Loading...

Ternak Itik

Ternak Itik
TERNAK ITIK J E N I S Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu : Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood. Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor. MANFAAT 1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri. 2. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik. 3. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija. 4. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun. 5. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat. PERSYARATAN LOKASI Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu Perkandangan Bibit Unggul Pakan Ternak Tata Laksana Pemasaran Hasil Ternak Penyiapan Sarana dan Peralatan Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65% Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang Pembibitan Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan. Pemeliharaan Sanitasi dan Tindakan Preventif Pengontrol Penyakit Pemberian Pakan Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu: umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder) umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus). Pemeliharaan Kandang Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada. HAMA DAN PENYAKIT Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu: 1) penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa 2) penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah: Penyakit Duck Cholera Penyebab : bakteri Pasteurela avicida. Gejala : mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian : sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat. Penyakit Salmonellosis Penyebab : bakteri typhimurium. Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian : sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat. P A N E N Hasil Utama Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik Hasil Tambahan Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga PASCA PANEN Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu: Pengawetan dengan air hangat Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari. Pengawetan telur dengan daun jambu biji Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang. Pengawetan telur dengan minyak kelapa, Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah. d) Pengawetan telur dengan natrium silikat Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan. Pengawetan telur dengan garam dapur Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu. ( Admin - Supiyah,SP dan Hari.Y,SP )