TEKNIS BUDIDAYA MENTIMUN (Cucumissativus L.)LATINA Mentimun (Cucumissativus L.) merupakan komoditi hortikultura yang berkembang di Indonesia. Ketersediaan mentimun melalui produksi masih mencukupi kebutuhan nasional, namun penurunan luas lahan dan rendahnya produktivitas perlu diwaspadai sehingga dikemudian hari Indonesia tidak bergantung kepada impor. Rendahnya produktivitas dapat disebabkan faktor ketidaksesuaian lingkungan, teknologi budidaya yang tidak tepat, dan atau kurang adaptifnya varietas mentimun yang beredar di Indonesia. Rendahnya produktivitas varietas dengan wilayah sebaran luas dapat diatasi dengan varietas dengan wilayah sebaran terbatas. Salah satunya adalah mentimun varietas Latina yang dikembangkan oleh petani di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat. Mentimun varietas Latina merupakan singkatan dari LAmposi TIgo NAgori, salah satu kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh tempat berkembangnya varietas ini. Varietas mentimun Latina beradaptasi dengan baik di wilayah kota Payakumbuh dan memiliki keunggulan rasa, umur simpan buah yang lebih panjang dibandingkan dengan varietas lainnya. Tingkat produktivitas varietas mentimun Latina setara dengan varietas unggul yang telah lebih dahulu dikenal. Keunggulan yang lain yang dimiliki oleh varietas mentimun Latina adalah umur panen kategori cepat. Meski tidak berkorelasi secara langsung terhadap produksi, namun umur panen yang lebih cepat dapat mempersingkat masa budidaya tanaman. TEKNIK BUDIDAYA PersiapanLahan Mentimun Latina dapat ditanam pada lahan sawah atau lahan kebun dengan irigasi yang cukup. Tanah diolah dengan pembajakan, dilanjutkan dengan pembentukan bedengan dengan lebar 1 m dan panjang menyesuaikan bentuk lahan. Parit selebar 50 cm dengan kedalaman 20 cm dibentuk diantara bedengan sebagai saluran drainase. Bedengan yang telah terbentuk diolah kembali dengan menaburkan pupuk organic dengan dosis 5 Ton/Ha, kemudian dicampur dengan tanah dan dihaluskan menggunakan cangkul dan garu. Bedengan dapat ditutup dengan mulsa palstik atau mulsa organic untuk mencegah tumbuhnya gulma, dan mempertahankan sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Penanaman Mentimun Latina memiliki jumlah percabangan yang banyak sehingga membutuhkan jarak tanam yang lebih lebar dan ajir yang kokoh dengan tambahan tali. Benih ditanam langsung dengan jarak tanam antar baris 80 cm dan jarak dalam baris 30 cm. Penanaman dilakukan dengan menugal tanah dan memasukkan satu butir benih (daya tumbuh minimal 95 persen). Penanaman paling lambat harus selesai dalam waktu dua hari untuk mendapatkan periode panen serentak. Untuk mendapatkan periode panen berturut lahan dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan antar bagian ditanam berselang tiga hari. Ajir setinggi 150 cm dipasang pada 5 HST agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan tanaman dapat tumbuh memanjat dengan cepat. Pemeliharaan Tanaman Penyulaman Penyulaman bertujuan untuk mempertahankan populasi tanaman sehingga produksi maksimal. Penyulaman dilakukan dengan menanam kembali benih pada lubang tanam yang tidak tumbuh atau tanaman yang tumbuh lemah. Pemupukan Mentimun Latina responsive terhadap pemupukan, dosis pupuk yang diberikan lebih tinggi dibandingkan dengan mentimun lokal. Pemberian pupuk dilakukan secara bertahap sejak awal fase pertumbuhan vegetative sampai masuk fase generatif (Rukmana, 1999). Selain penggunaan pupuk organic sebagai pupuk dasar perlu ditambahkan pupuk sintetik untuk pemenuhan kebutuhan hara ma-kro. Bersamaan dengan penanaman diberikan pupuk Urea dengan dosis 100 Kg/Ha. Selanjutnya pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk majemuk NPK (15 :15 :15) dengan dosis 600 Kg /Ha yang diberikan dalam empat kali pemberian sampai tanaman berbunga (7HST, 14 HST, 21 HST, dan 28 HST). Pengairan Tanaman diairi minimal dua hari sekali bila keadaan kering pada fase perkecambahan, fase awal pertumbuhan vegetatif, dan saat pembungaan dan pembentukan buah. Buah Mentimun latina tidak dapat terbentuk sempurna pada kondisi kekurangan air. Pemangkasan Mentimun latina memiliki percabangan yang banyak dan daun yang rimbun sehingga perlu dilakukanpemangkasan. Pemangkasan dilakukan pada fase pertengahan pertumbuhan vegetative yakni saat tanaman berumur 20 – 25 HST dengan membuang sebagian daun, sebaiknya dilakukan pada sore hari. Pemangkasan bertujuan untuk merangsang terbentuknya percabangan baru karena percabangan penting bagi Mentimun Latina yang bakal buahnya muncul padasetiap node. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Mentimun Latina berasal dari varietas lokal yang tahan terhadap penyakit layu Fusarium dan toleran terhadap Downy mildew. Pada pertanaman uji keunggulan tidak ditemukan dua penyakit penting tersebut. Hama yang sering muncul adalah Aulocophora similisoliver yang menyeran gjaringan daun, Daucus cucurbitae yang menyebabkan busuk buah akibat dimangsa oleh telur yang menetas menjadi larva, dan Aphis gosipii clover yang menghisap cairan sel sehingga tanaman me-ngering keriting. Pengendalian hama tersebut dapat menggunakan insektisida golongan organophosphate dan organoclorin dengan kosentrasi 0.1 – 0.2 persen. Pemanenan Mentimun latina dipanen pada umur buah 5 hari setelah pembuahan, yakni saat buah berukuran panjang 17 – 23 cm, diameter buah 3,5 – 4,5 cm, dengan bobot 110 – 125 gram. Pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai buah satu persatu dan dikumpulkan dalam wadah bersih. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada sore hari saat tekanan turgor tanaman menurun untuk menghindari kerusakan tanaman akibat tersenggol. Yetni Elfina, S.TP/ Penyuluh BPP Kecamatan Lamposi Tigo Nagori