Loading...

TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis ) PADA JAGUNG (Zea mays) DENGAN MEMANFAATKAN AGENSI HAYATI TRICHODERMA SP

TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora maydis )  PADA JAGUNG (Zea mays) DENGAN MEMANFAATKAN AGENSI HAYATI TRICHODERMA SP
Oleh: Anik Asmawati, SP Penyuluh Pertanian Kecamatan Bangsal Penyakit Bulai pada jagung bisa menyerang kapan saja. Gejala penyakit ini terjadi pada permukaan daun jagung berwarna putih sampai kekuningan diikuti dengan garis-garis klorotik dan ciri lainnya adalah pada pagi hari disisi bawah daun jagung terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidiofor dan konidium jamur. Penyakit bulai pada tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik yang meluas keseluruh bagian tanaman dan menimbulkan gejala lokal (setempat). Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun yang dibentuk terinfeksi. Tanaman yang terinfeksi penyakit bulai pada umur masih muda biasanya tidak membentuk buah, tetapi bila infeksinya pada tanaman yang lebih tua masih terbentuk buah dan umumnya pertumbuhannya kerdil. Di permukaan bawah daun yang terinfeksi, dapat dilihat banyak terbentuk tepung putih yang merupakan spora patogen tersebut. Penyakit yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis ini tidak dapat diobati, namun dapat dilakukan upaya pencegahan. Pengendalian penyakit dengan menggunakan pestisida kimia berdampak buruk pada lingkungan, mikroorganisme yang menguntungkan, dan manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah diantaranya adalah selain menjaga sanitasi, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit misalnya dengan memberikan nutrisi yang cukup dengan pemberian bahan-bahan organik misalnya mol janggel atau sabut kelapa yang mengadung kalium untuk memperkuat batang tanaman. Selain itu, alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sp. Trichoderma sp merupakan agens hayati (musuh alami) yang dapat digunakan untuk pengendalian penyakit bulai pada jagung. Mekanisme jamur Trichoderma sp dalam menyerang jamur patogen dapat dilakukan melalui cara mikoparasitik dan juga dapat dengan antibiosis. Jamur Trichoderma sp mampu menghasilkan enzim yang bersifat anti jamur yaitu kitinase dan juga β-1,3 glukanase yang dapat menghambat pertumbuhan miselia jamur. Aplikasi Trichoderma sp juga dapat meningkatkan aktifitas peroksidase dan juga menginduksi tanaman untuk memproduksi senyawa Fenol yang bersifat anti fungi sehingga dapat menekan potensi serangan patogen dari luar jaringan tanaman. Hal ini akan mengakibatkan tanaman menjadi resisten terhadap serangan patogen. senyawa Fenolik bersama dengan lignin mampu berperan untuk meningkatkan kekuatan mekanik dinding sel dan juga dapat menghambat infeksi dan menekan perkembangan jamur yang bersifat patogen bagi tanaman (berbagai sumber dalam Ivayani, dkk., 2019). Cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit bulai pada jagung dengan memanfaatkan Trichoderma sp adalah sebagai berikut: SEED TREATMENT Cuci benih jagung sampai bersih (dari pestisida), rendam dengan trichoderma cair dengan dosis 10cc Trichoderma dicampur dengan1 liter air Biarkan sesuai lamanya perendaman yang dilakukan petani (biasanya 1 sehari semalam) Tiriskan, kemudian lakukan penanaman PENANAMAN/SEBAGAI URUG Campurkan pupuk kompos yang mengandung trichoderma sejumlah 10 kg dengan pupuk organic 50 kg, aduk rata, berikan untuk penutup jagung (urug) Kompos Trichoderma bisa juga ditambahkan dengan ukuran 1 sdm per lubang tanaman PENYEMPROTAN Lakukan pencegahan dengan cara melakukan penyemprotan dimulai pada saat jagung berusia 7 HST, Lakukan secara berkala setiap 7 hari sekali. Dosis yang digunakan adalah 10 cc Trichoderma cair: 1 liter air. Sumber Pustaka Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 18 (1): 39-45 pISSN 1410-5020 http://www.jurnal.polinela.ac.id/JPPT eISSN 2047-1781 DOI: http://dx.doi.org/10.25181/jppt.v18i1.641 Efektivitas Beberapa Isolat Trichoderma Sp. Terhadap Keterjadian Penyakit Bulai yang Disebabkan oleh Peronosclerospora maydis dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) The Effectiveness of Some Trichoderma sp. Isolates on Disease Incidence of Downy Mildew Caused by Peronosclerospora maydis and Growth of Corn (Zea mays) Ivayani*, Faris Faishol, Nur Sudihartha dan Joko Prasetyo Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Jl. Prof. Soemantri Brodjonegoro, No. 1 Bandar Lampung 35145