Loading...

teknologi pengolahan silase sebagai pakan ternak ruminansia

teknologi pengolahan silase sebagai pakan ternak ruminansia
teknologi pakan ternak ruminansia meliputi kegiatan pengolahan bahan pakan yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi, meningkatkan daya cerna dan memperpanjang masa simpan.sering juga dilakukan dengan tujuan untuk mengubah limbah pertanian yang kurang berguna menjadi produk yang berdayaguna.pengolahan bahan pakan yang dilakukan secara fisik (pemotongan rumput sebelum diberikan pada ternak) akan member kemudahan bagi ternak yang mengkonsumsinya. pengolahan secara kimiawi (dengan menambah beberapa bahan kimia pada bahan pakan agar dinding sel tanaman yang semula berstruktur sangat keras berubah menjadi lunak sehingga memudahkan mikroba yang hidup didalam rumen untuk mencernanya. banyak teknik pengolahan telah dilakukan dinegara-negara beriklim subtropics dan tropis, akan tetapi sering menyebabkan pakan menjadi tidak ekonomis dan masih memerlukan teknik-teknik untuk memodifikasinya, terutama dalam penerapan nya ditingkat peternak. salah satu teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan dilapangan adalah pembuatan silase. pembuatansilase silase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan atau leguminosa) yang disimpan dalam bentuk segar mengalami prosesensilase. pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan dimusim kemarau atau ketika penggembalaan ternakt idak mungkin dilakukan.prinsip utama pembuatan silase: menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel tanaman. mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara. menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk. pembuatan silase pada temperatur 27-35 0c, menghasilkan kualitas yang sangat baik. alat : alat pemotong/chopper jika tidak ada bisa menggunakan alat pemotong manual seperti sabit dengan panjang sekitar 5 cm sekop untuk mengaduk adonan silo (tempat untuk memproses silase) plastik untuk alas atau penutup, bisa juga menggunakan kantong plastik bahan : rumput dedak padi/ tepung gaplek 4% dari berat bahan baku molases/tetestebu, em4, 2 % dari berat bahan baku pengolahan bahan silase dipotong-potong dengan ukuran sekitar 3-5 cm. pada musim hujan bahan silase rumput perlu dilayukan untuk mengurangi kadar air, tambahkan dan campur bahan hijauan yang telah dilayukan dengan dedak padi, tetes tebu, tepung gaplek jumlahnya 4% dari hijauan yang akan disilase. aduk adonan menjadi satuan campurkan secara merata masukkan adonan yang sudah tercampur secara merata kedalam silo/kantung plastik. kemudian dipadatkan.(ukuran standar kepadatan:650kg harus dapat masuk dalam silo ukuran 1 meter kubik dengan cara diinjakinjak (untuk memaksimalkan proses silase, silo plastik) kemudian diperam (diinkubasi) selama 21 sampai 30 hari. ditutup rapat dan tidak boleh ada lubang udara. tutup atas ditindih dengan karung-karung berisi tanah atau pasir. prosessilase/fermentasi berlangsung sekitar 21 hari lebih apabila proses berjalan baik, ditandai dengan tidak adanya jamur dan baunya asam, maka penyimpanan dapat diteruskan sampai saat dibutuhkan pengambilan silase harus secara cepat dan segera ditutup kembali, bahanp akan hasil silase yang sudah dikeluarkan dari silo harus segera diberikan ke ternak metodepelayuan hijauan dilayukan dahulu selama 2 hari (kandungan bahank ering40% - 50%) selanjutnya lakukan seperti metode pemotongan. kriteria silase yang baik: tidak berjamur aroma khas dan tidak berbau busuk tidak terdapat benda asing mempunyai tekstur segar berwarna kehijau-hijauan disukai ternak tidak menggumpal penyusun : zulfuadi, s.st