Pakan ternak merupakan kebutuhan primer dalam usaha peternakan secara intensif dimana biaya pakan merupakan biaya terbesar yang dapat mencapai 70 % dari total biaya produksi. Besarnya biaya pakan di Indonesia disebabkan karena kebutuhan bahan pakan masih mengandalkan impor. Di lain pihak Indonesia memiliki lahan hijauan pakan terbatas dan bahan pakan lokal dengan kualitas kandungan gizi yang masih rendah. Di wilayah binaan BPP Kec. Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, masih banyak peternak yang masih mengandalkan jerami kering jika dibandingkan peternak yang beralih ke pakan fermentasi. Beberapa petani ternak di Kelurahan Gempeng, seperti H. Agus Dardiri ternyata sejak lama sudah menggunakan pakan fermentasi sebagai pakan utama ternaknya. Di satu sisi, ketersediaan jerami padi di wilayah ini sangat melimpah, mengingat 70 % usaha pertanian di Kec. Bangil merupakan usaha pertanian padi. Jerami padi dan tongkol jagung merupakan limbah yang tersedia cukup melimpah baik di Kec. Bangil maupun di seluruh Indonesia jika dibandingkan dengan limbah pertanian lainnya. Jerami padi bisa digunakan sebagai pakan ternak dan untuk kompos. Tongkol jagung sangat jarang dimanfaatkan padahal jumlahnya sangat melimpah. Para petani biasanya membakar limbah ini. Jerami padi yang dihasilkan sawah 1 ha dapat digunakan sebagai pakan sapi potong 4 – 6 ekor sepanjang tahun.Di lain sisi kualitas jerami padi dan tongkol jagung sangat rendah, kandungan protein rendah tapi serat kasar dan zat anti nutrisinya sangat tinggi. Usaha ternak sapi potong yang diperuntukkan untuk menghasilkan daging berkualitas baik, pada umumnya dihadapkan pada masalah ketersediaan pakan baik berupa hijauan maupun konsentrat. Produksi hijauan pakan di Bangil sangat terbatas karena lahan – lahan pertanian terdesak karena pemukiman penduduk. Oleh sebab itu penyuluh BPP Kec. Bangil melakukan pembinaan mengenai pengolahan limbah pertanian yang relatif sederhana untuk mendukung ketersediaan pakan sapi sepanjang tahun.Hambatan pemanfaatan jerami padi dan tongkol jagung secara luas sebagai sumber pakan ternak adalah rendahnya nilai nutrisi bila dibandingkan dengan hijauan pakan. Selain itu juga serat kasar dan zat anti nutrisinya tinggi. Jerami padi mengandung zat anti nutrinya berupa lignin dan silika sedangkan tongkol jagung mengandung anti nutrisi tanin dan phytate. Anti nutrisi ini dalam pakan menyebabkan pakan tersebut sulit dicerna sistem pencernaan ternak atau nilai kecernaannya rendah. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan aplikasi teknologi untuk meningkatkan nilai nutrisi dan menurunkan lignin jerami padi. Cara yang biayanya relatif murah, praktis dan hasilnya optimal adalah melalui proses fermentasi. Keunggulan lainnya, jerami padi fermentasi sangat disukai ternak sapi atau nilai palatabilitasnya tinggi. Dari beberapa hasil penelitian, proses fermentasi bisa menurunkan kandungan anti nutrisi.Dikarenakan jerami padi dan tongkol jagung kandungan gizinya masih rendah, untuk menyusun pakan lengkap diperlukan bahan pakan lain sebagai sumber energi dan sumber protein. Bahan – bahan penyusun pakan ternak harus memenuhi beberapa persyaratan. Bahan pakan tersebut harus murah (harganya terjangkau), aman dikonsumsi ternak, mudah didapat, lokasi pengadaannya dekat dan tersedia melimpah. Di dekat lokasi kandang kelompoktani Sejahtera Kelurahan Gempeng banyak terdapat banyak pengrajin tempe dan tempat penggilingan padi (selep) sehingga sangat menunjang dalam penyediaan ampas tempe sebagai sumber protein dan dedak padi sebagai sumber energi.Bahan – bahan yang diperlukan untuk menyusun pakan fermentasi sapi potong :1. Jerami padi 100 kg2. Jagung giling 25 kg3. Tongkol jagung/janggel jagung giling 50 kg4. Ampas tempe (bungkil kedelai) 50 kg5. Pakan konsentrat buatan pabrik 25 kg6. Dedak padi 50 kg7. Air secukupnya8. Probiotik, sebagai sumber mikroba / bakteri bisa