Loading...

Tidak Sulit Menanam Bawang Daun

Tidak Sulit Menanam Bawang Daun
Bawang daun dalam bahasa latinnya Allium fistulosum dan dalam bahasa Inggrisnya disebut Welsh Onion. Tanaman ini merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. Tanaman ini dimanfaatkan daunnya sebagai bahan berbagai jenis masakan. Bawang daun dapat dikonsumsi dalam bentuk segar bersama-sama dengan bahan masakan lainnya dan sebagai bumbu penyedap. Bawang daun memiliki aroma yang spesifik sehingga masakan yang diberi bumbu jenis sayuran ini memiliki aroma harum dan rasanya lezat. Anda tidak percaya ? Coba lihat hampir disetiap dapur ada bawang daun dan disetiap masakan ,seperti sop, bubur dan masakan lainnya pasti ada bawang daun. Jenis sayuran ini bisa diandalkan sebagai alternatif solusi untuk menambah penghasilan. Untuk menanam bawang daun tidak sulit tetapi juga harus tetap dilakukan pemeliharaan yang yang baik agar tumbuh subur. Bawang daun bisa tumbuh subur pada ketinggian 250 – 1500 meter diatas permukaan laut (dpl). Curah hujan yang cocok sekitar 1500 -2000 mm/tahun dengan suhu udara harian 18 – 25 derajat celcius dan tanah dengan pH 6.5 – 7.5. Bila tanah yang kita olah untuk menanam bawang daun bersifat asam, terlebih dahulu lakukan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah. Jenis tanah yang cocok,yaitu tanah andosol (bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung yang mengandung pasir. Bibit bawang daun dapat diperbanyak dengan cara biji dan bisa juga dengan tunas anakan. Bila bibit dengan menggunakan tunas anakan, lakukan dengan cara memisahkan anakan dari induknya. Pilih induk yang sehat dan baik pertumbuhannya. Kebutuhan tunas untuk 1 ha areal pertanaman bawang daun dibutuhkan sebanyak 200.000 tunas. Bibit asal tunas anakan bisa langsung di tanam,namun sebelum di tanam kurangi dulu akarnya dan potong sebagian batang daun untuk mengurangi penguapan. Bila menanam bawang daun dengan menggunakan biji,lakukan pesemaian untuk mendapatkan bibit. Cangkul tanah hingga gembur, tambahkan pupuk kandang 10 -15 ton/ha. Kemudian taburkan benih secara merata dengan cara gali lapisan tanah olah sedalam 0,5 – 1 cm dari permukaan tanah. Selanjutnya tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Seminggu kemudian bibit tumbuh dan biarkan hingga tumbuh 2 atau 3 helai daun, selanjutnya pindahkan ke lahan. Penanaman bawang daun memerlukan tanah yang gembur. Buat bedengan 1.5 – 2 meter dan panjang bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan. Antar bedengan buat parit sedalam 25 – 30 cm dengan lebar 30 cm. Jarak tanam bawang daun 20 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm. Bibit asal biji yang sudah disiapkan maupun tunas anakan bisa ditanam dengan cara dipendam. Buat lubang kecil, masukan bibit dengan posisi tegak lurus. Tutupi dengan tanah dan tekan sedikit tanah disekeliling batang agar sedikit padat. Selesai di tanam bibit bawang daun disiram. Bawang daun termasuk sayuran yang toleran terhadap curah hujan tinggi. Tanam bawang daun di musim penghujan atau awal musim kemarau juga tak masalah,yang penting di musim kemarau dilakukan penyiraman air yang cukup. Pemeliharaan pada tanaman khususnya tanaman bawang daun dengan tujuan agar disekeliling tanaman bersih dari gulma sehingga tidak ada tanaman saingan lainnya yang bersaing dalam mendapatkan makanan. Pemeliharaan juga dilakukan karena tanaman bawang daun tidak tumbuh baik sehingga harus diganti dengan tanaman bawang daun yang tumbuh baik. Tidak hanya itu, pemeliharaan juga termasuk penyiraman air yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman bawang daun. Pemeliharaan juga termasuk melakukan timbunan tanah disekitar batang bawang daun agar pengkalnya tertutup. Penimbunan tanah dapat memberikan warna putih pada batang bagian bawah sehingga memberikan penampilan yang menarik dan berkualitas. Penyakit yang merusak tanaman bawang daun ialah busuk batang lunak. Penyebabnya yaitu cendawan Erwinia carotovora. Ciri batang bawang daun yang terserang busuk , basah dan mengeluarkan bau tak enak. Penyakit ini belum ditemukan cara pengendaliannya yang tuntas . Pergiliran tanaman diharapkan dapat memutus daur hidup penyakit. Begitu pula lakukan pemeliharaan lahan bawang daun agar tidak kotor atau terlalu lembab. Panen bawang daun sudah bisa dilakukan sekitar umur 2 bulan. Bawang daun biasanya dilakukan dengan mencabut semua bagiannya termasuk akar. Buang sebagian akar dan bagian daun yang layu atau busuk. Gabungkan rumpun yang batang daunnya besar dengan rumpun daun yang besar pula, sedangakn rumpun yang batang daun kecil gabungkan dengan rumpun daun yang kecil. Sebelum rumpun daun diikat terlebih dahulu beri alas kemudian diikat. Bawang daun tak dapat disimpan lama-lama karena jenis sayuran ini mudah layu. Sumardi Sumber : Berbagai bahan bacaan.