Loading...

TPL BPP WATUKAPU LAKSANAKAN DEMCAR PENANAMAN PADI SITEM JAJAR LEGOWO DI LAHAN PETANI

TPL BPP WATUKAPU LAKSANAKAN DEMCAR PENANAMAN PADI SITEM JAJAR LEGOWO DI LAHAN PETANI
Bertempat di P3A Malatawa Desa Uluwae Kecamatan Bajawa Utara Kabaupaten Ngada, Tim Penyuluhan Pertanian Lapangan (TPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Watukapu dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Bajawa Utara bersama anggota kelompok tani (Poktan) P3A Malatawa (Rabu, 10 Februari 2021), melakukan kegiatan Demonstrasi Cara (Demcar) penanaman padi sawah system Jajar Legowo 2:1 di lahan milik Bapak Paulus Lou ,dengan luas lahan tertanam 15 are. Demcar penanaman ini bertujuan untuk membagi informasi teknologi kepada petani di desa Uluwae yang belum familiar menanam padi system jajar legowo. Pada kesempatan tersebut Programer BPP Watukapu Kristianus Neni Siga Taa, SST menyampaikan tentang peran penting dan perhatian penuh Pemerentah Kabupaten Ngada dalam hal ini BPP Watukapu terhadap masyarakat petani di Desa Uluwae Kecamatan Bajawa Utara dalam usaha budidaya padi sawah. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam teknik budidaya padi sawah adalah teknik penanaman yang baik dan benar. “hari ini kita tanam bersama-sama,diharapkan pada waktu panen kita panen sama-sama juga. Kita akan mengambil ubinan dan melakukan perbandingan hasil yang kita tanam menggunakan system jajar legowo 2:1 dengan yang tanam biasa, ujarnya. Yustus Lopi,SP PPL Desa Waewea yang ditunjuk sebagai instruktur pada demcar kali ini sebelum kegiatan penanaman menjelaskan kepada petani yang hadir tentang manfaat dan keuntungan dari sistim tanam Jajar Legowo 2:1. Dalam penjelasnya Yustus mengatakan tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Pria kelahiran Wolowio ini menerangkan bahwa sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong, dan dapat memanfaatkan ruang tumbuh tanaman lebih baik karena semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman, maka proses fotosintesis oleh daun tanaman akan semakin tinggi sehingga akan memberikan harapan peningkatan produktivitas hasil tanaman padi.. Selain itu sistem tanam jajar legowo juga meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Kecamatan Bajawa Utara Damianus Kodo Dua, SST pada kesempatan tersebut juga menjelaskan kepada para petani yang hadir pada kegiatan penanaman bahwa dalam hal penanganan hama penyakit kita harus benar-benar paham jenis hama apa yang menyerang tanaman padi , agar pada waktu pengaplikasian dosis obat terhadap tanaman yang terkena penyakit bisa tepat sasaran, dalam hal ini agar tanaman padi para petani dapat tumbuh dengan baik dan dapat meningkatkah hasil produksi yang tinggi. Paulus Lou selaku pemilik lahan menyampaikan terima kasih banyak atas perhatian pemerintah melalui tim penyuluh pertanian lapangan (TPL) BPP Watukapu yang sudah bersama-sama dengan mereka melakukakan kegiatan tanam padi dengan menerapkan sistem jajar legowo (jarwo) 2 : 1 dengan baik. Beliau berharap PPL terus mendamping proses kegiatan budidaya padi sawah di kelompoknya Penyuluh baru yang turut hadir dalam kegiatan demcar kali ini Flavianus Tiba, Yadroh Tasoin dan Xaverianus Bahang merasa sangat bergembira dan berterima kasih karena dapat hadir dan berpartisipasi dalam penanaman bersama anggota poktan P3A Malatawa Desa Uluwae. Banyak hal yang kami pelajari ditempat ini yang tidak kami dapatkan di tempat kuliah dulu ujar Yadhroh. Penulis : Flavianus Tiba dan Yadroh Tasoin (PPL Baru BPP Watukapu) Editor : Kristianus Neni Siga Taa,SST (Programer BPP Watukapu)