Loading...

TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN MENGGUNAKAN BIJI

TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN MENGGUNAKAN BIJI
Salah satu varietas bawang merah yang dikembangkan dengan biji adalah varietas Tuk-tuk. Ciri-ciri bawang merah ini antara lain bentuk umbi bulat, ukuran seperti bawang merah lokal Philipina, warna umbi merah muda sampai kecoklatan. Bawang ini dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan suhu optimal 25 – 32 derajat celcius, tanah yang cocok adalah tanah yang aerasinya baik, subur, gembur, mempunyai bahan organik tinggi, sedang pH tanah berkisar 5,5-6,5. CARA BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN BIJI Pesemaian Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan, jarak antar bedengan 50 cm. Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang 2 kg/m2 dan kapur pertanian 150 gr/m2, SP 18 100 gr/m2, dan KCl 50 gr/m2. Taburi bedengan dengan sekam padi setebal 10 cm lalu dibakar dan selanjutnya dibiarkan selama 1 hari. Ratakan bedengan, beri pupuk yang telah dipersiapkan kemudian aduk secara merata. Buat alur melintang dengan jarak 5-10 cm dan kedalaman 1 cm. Taburkan biji bawang merah ke dalam alur sebanyak 150-200 biji/alur, kemudian tutup alur dengan tanah halus. Kecambah akan muncul 5-10 hari setelah semai. Bila musim hujan sebaiknya bedengan ditutup dengan sungkup plastik selama 3-4 minggu, karena bila tidak bibit yang disemai saat kena hujan akan rusak dan busuk. Pengolahan Tanah Lakukan pengolahan tanah 2-4 minggu sebelum penanaman dengan kedalaman olah 25 cm. Buat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan dengan keadaan lapangan. Berikan pupuk dasar berupa pupuk ZA sebanyak 952 kg/Ha, SP 18 sebanyak 1.000 kg/Ha, pupuk KCl sebanyak 383 kg/Ha, 3 hari sebelum tanam sebanyak ½ dosis. Pupuk disebar merata diatas permukaan bedengan dan dicampur secara merata dengan tanah permukaan bedengan. Pasang mulsa plastik hitam perak dengan warna hitam menghadap permukaan bedengan. Lubangi mulsa plastik dengan jarak 10 cm x 10 cm dengan menggunakan kaleng susu yang didalamnya diberi bara api. Penanaman Lakukan penyiraman pada bedengan/lubang tanam terlebih dahulu untuk memberikan kelembaban tanah. Tanam bibit yang telah berumur 40-50 hari, 1 lubang 1 bibit. Tekan tanah disekitar pangkal tanaman dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah. Pemeliharaan Pada awal pertumbuhan sampai umur 3 minggu penyiraman rutin pagi dan sore hari, terutama sehabis hujan. Lakukan pemupukan susulan ¼ dosis masing-masing pada umur 30 hari dan 55 hari sejak tanam. Panen dan Pasca Panen Panen dilakukan saat tanaman berumur 65-75 hari setelah tanam, ditandai dengan daun sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah. Cara memanen adalah dengan mencabut tanaman dan menjemurnya dibawah terik matahari langsung atau diletakkan diatas para-para. Untuk dapat bertahan 1-2 tahun bila penanganan pasca panennya baik. Salah satu cara penyimpanan yang baik adalah dengan menyimpan diatas para-para. KELEBIHAN BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN BIJI Perbanyakan bawang merah dengan biji mempunyai prospek cerah karena memiliki beberapa keuntungan (kelebihan) antara lain: Keperluan benih relatif sedikit ±10 kg/ha, Mudah didistribusikan dan biaya transportasi relatif rendah, Daya hasil tinggi serta sedikit mengandung wabah penyakit. Saat ini telah ada varietas baru bawang merah (TUK-TUK) dengan produktivitas tinggi dan dapat ditanam melalui biji serta harga benihnyapun terjangkau. Sementara kelemahannya ialah tanaman bawang merah yang berasal dari biji sering terjadi pemecahan sifat dan harus disemai dulu selama 5-6 minggu. Penulis : Sri Indah Budi Pakarti, S.pt/ PP BPP WEDARIJAKSA Sumber : Rahmat Rukmana. Bawang Merah dari Biji : Teknik Budidaya dan Prospek Agrobisnis. Penerbit Aneka Ilmu. Semarang.