Loading...

TEKNOLOGI PANEN DAN PASCA PANEN PADI

TEKNOLOGI PANEN DAN PASCA PANEN PADI
Komponen teknologi penunjang dalam PTT padi yang paling akhir adalah panen dan pasca panen. Salah satu komponen yang penting manakala dalam menunjang dan memantapkan penerapan komponen tekhnologi dasar dan hendaknya selalu diterapkan berdasarkan/disesuaikan kondisi setempat. Ciri-ciri tanaman padi siap /bisa dikatakan siap panen : 90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning. Malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata. Kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester. Kerontokan gabah sekitar 16-30% (cara mengukurnya dengan meremas malai dengan tangan) Ketidaktepatan dalam penentuan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah/beras yang rendah. Alat dan mesin padi yang umum digunakan yaitu: Ani-ani ( memotong tangkai padi ) Sabit ( memotong atas, tengah dan bawah batang padi, tergantung cara perontokan ) Pedal theser Power theser Mesin Combin harvester Perontokan Padi Setelah pemotongan padi, perontokan merupakan tahapan selanjutnya, tujuannya adalah melepaskan bulir-bulir gabah dari malainya dengan cara diiles/injak-injak, pukul atau dengan pedal/power thresher. Gunakan alas terpal untuk menghindari banyaknya gabah yang tercecer. Pengangkutan Gabah Pengangkutan gabah dari sawah ke rumah/ tempat prosesing. Pengangkutan bisa dilakukan dengan cara dipikultenaga manusia, kendaraan. Pengeringan gabah Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diolah/digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama. Kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan proses pengeringan dapat mencapai 2,13 %. Untuk pengeringan gabah bisa dilakukan dengan cara menjemur langsung gabah dengan memanfaatkan panas sinar matahari atau dengan mesin pengering buatan (drayer) Penyimpanan Penyimpanan merupakan tindakan untuk mempertahankan gabah/beras agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah/ beras dapat mengakibatkan terjadinya respirasi, tumbuhnya jamur, dan serangan serangga, binatang mengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah/beras. Penggilingan Penggilingan merupakan proses untuk mengubah gabah menjadi beras. Proses penggilingan gabah meliputi pengupasan sekam, pemisahan gabah, penyosohan, pengemasan dan penyimpanan.