Penyuluhan salah satu tujuannya adalah memotivasi petani pada wilayah binaannya untuk meningkatkan kesejahtraan para pelaku utama. Oleh karena itu pemilihan komoditas sangat menentukan.Begitupun sebagai seorang penyuluh selalu berusaha memotivasi para petani bagaimana meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan petani dan keluarga.Lebih – lebih saat MT.III setelah tanam padi musim gadu.Sudah barang tentu komoditas yang diupayakan adalah tanaman hortikultura/sayuran.Namun tidak serta merta tanam begitu saja tanpa analisa dan membaca peluang pasar.Salah satu komoditas yang paling menjajikan untuk ditanam di musim kemarau adalah Komoditas Tomat.Nah mengapa komoditas ini sangat menjajikan. Karena hamper semua manusia membutuhkan hasil dari tanaman ini untuk keperluan sehari – hari baik itu perorangan, rumah – rumah makan, industry saus bahkan pabrik kosmetik. Dalam kesempatan ini saya mencoba menawarkan teknologi penanamam tomat ini pada petani plopor.Ternyata memang benar analisa saya hasil dari tanman tomat ini setelah ahir dari penanaman bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan harian petani bahkan petani tsb dari keuntungan yang didapat bisamembeli kendaraan roda empat meskipun second. BUDIDAYA TANAMAN TOMAT Memilih jenis Tomat yang akan ditanam disesuaikan dengan karakteristik lokasi. Pilih varietas yg cocok baik itu untuk dataran tinggi maupun dataran rendah. Penyemaian Benih Tomat. Sebelum ditanam di lahan yang luas benih tomat dilakukan penyemaian terlebih dahulu.Penyemaian terbaik dengan menggunakan polybag, benih disemai selama 30 – 35 hari. Masukan benih tomat pada polybag yg telah diisi dengan media semai yaitu campuran antara tanah dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1 : 1dan tiap polybag diisi 1 biji benih tomat. Pengolahan tanah. Tomat sangat baik pertumbuhannya pada tingkat kemasaman tanah 5,5 – 7. Apbila tanah terlalu masam perlu kaptan/ Dolomit dengan dosis 2 ton per hektar. Tanah dibajak/dicangkul hingga gembur lalu dibuat bedengan dengan tinggi 30 cm dan lebar 1 meter. Penanaman bibit tomat. Buat lubang tanaman pada bedengan dengan diameter 5-7 cm, dalam satu bedengan terdapat dua lajur/baris, jarak baris balam bedengan 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam baris 40-50 cm kedalaman lubang 5-7 cm. Lalu masukan bibit siap tanam yang media semai /polybag nya silepas terlebih dahulu lalu tutup dengan tanah sekitar lubang dan ratakan kemudian disiram untuk menjaga kelembaban. Pemeliharaan dan Perawatan. Tanaman tomat perlu perawatan yang intensif, karena tanaman ini sangan rentan terhadap Hama maupun Penyakit. Antara lain : Penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman yang gagal tumbuh.Hal ini diakukan seminggu setelah tanaman tomat ditanam. Penyiangan dilakukan 3-4 kali selama musim tanam.ini untuk membuang tanaman pengganggu yang dapat bersaing dalam nutrisi.Juga gulma dapat menjadi inang dari hama pengganggu tanaman.Pemangkasan. Dilakukan pada tanaman yang tumbuh pada ketiak daun. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan gunting/pisau. Ujung tanaman dilakukan pemotongan setelah terlihat 5-7 dompol buah. Pemupukan tambahan. Pemupukan diberikan pada umur 2-3 minggu setelah tanam dengan jenis pupuk Urea dan KCl 5 gr per tanaman perbandingan 1 : 1 dengan jarak dari lubang tanaman 5-7 cm.Pada umur tanaman 4-5 minggu setelah tanam diberikan lagi pupuk yang sama dengan dosis 7-10 gr pertanaman. Pengairn / Penyiraman.Kekeringan yang berkepanjangan dapat menyebabkan bunga rontok.Bila musim kemarau dapat dilakukan penyiraman/ di leb. Waktu terbaik untuk penyiraman pada sore hari. Pemasangan lenjeran/lanjaran berfungsi untuk mengikat tanaman agar tidak roboh. Tinggi lenjeran 1,25-1,5 meter dengan jarak dri batang tanaman 10-15 cm. Pengendalian Hama dan Penyakit. Beberapa Hama dan Penyakit yang sering menyerang tanaman tomat antara lain : Ulat buah, Kutu daun, Trips, Lalat putih/kutu kebul sedang penyakit diantaranya Bercak coklat, Busuk buah, busuk daun dll.Hal ini bias dikendalikan dengan Pestisida yang alami dan slektif. Pemanenan.Tomat dapat dipanen sekitar 60-80 hari setelah tanam tergantung varietas.Ciri buah tomat yg siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau kekuning-kuningan. Pemetikan dilakukan pagi hari/sore hari agar tidak mengganggu fotosintesis tanamn. Pemanenan dapat dilakukan setiap 3-4 hari sekali.Dan pada pertubuhan yang normal perhektar dapat berproduksi 25 – 30 ton. Bila saat ini harga pada tingkat petani Rp.2.500 per kg anda dapat menghitung pendapatan petani dengan biaya yang dikeluarkan berkisar 6 – 8 juta rupiah per Hektar. Penulis : Muhammad Damin,SP BPP Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.