Loading...

Teknologi Produksi Kacang Tanah (arachis Hypogea L)

Teknologi Produksi Kacang Tanah (arachis Hypogea L)
Kacang tanah sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan setahun, diduga masih perlu ditingkatkan sejalan dengan kenaikan pendapatan atau jumlah penduduk. Kemungkinan terjadinya permintaan dicerminkan dengan adanya kecenderungan meningkatnya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung dan kebutuhan pasokan bahan baku industri hiir antara lain industri kacang kering, indutri produk olahan lainyang siap dikonsumsi baik dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan dalam bentuk pasta. Karakteristik lahan darat dan rawa-rawa, tinggi tempat 5 - 75 m dpl, suhu 23 – 32 C,ph tanah 5 – 6 dan curah hujan 2000 – 2500 mm pertahun, yang cocok untuk budidaya kacang tanah. Lahan pekarangan dan ladang masih sangat berpotensi untuk dikembangkan budidaya kacang tanah sedangkan prospek pemasaran cukup bagus dikarenakan dapat dijual dipasar desa dan daerah jalan lintas timur Jawa Sumatra. PengolahanTanah Pengolahan tanah, tanah dibajak 2x sedalam 15 – 20 cm, lalu digaru dan diratakan bersihkan dari sisa-sisa tanaman dan gulma Dibuat bedengan selebar 3-4 meter, antarbedengan dibuat saluran drainase sedalam 30 cm dan lebar20cm Penanaman Cara tanam yang baik dengan Jarak tanam 40 x 15 cm satu – dua biji/lubang dengan cara ditugal. Pupuk organic diberikan sebagai penutup lubang dengan 25 gram/lubang. Pemupukan Tanah yang kurang subur, gunakan jarak tanam yang lebih rapat (40 x 10cm).Pemupukan ,pupuk 50 kg Urea/ha atau 100 kg ZA/ha, diberikan pada saat tanam atau pada umur 7-15 hari dengan cara tugal atau larik dan berikan 100kg SP 36 perhektar pada saat tanam. Bila kandungan P tersedia dalam tanah kurang dari 12 ppm, perlu diberikan 100 kg SP 36 perhektar, yang dibrikan pada saat tanam.Kebutuhan pupuk KCL 35-50 kg/ha, KCl (60%) pupuk KCL diberikan pada saat tanam. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian Hama utama antara lain : wereng Empoasca, penggerek daun Stomopteryx subscesivella, ulat jengkal Plusia chelcites, ulat grayak Spodoptera litura. Hama dapat dikendalikan dengan insekticida kimia ( Regent 50 EC, Decis2.5Ec,Confidon 70 WS, Marshal 200 SC), diaplikasikan berdasarkan pemantauan hama. Sedangkan penyakit utama kacang tanah antara lain layu bakteri Raltonia solanacearum, bercak daun awal Cercospora aracidicola, bercak daun akhir Cercospporidium personatum dan karat Puccinia arachidis dikendalikan dengan fungisida kimia (Topsin, Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsane MX200 atau Deconil ) diaplikasikan pada umur35, 45, dan 60 hari. Penyiangan gulma dan pembubunan dilakukan sebelum tanaman berbunga dan pembentukan ginofor (polong). Periode krisis tanaman pada umur 25, 50, dan umur 75 hari. Apabila pada umur kritis tersebut terjadi kekurangan air, maka perlu pengairan yang dapat dimasukkan melalui saluran antar bedengan. Panen dan Pasca Panen Tanda tanaman yang siap panen yaitu: kulit polongnya telah keras, berserat, bagian dalam berwarna coklat dan polong mudah pecah dan kondisi tanah harus lembab agar polong tidak tertiggal dalam tanah. Polong dirontokkan, dikeringkan hingga kadar air 12% yang ditandai dengan mudah terkelupas kulit arinya. Disimpan pada gudang yang kering, sirkulasi udara lancer, tidak lembab dan bebas hama gudang. Disusun Oleh : Pujiyono, S.P (Penyuluh Pertanian) BPP Kayu Labu Kec. Pedamaran Timur Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. OKI