Loading...

Tidak Sulit Menanam Jahe

Tidak Sulit Menanam Jahe
Sudahkah anda mencoba tanam jahe? Bila anda belum mencoba tanam jahe,ini ada tips apa saja yang perlu dilakukan untuk menanam jahe. Tanam jahe yang benar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas jahe. Agar berhasil tanam jahe lakukan persiapan lahan yang sebaik mungkin sebelum benih ditanam. Dengan persiapan lahan yang baik akan diperoleh lingkungan tempat tumbuh yang memadai, sehingga dapat memacu potensi genetik tanaman yang dimiliki dapat berkembang dengan baik.Persiapan lahan untuk usaha budidaya jahe dimulai dari pengolahan tanah. Tujuan pengolahan tanah untuk mendapatkan sifat fisik tanah yang baik sesuai pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah merupakan proses penghancuran partikel-partikel tanah yang besar menjadi bagian-bagian yang kecil. Dengan demikian hubungan antara partikel tanah dengan akar tanaman lebih luas sehingga tanaman mendapatkan zat hara lebih banyak.Pengolahan tanah bagi budidaya jahe dilakukan agar diperoleh keadaan tanah yang gembur, agrasi tanah menjadi baik dan dalam beberapa waktu terbebas dari gulma sehingga pertumbuhan benih dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul tanah atau alat mekanis sedalam 30 cm.Sistem bedengan. Menanam jahe dapat dibuat dengan sistem bedengan, yaitu dengan cara menimbunkan tanah atau meninggikan tanah dari hasil galian parit sebagai batas bedengan. Sistem bedengan ini dilakukan untuk daerah-daerah yang datar dan curah hujan tinggi sehingga air sering menggenang. Bedengan dibuat memanjang dengan arah timur-barat, setelah bedengan terbentuk sedalam 5-10 cm memanjang searah bedengan dengan jarak tanam (60-80) cm x 40 cm. Setelah lubang tanam selesai dikerjakan, kemudian taburkan pupuk kandang dan sekam padi sehingga kedalaman tanah yang diperoleh sebelum tanam sekitar 3-5cm.Sistem parit. Pada prinsipnya sistim parit dibuat dengan membuat parit-parit sebagai tempat menanam bibit jahe. Dengan sistim ini dapat dilakukan pada lahan yang datar atau dengan kemiringan yang cukup tinggi. Lebar dan dalam parit selebar cangkul (25cm) dan kedalamannya 15-20 cm. Jarak antara parit sesuai poros 60 cm. Setelah parit terbentuk kemudian taburkan pupuk kandang dan sekam padi pada tempat bibit jahe yang akan ditanam. Pemupukan pada tanaman jahe perlu mendapat perhatian ,apalagi pada lahan yang sering ditanami tanaman jahe,karena tanaman jahe termasuk tanaman yang banyak menyerap unsur hara. Karena itu, lahan perlu dipupuk untuk meningkatkan unsur hara. Pupuk yang digunakan untuk budidaya jahe,yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Setiap parit dapat ditanam 1-2 baris tanaman dengan jarak dalam barisan dapat 60, 40 atau 30 cm sesuai kebutuhan. Apabila benih jahe telah ditempatkan sesuai dengan rencana, kemudian ditimbun tanah setebal 10 cm, sehingga membentuk alur-alur dan ruang antara alur dapat digunakan sebagai jalan setapak pada saat pemeliharaan. Tanam jahe ditanah tegalan biasa dilakukan pada musim hujan dengan tujuan agar ketersediaan air terpenuhi selama fase pertumbuhan rimpang. Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, hal ini berarti dalam setahun hanya memungkinkan untuk satu kali tanam. Namun, suatu lahan maksimum dapat ditanam sebanyak dua kali tergantung ketersediaan air disekitar lahan untuk memenuhi kebutuhan pada fase pertumbuhan Vegetatif.Sesuai dengan pola pertumbuhannya, pertunasan jahe terjadi pada mata-mata tunas yang ada pada rimpang. Untuk mempercepat munculnya tunas dan tidak terbalik agar tidak menghambat pertumbuhan maka diupayakan agar mata tunas tidak tertimbun tanah terlalu dalam. Penanaman jahe dapat dilakukan dengan sistim parit, bedengan dan guludan. Penanaman ini disesuaikan dengan kondisi lahan dan jarak tanam. Penanaman secara guludan dapat dilakukan pada lahan dengan kondisi drainase yang kurang baik dan jarak tanam yang lebar. Sedangkan penanaman secara bedengan biasanya dilakukan untuk tujuan panen jahe muda dengan jarak tanam yang rapat baik antar baris maupun dalam baris. Jarak tanam jahe untuk tujuan panen tua adalah 60 x 30 cm antar baris dan 30 x 40 cm dalam baris. Hal ini agar dalam penimbunan dan penyiangan tidak mengalami kesulitan. Sedangkan jarak tanam untuk tujuan dipanen muda dapat lebih rapat yaitu jarak antara barisan 35cm dan jarak dalam barisan 25cm. Sumardi Sumber : Berbagai bahan bacaan.