Loading...

Teknologi untuk memperbaiki kualitas durian Oleh : Hafita Sajratun Pua Note, SP

Teknologi  untuk memperbaiki kualitas durian Oleh : Hafita Sajratun Pua Note, SP
Durian merupakan buah yang memiliki daya tarik kuat dan menjadi idaman karena cita rasanya yang istimewa. Acap kali timbul harapan yang tinggi ketika bersiap membuka buah yang satu ini. Namun setelah buah dibuka, tidak jarang kita menjadi kecewa karena ternyata rasanya hambar dan becek. Sering juga daging buahnya sebagian mentah dan keras. Masalah durian yang hambar dan mengkal umumnya di alami pekebun durian yang menanam varietas yang berbuah besar seperti Monthong, biasanya setelah berbuah beberapa kali, hasil panennya cukup bagus dan buahnya lebat. Namun, setelah berbuah lebat tidak jarang tanaman menjadi meranggas, cabangnya kecil, dan rantingnya mengering bahkan kemudian sebagian tanaman mati. Hal tersebut karena tanaman kekurangan unsur hara, terutama kalsium (Ca). Pada tanaman durian yang aktif tumbuh, kalsium dibutuhkan setara dengan jumlah kalium (K).namun umumnya pekebun durian hanya memberikan pupuk NPK. Akibatnya setelah beberapa kali berbuah, tanaman kekurangan unsur tersebut. Penanganan masalah di atas adalah sebagai berikut : Pemupukan tepat dan berimbang Pemupukan durian terbagi atas 2 yaitu : pemupukan utama menggunakan unsur makro, kompos dan kapur pertanian Pemupukan utama dilakukan selama 3 kali dalam setahun yaitu setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah. Aplikasi pupuk utama sebagai berikut : Pemupukan I dilaksanakan setelah semua buah dipanen, sebelum dipupuk, tunas tunas air dan cabang serta ranting yang sakit dan terlalu rimbun dipangkas. Selanjutnya diberikan kompos atau pupuk kandang 2-2,5 kg/m2, kapur pertanian (dolomit) 50-100 g/m2, dan NPK 15-25 g/m2. Pemupukan II. Dilaksanakan 4 bulan setelah pemupukan pertama pada akhir musim. Pupuk yang diberikan yaitu SP-36 15-20 g/m2 dan NPK 7-10 g/m Pemupukan III dilaksanakan 4 bulan setelah pemupukan ke 2 atau pada pertengahan masa pembesaran buah, sekitar 60-75 hari setelah bunga mekar, pupuk yang diberikan yaitu SP 36 3-6 g/m2 dan KCl 7-10 g/m2. Pemupukan tambahan untuk keperluan tertentu. Aplikasi pupuk tambahan sebagai berikut : Pupuk Daun tipe D,untuk pertumbuhan vegetatif. Diaplikasikan dengan cara semprot pada daun setelah tanaman mengalami pertunasan. Pupuk Daun tipe B, untuk pertumbuhan buah dan bunga.diaplikasikan dengan cara semprot pada bunga dan daun pada saat mulai muncul bunga sebesar mata kepiting (Stadia I) dan diulang setiap 10 hari atau 14 hari sampai buah masak (2 minggu sebelum panen) Kalium Nitrat (KNO3) dan Kalsium Nitrat (CaNO3) untuk meningkatkan kualitas rasa,teksturdan warna daging buah. Aplikasinya masing masing pupuk sebanyak 50 gram dilarutkan dalam 20 liter air lalu disemprotkan pada daun atau disiramkan di area perakaran pada satu bulan sebelum panen (75-90 hari setelah bunga mekar). Pengaturan Jumlah bunga dan bakal buah Pengelolaan bunga dan bakal buah berdasarkan fase perkembangan tanaman : Stadia bunga II (elongasi : bunga sebesar batang korek api), mulai dilakukan pengurangan bunga,terutama yang letaknya di ujung cabang dan yang tumbuh dicabang kecil (diameter < 3cm). Pada dua lokasi ini diusahakan tidak ada bunga karena kalau menjadi buah kualitasnya rendah. Stadia bunga III (bunga mekar sampai kelopak bunga lepas), dilakukan pengurangan jumlah bunga pada cabang produksi. Pengurangan dilakukan pada dompolan yang terlalu rapat dan kuntum bunga yang beda umurnya terlalu jauh. Satdia Buah I (Buah seukuran kelereng sampai sebesar telur) dilakukan pengurangan buah yang tidak normal atau terserang hama penyakit. Stadia Buah II (Buah seukuran bola tenis) dilakukan penjarangan lagi dengan menyisakan 1 -2 buah per dompol. Pada stadia ini jumlah buah sudah mendekati jumlah buah yang ditargetkan