Loading...

TEKNIK PERBANYAKAN UBI JALAR DENGAN TUNAS UMBI

TEKNIK PERBANYAKAN UBI JALAR DENGAN TUNAS UMBI
Tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) biasanya dikembangbiakkan melalui cara vegetatif. Stek batang atau stek pucuk sangat umum digunakan masyarakat sebagai bibit atau bahan tanam. Penyediaan sumber bibit ubi jalar dari stek mudah dilakukan dan didapatkan. Sumber bibit dari stek tenyata memiliki kelemahan apabila digunakan secara terus-menerus. Penggunaan stek sebagai sumber bibit budidaya ubi jalar secara terus-menerus mempunyai kecenderungan penurunan hasil. Stek yang digunakan setelah 3-5 generasi harus diganti. Cara vegetatif lain adalah dengan menggunakan umbi. Umbi adalah bagian akar tanaman ubi jalar yang termodifikasi untuk menyimpan cadangan makanan berupa pati. Umbi memiliki mata tunas yang dapat tumbuh. Tunas umbi yang muncul pada mata tunas bisa dijadikan sebagai sumber bibit untuk budidaya ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bibit generasi satu dari hasil penunasan umbi ubi jalar dapat meningkatkan produktivitas pada beberapa klon. PERSYARATAN UMBI YANG BAIK UNTUK BIBIT 1. Umur panen optimal Umbi dipanen pada umur 3−8 bulan, tergantung varietas dan lingkungan tumbuh seperti ketinggian tempat dan teknik budidaya. Kebanyakan varietas dipanen antara 4−5 bulan. 2. Ukuran umbi Umbi yang digunakan sebagai bibit sebaiknya berukuran sedang (sekitar 200 gram/umbi) dan tidak terlalu besar, karena umbi yang berukuran besar lebih cocok untuk dijual. 3. Umbi sehat Umbi untuk bibit sebaiknya berasal dari tanaman yang sehat dan pertumbuhannya baik. Umbi sebaiknya tidak terserang oleh hama, penyakit, atau mengalami kerusakan mekanis selama proses pemanenan, pengangkutan dan pasca panen. TEKNIK MEMPRODUKSI STEK DARI PERSEMAIAN UMBI Pilih lahan yang memenuhi syarat untuk persemaian. Olah lahan dan bentuk bedengan dengan lebar maksimal 1 m Pemberian pupuk dasar pada bedengan (33 gram Phonska/m2) Tanam umbi pada bedengan dengan jarak antar umbi sekitar 3 cm Tutup umbi yang sudah disemai dengan tanah hingga setebal 2−3 cm di atas permukaan umbi. Lakukan penyiraman sesuai kebutuhan menggunakan gembor, overhead sprincle atau irigasi tetes Panen stek pertama dapat dilakukan 5−6 minggu setelah semai terhadap tunas yang sudah mencapai panjang 25−30 cm. Panen stek dapat dilakukan hingga 4 kali dengan interval waktu sekitar 4 minggu Cara panen stek dengan menyisakan batang 3−5 cm dari umbi, bertujuan untuk merangsang tumbuhnya cabang baru sehingga lebih banyak stek pucuk yang dihasilkan Setiap umbi dapat menghasilkan sekitar 15 tunas tanaman Satukan tunas yang sudah dipanen dalam satu ikatan, berisi 100 stek/ikat, setelah itu simpan stek ditempat teduh dengan posisi tegak KEUNTUNGAN STEK DARI UMBI 1. Umbi dapat disimpan untuk waktu yang lama Umbi yang dipanen pada umur tepat dan kondisi sehat dapat bertahan hidup selama 17 bulan disimpan pada ruang terbuka. 2. Pemilihan umbi yang seragam dan baik Karena akan lebih mudah untuk dilakukan, sehingga kemurnian varietas lebih terjaga dan potensi hasil tanaman keturunannya dapat dimaksimalkan. 3. Waktu pengumpulan stek dari persemaian lebih cepat Waktu pengumpulan lebih cepat bila dibandingkan dengan pengambilan stek dari tanaman komersial. Disusun oleh : Rahmawati Penyuluh Madya BBP2TP Bogor Sumber : balitkabi.litbang.pertanian.go.id