Kegiatan Temu Teknis diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Sijunjung di Aula Wisma Anggrek, Muaro Sijunjung pada hari Kamis, 28 Agustus 2014. Temu Teknis adalah forum pertemuan untuk membangun persamaan gerak dan langkah dari berbagai unsur terkait lingkup pertanian (PERMENTAN Nomor: 28/Permentan/OT.140/4/2012). Temu teknis ini merupakan kali keempat yang telah dilaksanakan oleh BP4KKP Kabupaten Sijunjung pada tahun 2014 dengan menghadirkan 35 orang Penyuluh yang berasal dari 8 Kecamatan. Topik dalam temu teknis ini adalah Teknis Multimedia dan Evaluasi Penyuluhan. Dalam sambutannya, bapak Ehadi Yanuar, SE selaku Kasubid Peningkatan Kapasitas Penyuluh BP4KKP Kabupaten Sijunjung memberikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh kegiatan temu teknis pada tahun 2014. Harapan beliau agar kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para penyuluh dalam menambah pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan penyuluhan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha. Hadir sebagai Narasumber adalah bapak Ir. Resnal (Widyaiswara UPTD Balai Diklat Pertanian TPH Sumatera Barat). Beliau dalam pemaparannya banyak memberikan pengetahuan mengenai pengertian evaluasi penyuluhan dan bagaimana cara pelaksanaannya. Evaluasi merupakan proses sistematis untu memperoleh informasi yang relevan tentang sejauh mana tujuan program penyuluhan dapat dicapai. Ada empat jenis evaluasi yaitu evaluasi awal, evaluasi proses, evaluasi akhir, dan evaluasi dampak. Penyuluh bersama Koordinator atau Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan menjadi satu tim dalam pelaksanaan evaluasi di tingkat kecamatan. Evaluasi dapat dilakukan terhadap kegiatan penyuluhan di kecamatan seperti temu teknis, kursus tani, rembug tani, demcar, anjangsana, demfarm, ataupun sekolah lapang. Dengan adanya evaluasi maka akan diketahui sejauh mana tingkat keberhasilan kegiatan penyuluhan dapat terlaksana sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Manfaat evaluasi penyuluhan pertanian yaitu dapat menentukan tingkat perubahan prilaku petani setelah penyuluhan dilaksanakan, perbaikan program, dan penyempurnaan kebijakan penyuluhan pertanian. Dengan semakin canggihnya, teknik multimedia perlu diterapkan dalam penyuluhan pertanian. Multimedia merupakan penggabungan antara materi, gambar, audio dan video dalam pelaksanaan penyuluhan sehingga dapat menarik perhatian bagi para petani. Narasumber juga memberikan waktu yang cukup luas bagi peserta temu teknis untuk berdiskusi menyampaikan pendapat maupun memecahkan permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan penyuluhan di lapangan khususnya dalam pelaksanaan evaluasi maupun penerapan multimedia. Dengan adanya temu teknis ini diharapkan Penyuluh dapat lebih faham dan mengerti bagaimana menjadi seorang Penyuluh yang berkualitas dan profesional dalam melaksanakan penyuluhan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha. (M. Iwan K., SP - Admin Sijunjung)