Loading...

TERNAK KELINCI YANG MENJANJIKAN

TERNAK KELINCI YANG MENJANJIKAN
TERNAK KELINCI YANG MENJANJIKAN Kelinci merupakan golongan ternak herbivora yang mempunya sifat coprophage/cecotrophy Sifat ini merupakan ciri khas dari kelinci, yaitu tingkah laku kelinci memakan kembali kotoran lunak langsung dari anusnya yang terjadi pada malam hari, sehingga disebut juga Ruminansia semu (pseudo-ruminant Menurut Bapak Zulheri Ketua Kelompok Sebangar Sepakat sekaligus Peternak kelinci di desa Boncah Mahang Kecamatan Bathin solapan Kabupaten Bengkalis, menurutnya beternak kelinci sangat banyak manfaatnya mulai dari binatang hias, penghasil kompos dari kotoran/fesesnya, pembuatan biogas dari urine nya, tulangnya digunakan sebagai bahan tepung tulang, penghasil daging yang mempunyai gizi tinggi serta rambut dan kulitnya dapat digunakan sebagai bahan kerajinan Dalam peternakan kelinci, kelangsungan hidupnya akan sangat tergantung perhatian dan tatalaksana pemeliharaan dari peternaknya. Jenis, jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, dan produksi. Menurut bapak Zulheri Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan, inilah syarat syarat yang harus diperhatikan dalam melalakukan pertenakan kelinci yaitu : 1) Pemilihan bibit dan calon induk Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak. 2) Perawatan Bibit dan calon induk Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yancukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang bail 3) Sistem Pemuliabiakan Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu: silang dalam, untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging. b.silang luar, untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul. silang antara bibit murai, untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit. 4) Reproduksi dan Perkawinan Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan. 5) Proses Kelahiran Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor. Sumber Pakan Kelinci membutuhkan pakan untuk kebutuhan hidup pokok dan produksi. Bahan pakan untuk kelinci secara garis besar dibagi menjadi dua golongan, yaitu: hijauan (forage) dan penguat (konsentrat). Hijauan Hijauan merupakan pakan pokok kelinci yang pemberiannya sebanyak 60-80 %, meliputi antara lain: jenis rumput-rumputan (graminae), teki (cyperaeceae), dan kacang-kacangan (leguminoceae). Jenis hijauan yang banyak terdapat di Indonesia dan biasa diberikan kepada kelinci antara lain: rumput lapang, rumput jampang, gigirinting, daun turi, daun pisang, daun ubi jalar, kangkung, daun kacang tanah, sawi, wortel, kol dan lain-lain. Hijauan tersebut dapat diberikan dalam bentuk segar yang telah dilayukan terlebih dahulu, maupun dalam bentuk awetan (hay). Hijauan segar yang dilayukan dimaksudkan untuk menghilangkan getah dan racun yang dapat mengakibatkan mencret, kembung, dan kejang-kejang. Hijauan awetan diberikan pada saat hijauan segar sulit diperoleh karena adanya musim kemarau panjang. Pakan Penguat (Konsentrat) Konsentrat dibutuhkan kelinci untuk memperoleh produksi yang memadai, terutama pada saat masa pertumbuhan, bunting, dan menyusui. Bahan pakan penguat antara lain: jagung giling, dedak padi, bungkil kelapa, polar, molasis dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut mengandung protein tinggi dan serat kasar yang rendah. Vitamin Vitamin dibutuhkan untuk pertumbuhan normal, hidup pokok dan mengatur metabolisme. Vitamin A dibutuhkan kelinci untuk memelihara jaringan, alat reproduksi dan untuk pembentukan tulang rawan. vitamin D dalam tubuh kelinci sangat erat hubungannya dengan metabolisme mineral Ca dan P. Defisiensi vitamin D akan memperlihatkan gejala osteoporosis (pengeroposan tulang), sedang pemberian yang berlebih akan mengakibatkan pengapuran jaringan ginjal dan saluran pembuluh darah. Vitamin E dibutuhkan kelinci untuk memelihara jaringan (sel-sel) tubuh dan dalam sintesa hormon-hormon reproduksi. Vitamin K dibutuhkan kelinci dalam proses reproduksi normal, pembekuan darah. Air Air adalah zat makanan yang penting bagi kehidupan ternak, sedangkan fungsi air bagi tubuh ternak dalam hidupnya antara lain: Penghantar panas Pelarut zat makan Berperan dalam reaksi enzimatis Berperan sebagai bantalan sistem syaraf Kelinci New Zealand White membutuhkan air sekitar 250 ml/ekor/hari, sedangkan kelinci tipe kecil (lokal) konsumsi air minumnya 50-70 ml/ekor/hari. Letak Kandang Agar supaya kandang benar-benar nyaman dan aman bagi ternak sehingga memberikan kesempatan ternak untuk dapat berproduksi secara optimal, kandang kelinci sebaiknya ditempatkan di lokasi yang sesuai, yaitu : v Kering atau tidak lembab, v Aman dari binatang buas atau predator, v Terlindung dari pengaruh buruk cuaca (hujan, panas, dingin, angin), v Jauh dari lalulintas masyarakat sekitar. v Tidak terlalu jauh dari rumah guna memudahkan pengawasan. c. Kesehatan Ada tiga kegiatan pokok dalam penangan kesehatan ternak, khususnya kelinci, yaitu : pencegahan (sanitasi, isolasi dan vaksinasi), pengobatan dan pemusnahan. d.Jenis Penyakit Kelinci Kelinci yang terserang penyakit pada umumnya menunjukkan gejala-gejala yang cukup mencolok, yaitu: nafsu makan turun, mata sayu, suhu badan naik turun, dan beberapa tanda khas dari penyakit yang menghinggapinya. Beberapa penyakit yang sering menyerang kelinci, antara lain enteritis kompleks, pasteurellosis, young doe syndrome, skabies, dan koksidiosis. Enteritis kompleks. Panen Hasil Utama Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu Hasil Tambahan Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk dan urine dapat dibuat biogas Penangkapan Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar kelinci tidak kesakitan. PENYULUH PERTANIAN AHMAD NAZIR. SP