 – 35 derajat Celcius Secara umum dapat tumbuh pada keasaman tanah dengan pH 4.3 – 7.4, kecuali untuk jenis Jahe merah Gajah pada pH 6.8 – 7.0 Persiapan Bibit atau Benih Jahe merah Merah Teknik Persiapan Rimpang : Kita dapat melakukan penanaman dari bibit jahe merah merah yang sudah siap tanam atau sudah bertunas antara 5-10 cm. Namun apabila tidak tersedia, kita dapat menyemaikan bibit dari bentuk rimpang. Teknik Penyemaian Rimpang Beberapa cara dapat dilakukan untuk penyemaian bibit jahe merah dengan menggunakan sistem kotak atau dengan cara membuat bedengan. Teknik Penanaman Jahe merah memakai polybag atau karung ini banyak juga yang menyebut sebagai cara budidaya tanaman vertikultur, artinya budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat Pengendalian Hama dan Penyakit Hama penyakit jahe merah merupakan organisme pengganggu yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi kegiatan usaha pengembangan/ budidaya jahe merah. Teknik Pemanenan Jahe Merah Pemanenan jahe tergantung pada produk akhir yang diinginkan walaupun umumnya jahe dipanen setelah umur 8-12 bulan. Untuk konsumsi segar sebagai bumbu, maka jahe dipanen pada umur 8 bulan. Sedangkan untuk keperluan bibit,maka jahe dipanen umur 10 bulan atau lebih. Sementara untuk keperluan asinan jahe, dipanen muda, yaitu umur 3-4 bulan. Pengumpulan Pengangkutan jahe dari kebun ke tempat pengumpulan yang kuranng baik mengakibatkan kerusakan fisik pada jahe tersebut. Lokasi dan kondisi tempat pengumpulan jahe perlu diperhatikan agar dapat memperkirakan penanganan jahe yang harus dilakukan. Pencucian Pencucian dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran (tanah) serta residu pestisida. Pembersihan kotoran berupa debu, tanah, serpihan dedaunan dapat disemprot dengan air. Pada saat pencucian jahe tidak boleh di gosok agar tidak lecet. Pasca panen Jahe Merah Untuk di jual segar, jahe dapat langsung dikemas dengan menggunakan peti kayu berongga agar sirkulasi udara lancar. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau simplisia, dilakukan penirisan rimpang setebal 1-4mm. Untuk mendapatkan simplisia dengan tekstur menarik, sebelum diiris rimpang di rebus beberapa menit sampai terjadi proses gelatinisasi. Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkan dengan panas matahari atau dengan pengeringan buatan/oven pada suhu 36-460C. Bila kadar air telah mencapai 8-10%, yaitu rimpang sudah bisa dipatahkan, maka pengeringan sudah dianggap cukup. Sumber : Budidaya Jahe merah hasilkan 3x lipat, Engkos K., Irwan N., Penebar Swadaya, 2019. Buku Menanam Dan Memanfaatkan Jahe Merah Sebagai Pangan Fungsional, Titin Sulastri, Marleen Sunyoto, Marvel Reuben Suwitono,Jutti Levita, 2020. https://budidayajahe merahmerah.wordpress.com/ http://manfaattumbuhanbuah.blogspot.com/2013/09/khasiat-jahe merah-merah-untuk-kesehatan.html Penulis :Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email :imanpriyadi@yahoo.co.id