Loading...

Tips Menghasilkan Bahan Pangan dari Pertanaman Kakao yang Sedang Diremajakan

Tips Menghasilkan Bahan Pangan dari Pertanaman Kakao yang Sedang Diremajakan
Pertanaman kakao di Indonesia didominasi oleh perkebunan kakao rakyat. Perkebunan kakao rakyat yang sudah berumur belasan hingga puluhan tahun akan mengalami penurunan produksi hingga setengah, yang disebabkan oleh sudah tidak lagi produktifnya cabang dan juga serangan penyakit. Upaya untuk meningkatkan kembali hasil kakao, dilakukanlah kegiatan peremajaan kakao. Teknik peremajaan kakao yang direkomendasikan diantaranya dengan teknik sambung samping. Salah satu tahapan penting dalam tekni sambung samping adalah pemangkasan. Dengan pemangkasan selektif dan sambung samping menjadikan kanopi tanaman lebih terbuka. Lorong-lorong memanjang dengan lebar 3-4 m diantara baris tanaman dioptimalkan dengan penanaman beragam tanaman pangan toleran naungan, meliputi padi gogo, jagung, serta aneka kacang dan umbi. Percontohan penanaman tanaman pangan dibawah tegakan tanaman kakao yang sedang diremajakan dilakukan pada Gelar Teknologi peringatan Hari Pangan Sedunia ke 39 di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawwsi Tenggara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya pada agroekologi tersebut diantaranya: Pilih Komoditas yang Tepat Pemanfaatan lahan pada pertanaman kakao yang sedang diremajakan harus memperhatikan komoditas yang akan ditanam. Komoditas yang dipilih harus mampu beradaptasi pada kondisi dengan intensitas cahaya yang kurang optimal. Untuk jenis tanaman pangan, dapat ditanam kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah, kacang tunggak, bahkan uji jalar. Gunakan Varietas yang Tahan Naungan Balai Penelitian Aneka Tanaman Kacang dan Umbi telah merekomendasikan beberapa varietas tanaman kacang dan umbi yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi ternaungi. Komoditas kacang kedelai, direkomendasikan diantaranya: Dena 1, Dega1, dan Dering 1. Dena 1 memiliki potensi hasil 2,9 t/ha, umur masak 78 hari, biji besar (14,3 g/100 biji), kandungan protein 37%, toleran naungan hingga 50%. Dega 1, memiliki keunggulan potensi hasil hingga 3,8 t/ha, umur genjah (69-73 hari), biji besar (22,9 g/100 biji), kandungan protein 36,1%, tahan rebah, tahan penyakit karat. Sedangkan Dering 1, potensi hasil 2,8 t/ha, umur masak 81 hari, biji sedang (10,7 g/100 biji), kandungan protein 34,2%, toleran kekurangan air. Komoditas kacang hijau, dapat memilih varietas Vima 1, dengan keunggulan potensi hasil 1,8 t/ha, umur genjah (57 hari), biji besar (6,3 g/100 biji), warna biji hijau kusam, kandungan protein 28,0%, tahan penyakit embun tepung, adaptif lahan salin (terpengaruh garam). Jika ingin menanam kacang tanah, dapat memilih varietas Takar 2. Tanaman lain yang juga dapat dipilih adalah kacang tunggak dan juga ubi jalar. Trik dalam Budidaya Tanaman Budidaya tanaman pangan di bawah tegakan tanaman kakao yang sedang diremajakan harus memperhatikan tingkat ternaungi, jangan sampai lebih dari 50%. Lakukan pemberian kompos dan penyiraman pada saat awal pertumbuhan tanaman. Pemupukan NPK dan pemeliharaan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pengendalian hama penyakit yang dilakukan dengan pendekatan pengendalian hama penyakit terpadu atau dikenal dengan PHT. Berikut tips yang dapat dilakukan: Pengolahan tanah harus dilakukan minimum atau tanpa olah tanah (TOT) agar tidak merusak perakaran tanaman kakao. Perakaran tanaman kakao 80% berkembang pada lapisan 0-30 cm dari permukaan tanah. Varietas yang ditanam memiliki karakter toleran terhadap naungan, dan toleran kekurangan air. Tingkat naungan dari tanaman kakao yang diremajakan dengan cara sambung samping 30-70%. Pada peremajaan dari bibit, naungan terjadi dari tanaman penaung kakao, seperti pohon pisang, pepaya, atau tanaman gamal (Gliricidea). Karakteristik tanah lahan kakao umumnya rendah bahan organik yang diindikasikan oleh warna tanah cerah, struktur tanah padat, dan lapisan olah dangkal sehingga daya menyimpan air rendah dan berakibat tanah cepat kering. Penambahan pupuk organik untuk mendukung perkembangan perakaran tanaman kacang-kacangan, sebagai sumber unsur hara, dan untuk meningkatkan kapasitas tanah menahan air. Penambahan kapur pertanian, seperti dolomit, bila pH tanah <5,5. Selain untuk meningkatkan pH, juga sebagai sumber unsur hara Ca dan Mg. Penulis: Ume Humaedah Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2019. Katalog Gelar Teknolofgi Hari Pangan Sedunia ke XXXIX. Bambang Eka Tjahjana dan Iing Sobari. 2014. Rehabilitasi Kakao Rakyat Dengan Sambung Samping. SIRINOV, Vol 2 (1): 25 –34. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah. 2013. Policy Brief: Upaya Peningkatan Produktivitas Kakao di Kabupaten Sikka.