Loading...

Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Sistem SRP

Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Sistem SRP
Hama Tikus merupakan salah satu Organisme Pengganggu Tanaman yang sangat merugikan petani karena dapat menurunkan produksi padi bahkan dapat mengakibatkan tanaman padi mengalami puso. Pada tulisan kali ini saya akan mencoba membahas system pengendalian hama tikus yang dianggap mampu mengurangi bahkan mampu menekan serangan gangguan hama tikus pada tanaman padi.SRP (Sistem Rintangan Perangkap, Pemagaran plastik yang dikeliligi petakan pesemaian atau sawah dan dilengkapi dengan perangkap bubu pada tiap jarak tertentu, SRP terdiri dari tanaman perangkap (tanaman padi) sebagai umpan tikus, pagar plastik untuk mengarahkan tikus masuk perangkap dan bubu perangkap sebagai alat perangkap dan penampungan tikus, SRP yang berukuran 20 m x 20 m dapat mengamankan tanaman padi dari serangan tikus seluar 15 ha. Cara Pemasangan SRP : Pilih petakan sawah berukuran 20 cm x 20 cm untuk dijadikan sebagai petakan tanaman perangkap, Penanaman padi perangkap dilakukan 15 hari lebih awal sebelum penanaman disekitarnya, Pagar plastik yang digunakan dapat berupa plastik bening tebal 0,8 mm atau plastik terpal, Pertama-tama buat pematang dalam selebar 20 cm dengan jarak dari pematang luar 50 cm, Pasang tiang bambu yang telah dibelah menempel pada bagian luar pematang dalm setiap jarak 1 meter mengelilingi tanaman perangkap, Ikatkan tali rapia antara satu tiang bambu lainnya pada bagian atas, tengah dan baweh, Pasang pagar plastik bening setinggi 60-70 cm, lakukan seperti menjahit menggunakan lidi atau hekter pada tali rapia, Untuk pagar plastik terpal bentangkan terpal lalu masukkan tiang bambu pada setiap tempat, pasang menempel pada bagian luar pematang dalam kemudian tarik kuat-kuat mengelilingi tanaman perangkap, Pasang 1-2 bubu perangkap pada masing-masing sisi pagar dengan jarak 10-20 m, letak pintu masuk menghadap keluar dipasang serapat mungkin dengan pagar plastik atau pagar terpal agar tikus tidak menerobos masuk ketanaman perangkap, Buat gudukan tanah, bambu atau kayu didepan pintu masuk bubu perangkap untuk memudahkan tikus masuk dan terperangkap, Periksa bubu perangkap setiap pagi lepaskan hewan bukan sasaran seperti katak, ular, kadal dan lain-lain. Matikan tikus yang terperangkap dengan merendam kedalam air bersama bubu peranghkap, Jarak antara pagar plastik dengan pematang luar yaitu 50 cm atau parit, tidak tidak ditanami padi, selalu terisi air dan ujung bawah plastik selalu terendm air sehingga tikus tidak bisa masuk ke tanaman perangkap, Periksa pagar plastik atau pagar terpal, apabila berlubang atau robek segera perbaiki.SRPM (Sistem Rintangan Perangkap Memanjang), SRPM dipasang didaerah perbatasan antara sawah dengan tepi kampung atau kebun, saluran irigasi dan jalan usaha tani, Pagar plastik bening atau terpal dipasang memanjang setinggi 60 – 70 cm, ditegakkan dengan bambu setiap jarak 1 meter dan dipasang bubu perangkap setiap jarak 10 – 20 m letakkan berselang-seling, posisi pintu masuk menghadap kesawah, menghadap ketepi kampung atau kebun dan jalan usaha tani, Keuntungan SRPM tidak perlu menanam tanaman perangkap.Gerakan Bersama (Gropyokan Massal), Dilakukan serentak pada awal tanaman melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan cara penggalian sarang, penjeratan, pengoboran malam, dan pemburuan dengan anjing.Perangkap Jala Secara Individu, Jala dibuat seperti jal ikan yang diberi pemberat diujungnya. Jala tikus tidak perlu besar. Garis tengah cukup 100 cm, Bentangkan jala diatas lubang tikus mudah kemudian siram dengan air agar tikus mudah keluar dan terperangkap, Cara ini efektif dilakukan pada saat tanaman baik masih muda maupun sudah besarSanitasi Individu, Membersihkan semak belukar atau gulma, membongkar lubang tikus, memperbaiki ukuran lebar dan tinggi pematang yaitu kurang dari 30 cm agar tidak digunakan sebagai tempat bersarang tikus selama musim tanaman padi.Oleh Safrullah,SP/Penyuluh Pertanian Madya