menggunakan SoC, Starbio, EM4 peternakan dll sesuai anjuran di kemasan.Alat – alat yang diperlukan1. Choper / pencacah rumput2. Grinder / mesin penghancur pakan3. Sabit atau golok4. Cangkul 5. Timbangan 6. Terpal 7. Ember 8. Alat penyiram air9. Plastik 10. Lakban 11. Drum, wadah atau tong udara kapasitas besarCara pembuatan :1. Jerami padi diusahakan kondisinya baru dipanen dari sawah atau kandungan air 60 % (relatif segar).2. Jerami padi dicacah ukuran 10 – 20 cm menggunakan choper / mesin pencacah rumput. Jika tidak ada choper, bisa menggunakan alat sederhana seperti sabit atau golok.3. Tongkol jagung dihaluskan dalam grinder4. Siapkan terpal untuk alas mencampur bahan pakan.5. Bahan – bahan pakan dicampur secara merata.6. Probiotik dicampur dengan air sesuai anjuran yang tercantum di kemasan. Aduk hingga merata.7. Siramkan probiotik secara merata. Sementara menyiram probiotik, bolak balik pakan dengan cangkul sampai pakan dan probiotik tercampur merata.8. Masukkan bahan tersebut ke tong sampai maksimal ¾ penuh. Tutup tong rapat, berikan lapisan plastik dan amankan dengan dilapisi lakban9. Diamkan selama 2 hari hingga 2 minggu. Jika menggunakan produk SoC, proses fermentasi bisa berlangsung lebih cepat minimal 2 hari. Jika menggunakan EM4, proses fermentasi berlangsung 2 minggu.10. Simpan di tempat yang bersih, kering, sejuk, tidak panas dan terhindar dari sinar matahari langsung Manfaat pakan ternak fermentasi :1. Dapat menurunkan zat anti nutrisi yang ada dalam pakan.2. Dapat meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak3. Dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan hewan ternak.4. Menambah nafsu makan hewan ternak sehingga pertumbuhan ternak akan lebih maksimal.5. Bobot ternak akan cepat bertambah secara alami6. Ternak akan lebih sehat dan jarang sakit. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan mikroba yang menguntungkan di sistem pencernaan ternak akan menekan bakteri atau mikroba yang merugikan.7. Mengurangi efek samping hijauan muda yang bisa menyebakan ternak kembung dan mencret.8. Mengurasi tingkat stres pada ternak9. Mengurangi bau kotoran dari hewan ternak sehingga mengurangi pencemaran udara lingkungan.10. Daging yang dihasilkan lebih berkualitas. Hal ini terlihat dengan bau daging yang tidak amis, rendah kolesterol dan lebih berisi.11. Bisa meningkatkan produksi susu untuk sapi dwifungsi12. Limbah dari kotoran dan urine hewan ternak akan lebih berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang baik dan biogas alami.13. Mengurangi ancaman cacing atau telur cacing karena akan mati saat proses fermentasi14. Menekan biaya pakan dan menghemat biaya tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena bahan pakan yang digunakan bisa dari serat apa saja yang penting tidak beracun. 15. Menghemat waktu peternak karena pakan fermentasi akan lebih tahan lama. Pakan hijaun yang semakin terbatas dan kualitas pakan limbah pertanian yang rendah perlu suatu terobosan teknologi. Sudah saatnya kita meninggalkan cara beternak dengan mengandalkan pakan konvensional dan beralih menggunakan pakan fermentasi. Melimpahnya limbah pertanian seperti jerami padi dan tongkol jagung ternyata memiliki potensi yang cukup baik sebagai pakan. Dengan mengaplikasikan teknologi fermentasi menyebabkan pakan dengan kualitas yang rendah tersebut menjadi pakan dengan nilai nutrisi yang tinggi. Penggunaan pakan fermentasi sudah banyak dirasakan kelompoktani di wilayah binaan BPP Bangil terutama kelompoktani Sejahtera Kelurahan Gempeng. Ternak yang mengkonsumsi pakan fermentasi menyebabkan kotorannya tidak berbau. Hal ini sesuai sekali dengan wilayah perkotaan, khususnya Bangil yang merupakan ibukota Kabupaten Pasuruan. Ternak menjadi mudah gemuk dan sehat sebab kandungan gizi pakan yang difermentasi meningkat. Dari beberapa pengalaman peternak, ternak yang mengkonsumsi pakan fermentasi bisa dipanen jauh lebih cepat.