Loading...

TIPS PEMELIHARAAN DOC DI MASA AWAL PEMELIHARAAN

TIPS PEMELIHARAAN DOC DI MASA AWAL PEMELIHARAAN
Selama pemeliharaan DOC berlangsung diperlukan perlakuan yang tepat, mulai dari pakan, perlengkapan kandang, pemberian obat-obatan dan vitamin agar DOC yang dipelihara bisa tumbuh optimal. Pada awal pemeliharaan DOC sampai usia 3 minggu pakan diberikan sedikit demi sedikit sebanyak 4 – 5 kali dalam sehari. Sebagai acuan, misalkan dalam 1 hari kebutuhan pakan per ekor DOC diminggu 1 sebanyak 5 gr, maka kebutuhan pakan untuk 1000 ekor sebanyak 5 Kg/hari. Pakan 5 Kg ini dibagi 5 bagian, lalu diberikan sebanyak 5 kali dalam satu hari. Pemberian pakan sedikit demi sedikit akan mengoptimalkan asupan pakan pada DOC. DOC yang diberikan pakan dalam jumlah sedikit demi sedikit tetapi sering, lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan DOC yang diberikan pakan sekaligus di minggu awal pertumbuhannya. Selain itu pemberian pakan sedikit demi sedikit lebih menjamin keseluruhan pakan akan dimakan oleh DOC tanpa ada pakan yang terbuang dibandingkan pemberian pakan sekaligus. Pakan Pasta, Alternatif Pakan di Hari Pertama DOC Pakan pasta diberikan pada hari pertama dengan tujuan melancarkan fungsi pencernaan DOC. Pakan pasta dapat dibuat dengan mencampurkan buah-buahan dengan citra rasa manis seperti pepaya atau melon dengan pakan pabrikan dengan perbandingan 1 : 1. Misalkan kebutuhan pakan selama satu hari sebanyak 1 Kg, maka bisa dicampurkan 500 gr buah pepaya atau melon matang yang sudah dihaluskan dengan 500 gr pakan starter kemudian diaduk rata hingga menjadi pasta lalu diberikan kepada DOC dihari pertama saja. Selanjutnya pemberian pakan berupa pakan pabrikan. Memudahkan Operasional Pemberian Pakan Apabila lokasi gudang cukup jauh dari kandang, untuk memudahkan operasional harian pemberian pakan, pakan dapat ditimbang secara rutin untuk kebutuhan selama beberapa hari atau 1 minggu. Letakan pakan dalam ember, wadah atau karung tertutup, lalu letakan dekat kandang terlindung dari sinar matahari dan hujan, serta hama tikus. Mengecek Kondisi Asupan Pakan Awal Pada hari pertama, setelah 24 jam DOC diberi pakan, ambil sampel sebanyak 10% untuk mengecek asupan pakan. Apabila tembolok penuh dengan campuran pakan dan air maka ini merupakan kondisi yang baik. Apabila tembolok terisi penuh tetapi lembek terisi air bahkan cendrung kosong maka kondisi ini kurang baik dan dapat mengakibatkan pertumbuhan yang tidak normal, kerdil, bahkan kematian. Kondisi lain yang sebaiknya dihindari adalah apabila tembolok penuh tapi keras, biasanya hal ini disebabkan suhu yang tidak stabil dan peletakan serta jumlah tempat minum dan tempat makan yang tidak sesuai. Kebutuhan Suhu Ayam Teknik menyalakan pemanas pada sore sampai pagi sejak hari ketiga pemeliharaan, yaitu pemanas dinyalakan pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga pagi hari. Selanjutnya pemanas dinyalakan pukul 17.00, kemudian pukul 18.00 hingga sama sekali tidak dinyalakan pada hari ke 21 pemeliharaan. Kebutuhan suhu selama pemeliharaan masa brooding sbb : Umur 01 – 07 hari, suhu 32-350 C Umur 08 – 14 hari, suhu 29-310 C Umur 15 – 21 hari, suhu 27-290 C Umur 22 – 28 hari, suhu 24-260 C Manajemen pemanas juga harus memperhatikan kondisi ayam. Apabila pada saat pemanas dimatikan ayam terlihat bergerombol dan malas makan berarti ayam kedinginan. Apabila kondisi seperti ini tidak terdeteksi maka akan muncul kasus ayam kerdil karena tidak makan secara optimal. Ideal tidaknya suhu dalam kandang brooding diindikasikan dengan melihat penyebaran atau tingkah laku DOC. Apabila kedinginan DOC akan bergerombol dibawah pemanas. Bila suhu dalam kandang terlalu panas, DOC akan menjauhi sumber panas. Sebaliknya apabila DOC menyebar merata, ada yang makan dan minum, artinya kondisi suhu dalam kandang sudah sesuai dengan kebutuhan ayam. Vaksinasi Perhatikan jadwal vaksin dan lakukan vaksin sesuai jadwal, jangan sampai terlewatkan; Vaksin hanya dilakukan pada ayam yang sehat, hindari vaksin terkena matahari baik saat membeli, mencampur hingga pada saat pelaksanaan vaksinasi; Pada pelaksanaan vaksinasi tetes mata atau tetes hidung, teteskan vaksin satu tetes saja, tunggu ayam tampak seperti menelan baru dilepas; Vaksinasi suntik IM, dilaksanakan pada daging dada atau daging paha; Vaksinasi suntik SC, dilaksanakan pada kulit leher bagian belakang. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Udijanto, A. Beternak Ayam Kampung Tanpa Bau dengan Prebiotik, Penerbit Penebar Swadaya-Jakarta. 2017