Jeruk Keprok (Citrus reticulata) merupakan salah satu jenis jeruk yang dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Pohon jeruk ini memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan jeruk lainnya. Bunganya dapat diserbuki dengan bantuan lebah, penyerbukan sendiri, atau secara partenokarpi. Tanaman ini merupakan jenis pohon dengan tinggi 2-8 meter. Sumber gambar: www.google.com Tangkai daun bersayap sangat sempit sampai boleh dikatakan tidak bersayap, panjang 0,5-1,5 cm Helaian daun berbentuk bulat telur memanjang, elliptis atau berbentuk lanset dengan ujung tumpul, melekuk ke dalam sedikit, tepinya bergerigi beringgit sangat lemah dengan panjang 3,5-8 cm. Bunganya mempunyai diameter 1,5-2,5 cm, berkelamin dua daun mahkotanya putih. Buahnya berbentuk bola tertekan dengan panjang 5-8 cm, tebal kulitnya 0,2-0,3 cm dan daging buahnya berwarna oranye. Rantingnya tidak berduri dan tangkai daunnya selebar 1-1,5 mm (Van Steenis, 1975). Jeruk keprok banyak mengandung vitamin c yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Untuk mendapatkan hasil maksimal pada tanaman jeruk keprok maka dilakukan perbanyakan bibit yang baik dari teknik perbanyakan okulasi. Tingkat keberhasilan teknik ini sangat tinggi, dengan catatan bakal tanaman yang akan digunakan harus dalam kondisi prima dan kesehatannya terjamin. Okulasi adalah menempelkan entres atau mata tunas yang berkualitas unggul ke batang yang akan di perbaiki mutu tanamannya agar menyatu dan tumbuh menjadi tanaman baru. Keungulan okulasi jika pemilihan entres tepat yaitu: a) Tanaman yang diokulasi cenderung pendek sudah berbuah; b) Lebih irit pengeluaran karena dalam waktu singkat sudah berbuah; c) Dapat di tanam pada lahan yang sempit; d) Hasil Buah nantinya bisa dipilih yang berkualitas baik. Dengan mengetahui kelebihan dari okulasi maka semangat dalam memperbaiki mutu tanaman dengan teknik okulasi bisa lebih meningkat. Dalam melakukan teknik okulasi ada alat yang harus dipersiapkan. Persiapan untuk alat Pisau okulasi atau cuter, untuk melakukan tekhnik okulasi ini pisau atau cuter harus seteril dan tajam. Plastik okulasi atau jika tidak ada bisa pakai plastik biasa kemudian ditarik hingga panjang dan tips, ingat! plastik juga harus bersih. Persiapan mencari mata tunas atau entres Dalam mencari mata tunas maka ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan untuk memperoleh hasil okulasi yang sempurna, kriteria pemilihan entres tanaman yang baik antara lain : a) Entres diambil dari tanaman yang tahan terhadap hama; b) Entres dari tanaman yang sudah berbuah atau tanaman unggul dari segi hasil yaitu berbuah banyak enak; c) Entres dari tanaman yang tahan terhadap pengaruh cuaca yang berubah ubah atau kata lain adaptif; d) Khusus pemilihan entres yang mudah menempel atau mudah hidup jika okulasi dilakukan, dapat dipilih entres dari tanaman yang kambium sedang aktif yang ditandai dengan adanya tunas-tunas baru; e) Khusus tanaman jeruk cari entres yang sudah terlihat seperti jerawat yag telah memutih tapi belum memecah atau belum terlihat daunnya; f) Cari entres yang mudah dipisahkan dari batang, jangan mencari mata tunas yang sulit dipisahkan dari batang, karena biasanya akan gagal. Pemilihan tanaman bawah Tanaman yang akan di jadikan batang bawah harus memenuhi kriteria: a) Harus memiliki perakaran yang kuat, untuk menopang pohon di atasnya dan mencari air dan nutrisi dari dalam tanah; b) Batang yang kuat; c) Sehat; d) Besar batang tanaman sesuai umurnya; e) Tahan terhadap kekurangan air dan kelebihan air. Untuk syarat yang sama-sama harus terpenuhi dari batang bawah dan entres adalah sama-sama kambium sedang aktif, sehingga kulit dan entres sama-sama mudah dikelupas dari kayu Untuk menjadikan kambium tanaman aktif maka bisa dipupuk satu minggu sebelumnya, pada saat kambium tanaman aktif dapat kita lihat atau yang ditandai tanaman sedang bertunas. Pengikatan Pengikatan ini bisa menutup bakal mata tunas atau tidak menutupnya. Keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan tersendiri. Untuk yang