Serangga wereng coklat berukuran kecil, panjang 0,1-0,4 cm. Wereng coklat bersayap panjang dan wereng punggung putih berkembang ketika makanan tidak tersedia atau terdapat dalam jumlah banyak. Serangga dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer. Populasi tinggi wereng coklat dapat menyebabkan daun berubah kuning oranye sebelum menjadi coklat dan mati, Kondisi ini disebut hopperburn. Wereng coklat juga dapat menularkan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Ledakan serangan biasanya terjadi akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat yang membunuh musuh alaminya atau wereng bersayap panjang terbawa oleh angin. Pencegahan: 1. Bersihkan gulma dari sawah dan areal 2. Hindari penggunaan pestisida secara tidak tepat yang dapat menyebabkan terbunuhnya musuh 3. Hindari Varietas rentan hama menjadi pemicu, seperti varietas Ketan, Menthik Wangi, Menthik Susu, Beras Merah, dan Pandan Wangi. Badan Litbang Pertanian telah melepas beberapa varietas unggul baru padi tahan wereng cokelat, antara lain Inpari 18, Inpari 19, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan 4. Jumlah kritis jika terdapat kepadatan 1 wereng coklat/ batang atau kurang, maka diperlukan tiindakan guna menekan 5. Amati wereng di persemaian setiap hari, atau setiap minggu setelah tanam pindah pada batang dan permukaan air. Periksa kedua sisi persemaian. Pada tanaman yang lebih tua, pegang tanaman dan rebahkan sedikit dan tepuk dengan pelan dekat bagian basal untuk melihat kalau ada wereng yang jatuh ke permukaan air. 6. Gunakan perangkap cahaya pada waktu malam, ketika terlihat ada gejala serangan wereng. Jangan tempatkan cahaya dekat persemaian atau Bila perangkap cahaya diserbu oleh beratus wereng, berarti persemaian dan sawah perlu segera diperiksa; lalu amati setiap hari dalam beberapa minggu berikutnya. Bila petani memantau sawahnya setiap hari, maka perangkap cahaya tidak diperlukan. 7. Pemberian pupuk secara berimbang dapat membantu upaya Pengendalian Secara mekanik dan fisik: 1. Genangi persemaian, selama sehari, sampai hanya ujung bibit saja yang 2. Sapu persemaian dengan jaring untuk menghilangkan wereng (tapi tidak telurnya), terutama dari persemaian kering. Pada kepadatan wereng yang tinggi, penyapuan tidak akan dapat menghilangkan wereng dalam jumlah banyak dari bagian basal Pengendalian hayati: Bila musuh alami lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan wereng, risiko ledakan serangan kecil. Musuh alami wereng termasuk laba-laba dan beberapa jenis parasitoid telur. Pengendalian kimiawi: Gunakan insektisida ke persemaian dalam kondisi berikut: Rata-rata lebih dari 1 ekor wereng per batang. Lebih banyak wereng daripada musuh alami. Penggenangan persemaian tidak memungkinkan Bila terpaksa gunakan insektisida yang berbahan aktif amitraz, buprofezin, beauveria bassiana, BPMC, fipronil, imidakloprid, karbofuran, karbosulfan, metolkarb, MIPC, propoksur, atau tiametoksam. Penggunaan insektisida harus mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan. Penggunaan insektisida yang tidak sesuai akan mengganggu keseimbangan alami karena terbunuhnya musuh alami wereng, menyebabkan resurjensi atau ledakan serangan hama.Baca petunjuk yang tertera di label dengan teliti setiap sebelum pestisida digunakan Sumber; Wereng Coklat, Informasi Ringkas Bang Pengetahuan Indonesia Disadur Oleh: Agus Arifin, A.Md