Teknik Pengendalian OPT pada Tanaman PanganOrganisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah Semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan. OPT terdiri dari kelompok : 1) Hama Tanaman (rodentia, insekta, acarina, dll), 2) Penyakit Tumbuhan (jamur, bakteri, nematoda dan virus) dan 3) Tumbuhan pengganggu (gulma).Disiplin Ilmu Perlindungan Tanaman merupakan sinergi serta perpaduan antara banyak disiplin ilmu dasar dan ilmu terapan seperti Entomologi, Acarologi, Nematologi, Virologi, Mikologi, Virologi, Mikrobiologi, Fitopatologi, Ekologi, Biologi Molekuler, Ekonomi, Agronomi, Ilmu Tanah, Klimatologi, Sosiologi, dll. Dengan tujuan melindungi tanaman dari kehilangan hasil akibat serangan OPT.Tupoksi Perlindungan Tanaman menurut Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) Direktorat Perlindungan Tanaman (Pangan, Hortikultura, Perkebunan) Kementerian Pertanian, fungsi Perlintan adalah melindungi tanaman dari: 1) Serangan atau Gangguan OPT, 2) Dampak Anomali Iklim (kekeringan, banjir), 3) Keracunan unsur dan penyakit fisiologi.Sistem Pengendalian Hama Terpadu ini meliputi 1. PHT adalah konsep pengendalian hama dengan mengkombinasikan berbagai teknik pengendalian yang kompatibel, efektif dan efisien serta ramah lingkungan untuk menekan populasi/ tingkat kerusakan hama agar berada dibawah ambang ekonomi. Tujuan PHT adalah Memantapkan produksi pada taraf tinggi, mempertahankan kelestarian lingkungan, melindungi kesehatan produsen & konsumen, meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan kemandirian & kemerdekaan petani.Prinsip dasar HPT ini adalah Budidaya Tanaman Sehat, Pendayagunaan Musuh Alami, Pengamatan Berkala dan Petani Ahli PHT. Budidaya tanaman sehat ini merupakan Prinsipnya mengusahakan tindakan budidaya (berbudi & berdaya) agar tanaman tumbuh sehat dengan vigor yang kuat, sehingga tahan/toleran terhadap serangan OPT. Pemupukan berimbang (kelebihan N stimulan serangan penyakit blast padi). Pengelolaan air. Penggunaan varietas tahan atau toleran, Pengolahan tanah sempurna, baru membuat persemaian (pengendalian tungro), Pemanfaatan jerami untuk kompos, dan tanam jajar legowo.Pendayagunaan musuh alami ini menciptakan lingkungan agar faktor pengendali biologi bekerja optimal, Konservasi Musuh Alami, Introduksi Musuh Alami. Pengamatan secara berkala bertujuan agar Aktifitas pemantauan agroekosistim (kondisi tanaman dan lingkungan). Hasil pengamatan sebagai bahan pengambilan keputusan & upaya tindakan pengendalian hama dan atau tindakan budidaya lain dan pengamatan berkala disesuaikan dengan bioekologi hama dan tanaman. (Andika FD, Airpura)