Loading...

TEKNOLOGI PENGOLAHAN BAWANG MERAH DI DESA CANCUNG KECAMATAN BUBULAN KABUPATEN BOJONEGORO

TEKNOLOGI PENGOLAHAN BAWANG MERAH  DI DESA CANCUNG KECAMATAN BUBULAN KABUPATEN BOJONEGORO
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada umumnya digunakan sebagai bumbu penyedap masakan sehari-hari dan sangat disukai karena baud an aromanya yang khas. Komoditas ini dapat dijumpai dalam jumlah yang melimpah pada saat panen raya dengan harga yang relative murah dan sebaliknya di luar musim harganya cukup tinggi. Penanganan pasca panen yang kurang baik pada saat produksi melimpah dapat mengakibatkan pembusukan ataupun pertunasan dini, selain itu dapat menimbulkan permasalahan pada persediaan bawang merah sepanjang musim. Oleh karena itu antisipasi terhadap peningkatan produksi bawang merah perlu dibarengi dengan peningkatan penanganan pasca panen, terutama dalam hal pengolahan guna memperpanjang masa simpan, dan mempertahankan mutu, menjamin kontinuitas stok bawang merah serta meningkatkan nilai ekonominya. Pengolahan bawang merah yang sudah dikenal dalam bentuk : tepung, irisan kering, bawang goring dan acar. Proses pengolahan dapat dilakukan oleh petani sendiri ataupun industri khusus, baik dalam skala kecil (industri rumah tangga) maupun dalam skala besar (industri komersial). Seperti halnya yang terjadi di Desa Cancung Kecamatan Bubulan, dimana tiap musim tanam bawang merah selalu ada penambahan luas areal tanam, untuk itu ada kecenderungan produksi bawang merah melimpah, sehingga muncul permasalahan baru yaitu disaat panen raya bawang merah, harga jual menurun, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan Teknologi pengolahan bawang merah. Untuk itu kelompok tani “ DWI CABANG “ Desa Cancung Kecamatan Bubulan telah melakukan pengolahan bawang merah yaitu dalam bentuk bawang goreng. Adapun sampai saat ini kapasitas produksi bawang goreng sudah mencapai 100-130 kg dalam bentuk bawang goreng, sehingga kebutuhan bahan baku bawang merah basah mencapai 150 kg - 250 kg per hari. Pengolahan bawang merah dapat dilakukan dengan mengolah umbi segar melalui penggorengan. Pembuatan bawang goreng merupakan salah satu alternatif untuk menyimpan lebih lama jika dibandingkan dalam bentuk segar. Untuk mendapatkan bawang goreng yang berkualitas tidak terlepas pula dari perlakuan saat panen. Penentuan umur panen sangat penting untuk menghasilkan bawang goreng yang berkwalitas (Oleh : Kholif, SP. Penyuluh Pertanian Kecamatan Bubulan)