Loading...

Tips Agar Pohon Pisang Tumbuh Baik

Tips Agar Pohon Pisang Tumbuh Baik
Tanaman pisang dapat tumbuh pada daerah dengan suhu rata-rata sekitar 18ºC. Pertumbuhan optimal pada suhu rata-rata 27ºC dan penurunan laju pertumbuhan terjadi pada suhu diatas 38ºC. Untuk mencapai pertumbuhan yang optimal tanaman pisang menghendaki curah hujan sekitar 2.000-2.500 mm/tahun, apabilla curah hujan kurang dari 2.000 mm/tahun, maka perlu irigasi. Sebaliknya, di daerah yang terlalu banyak curah hujan harus dibuatkan saluran drainase karena genangan air akan memudahkan timbulnya serangan penyakit. Tanah yang baik dan cocok untuk tanaman pisang adalah tanah liat yang mengandung kapur dan humus. Lapisan tanah harus agak dalam, sehingga air hujan dapat dengan mudah meresap ke bawah serta drainase harus cukup baik. Pisang akan dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan derajat keasaman (pH) 4,5-8,0. Pertumbuhan optimal akan diperoleh pada tanah dengan pH 6,0-7,5.BibitTanaman pisang kebanyakan dibiakkan secara vegetatif, yaitu menggunakan bibit dari bagian tanaman itu sendiri. Ada 6 (enam) macam bibit yang umum digunakan, yaitu :1. Bibit rebung atau tunas anakan, berupa tunas yang belum berdaun hingga menyerupai rebung bambu. Tingginya antara 20-40 cm2. Bibit anakan muda, berupa tunas yang sudah keluar daun, tetapi daunnya masih menggulung, hingga menyerupai sebilah pedang. Tingginya antara 40-100 cm.3. Bibit anakan sedang, berupa tunas yang telah berdaun mekar satu helai. Tingginya antara 100-150 cm4. Bibit anakan dewasa, berupa anakan yang telah berdaun mekar lebih dari 2 (dua) helai, tingginya antara 150-175 cm5. Bonggol, berupa bonggol pisang yang buahnya telah dipungut seluruhnya ataupun setengah bagian dari bonggol yang sebagian mata tunasnya telah dibuang.6. Belahan bonggol, berupa belahan bonggol bermata dengan ukuran 10X10X10 cm atau lebih.Selain itu terdapat pula bibit yang berasal dari penggandaan kultur jaringan, namun belum umum digunakan petani, kecuali pada perkebunan besar.Diantara 6 (enam) macam bibit, penggunaan bibit belahan bonggol merupakan pilihan yang terbaik. Keuntungannya bibit yang diperoleh banyak dan seragam, mudah dikirim kemana-mana dengan biaya murah.Penyediaan bibit belahan bonggol pisang dapat dilakukan sebagai berikut : tanaman pisang yang telah diambil buahnya selanjutnya bonggol dibongkar. Bonggol yang diambil berasal dari tanaman pisang yang buahnya besar, banyak dan baik. Setelah akar-akarnya dibuang, bonggol dibelah menjadi potongan-potongan kecil berukuran 10X10X10 cm. Setiap belahan bonggol haruslah mempunyai mata tunas.Untuk mencegah kemungkinan adanya hama dan penyakit yang terbawa, belahan-belahan bonggol diperlakukan dahulu dengan bahan disinfektor, seperti dicelupkan kedalam larutan formalin 5% atau direndam dengan air panas 55ºC selama 30-45 menit.Belahan bonggol disemaikan selama 2-3 bulan hingga masing-masing berdaun 4 helai. Penanaman awal musim hujan agar bibit tidak kekeringan atau bonggol menjadi busuk.PenanamanLahan untuk penanaman bibit, dibersihkan dari gulma kemudian dicangkul sedalam 15-20 cm. Saluran drainase perlu dibuat agar tidak terjadi genangan. Sebulan sebelum tanam digali lubang ukuran 60X60X60 cm. Tiap lubang diberi 2-3 kaleng pupuk kandang atau kompos.Penanaman dilakukan menjelang musim hujan. Jarak tanam pisang bertajuk lebar (ambon kuning, raja bulu) adalah 2X3 meter atau 2X2X4 meter, sedangkan pisang yang bertajuk sempit (cavendish, mas) adalah 2X2,5 meter atau 2X1,5X3,5 meter.Secara umum dalam satu tahun tanaman pisang dipupuk dengan 1 kg ZA + 0,4 kg TSP + 0,5 KCL per tanaman. Pupuk diberikan dalam 3 tahap, yaitu pada umur 1, 3 dan 6 bulan setelah tanam.PemangkasanPemangkasan dilakukan terhadap daun-daun tua. Pemangkasan anakan dilakukan setiap saat dengan menyisakan 1-2 anakan rumpun, letak anakan dipilih yang melingkari batang induk. S u m a r d iSumber : - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, - Sumber lainnya