menutup bakal mata tunas: Kelebihannya bisa terhindar dari hama Kekurangannya saat akan tumbuh tunas baru dari bakalan mata tunas, maka plastik yang menutupi harus disobek. Karena biasanya entres tidak mampu menembus plastic okulasi Untuk yang tidak menutup bakal mata tunas: Kelebihannya jika saat mata tunas tumbuh maka tidak perlu repot membukanya Kelemahannya akan mudah diserang hama pengganggu tanaman Langkah-langkah okulasi tanaman Jeruk Keprok Setelah syarat-syarat di atas terpenuhi, maka langkah-langkah okulasi adalah: 1) Pilih entres dari indukan yang sehat, hindari pemilihan pada batang yang masih muda atau sudah terlalu tua (berwarna kecoklatan); 2) Buang daun dan sisakan sedikit tangkainya, lalu siapkan batang bawah jeruk. Usahakan batang bawah juga dalam kondisi sehat dan dalam masa vegetatif yang ditandai dengan sedang keluar pupus mudanya; 3) Gunakan pisau tajam yang telah disiapkan sebelumnya, bikin irisan dari atas kebawah membentuk sudut sekitar 45 derajat terhadap salah satu sisi batang bawah. Pengirisan disini dilakukan dari kulit luar hingga terhenti mengenai batang / kayunya. Tujuannya sebagai batas bawah dalam proses pengelupasan kulit jeruk selanjutnya. Ingat, pilihlah lokasi pengirisan yang batangnya mulus, karena tepat diatas pengirisan pertama ini lah mata tunas akan kita tempelkan; 4) Langkah selanjutnya, kelupas kulit batang bawah jeruk sekitar 2-2,5 cm diatas irisan pertama tadi. Lakukan dengan pisau tajam, kelupas selebar kurang lebih 1/2 cm dari atas kebawah hingga terhenti mengenai batas bawah yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya akan terbentuk bidang yang akan di okulasi dengan tanpa adanya kulit penutup. Pengirisan batas bawah yang kita lakukan dengan sudut kemiringan 45 derajat dari atas ke bawah sebelumnya, akan menyisakan sedikit sisa kulit batang yang nantinya sebagai penyangga mata tunas; 5) Selanjutnya pengambilan mata tunas. Dalam pengambilan mata tunas jeruk kita bisa menyertakan sebagian kayu tempat menempelnya mata tunas. Iris sekitar 1 cm dibawah mata tunas dengan membentuk sudut kemiringan 45 derajat dari atas ke bawah hingga mengenai sebagian kayu entres. Untuk lebih mudahnya kita sebut saja sebagai batas bawah entres; 6) Selanjutnya lakukan pengambilan mata tunas (dengan sebagian kayunya) dengan pisau tajam. Lakukan beberapa cm dari atas mata tunas ke arah bawah hingga bertemu dengan batas bawah irisan entres. Perhatikan posisi pemegangan pisau seperti gambar dibawah, sebab hal ini akan mempermudah dan mempercepat proses penngambilan mata tunas hingga proses penempelannya ke batang bawah; 7) Sesaat setelah itu, langsung tempelkan mata tunas pada bidang okulasi. Pembentukan batas bawah pada batang bawah dan pada entres yang masing-masing membentuk sudut kemiringan sekitar 45 derajat tadi akan menyatu presisi dan menahan mata agar tidak mudah goyang dalam proses pengikatan plastik. Ikat dengan plastik yang telah disiapkan, ikat dari bawah ke atas dan kembali kebawah; 8) Dalam kurun sekitar 17-20 hari pasca proses, ikatan plastik bisa dibuka, jika mata tunas kelihatan masih hijau segar, berarti proses okulasi berhasil, jika berwarna coklat berarti proses gagal dan bisa dilakukan pada bidang lainnya. Pada proses okulasi yang berhasil setelah palstik dibuka, beberapa cm dari mata tunas dapat kita lakukan perobohan batang bawahnya. Lukai sebagian batang lalu tekuk dan robohkan batang bawah. Proses ini dimaksudkan agar mata tunas cepat keluar tunas baru; 9) Setelah mata tunas keluar daun baru, lakukan pemotongan batang bawah tepat ditempat perundukan tadi. Untuk perawatan tetap sama perlakuannya dengan tanaman yang tidak diokulasi. Semoga teknik okulasi dalam perbanyakan jeruk keprok ini berhasil dilakukan ….. Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka Wudiyanto, R.2002 Membuat Stek, Cangkok dan Okulasi. Penebar Swadaya.Jakarta Supriyanto, A. 1994 . Pengelolaan Semai Batang Bawah Jeruk. Makalah Pelatihan Pengelolaan Pembimbitan Jeruk Bebas Penyakit. Sub Balai Penelitian Hortikultura Tlekung, Malang.