Ternak ayam kampung baik pedaging maupun petelur, sejak dahulu hingga kini dipercaya sebagai produk ungas local yang selain memiliki cita rasa gurih dan nikmat juga sehat, pemikiran ini muncul karena pada awalnya ayam kampung dipelihara secara umbaran tanpa adanya pemberian obat-obatan ataupun anti biotik kimiawi. Hingga kini pemikiran ini tetap relevan, meskipun telah diperlihara secara intensif serta diberi pakan pabrikan, namun diberi sedikit obat-obatan. Ditambah tren gaya hidup sehat dan back to nature turut berimbas ke usaha peternakan unggas termasuk ayam kampung. Saat ini marak digunakan probiotic serta herbal untuk menjaga kesehatan sekaligus mengobati berbagai jenis penyakit pada ayam kampung. Pemanfaatan rempah untuk hewan peliharaan sejak dahulu sudah diterapkan oleh masyarakat yang memelihara ayam kampung. Seiiring perkembangan usaha ayam kampung yang saat ini banyak diternakan dalam jumlah besar, selain dibuat dan digunakan sendiri mulai bermunculan produsen-produsen yang menjual herbal khusus untuk ternak termasuk ayam kampung. Berbagai khasiat rempah dan tanaman obat seperti jahe, kencur, temu lawak, kunyit, dan lengkuas hingga mengkudu, sambiloto, temuireng, bawang putih, meniran, dan daun sirih sudah terbukti secara ilmiah banyak digunakan di berbagai daerah. Tanaman obat terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit, meningkatkan nafsu makan ayam, mengurangi bau kotoran, serta pertumbuhan ayam menjadi lebih cepat karena kondisi Kesehatan yang prima. Manfaat lain dari probiotik antara lain sebagai bahan asupan tambahan bagi ternak. Probiotic merupakan cairan yang berisi kandungan bakteri baik yang bermanfaat bagi pencernaan ternak. Secara umum manfaat dari probiotic antara lain : Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan ayam sehingga menekan bakteri pathogen; Mengoptimalkan pertumbuhan ayam, sebagai akibat dari sehatnya system pencernaan ayam; Menurunkan resiko ayam terserang penyakit serta ayam senantiasa dalam kondisi sehat dan alami Untuk membuat probiotic digunakan bahan-bahan antara lain : Starter probitik (bisa didapatkan di poultry shop atau toko penyedia peralatan ternak) 1 liter; Gula pasir 1 Kg; Tepung ikan 100 gram; Tepung NPK 10 gram; Tepung terigu 250 gram; Air bersih 10 liter. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan probiotic, antara lain ember, gayung, gelas ukur, aerator (pompa akuarium) dan timbangan. Cara membuat probiotik yaitu dengan mencampur semua bahan hingga homogen, lalu aerasi menggunakan aerator selama 7 hari. Selama proses pembuatan, wadah bisa ditutup menggunakan kain halus. Probiotic jadi apabila sudah berbau harum seperti bau tapai Sedangkan untuk membuat probiotic herbal menggunakan bahan-bahan antara lain : Bawang putih 150 gr; Kencur 150 gr Kunyit 100 gr Temulawak 100 gr Lengkuas 25 gr Jahe 50 gr Bengkuang 100 gr Daun sirih 25 gr Daun papaya 25 gr Sambiloto 25 gr Brotowoli 25 gr Cabe rawit + daun + batang 25 gr Daun mahkota dewa 25 gr Tepung kayu manis 10 gr Gula merah 150 gr Prebiotic 1 liter Air bersih 4 liter Peralatan yang diperlukan antara lain aerator, pisau, talenan, em,ber kapasitas 10 l, gayung, gelas ukur, timbangan digital, kain saringan, sikat gigi, tali raffia secukupnya. Cara membuat : Bahan-bahan tanaman obat dicuci bersih sambal disikat (jangan dikupas kulitnya); Iris-iris bahan kemudian blender sambal dicampur air sebanyak 2 liter, blender hingga halus, Saring menggunakan saringan halus dan peras hingga habis kandungan airnya; Tambahkan air hasil saringan dengan 2 lkiter air bersih kedalam ember kapasitas 10 liter; Masukan probitik kemudian tutupi permukaan ember dengan kain kasa untuk menghindari lalat dan serangga; Diamkan (fermentasi) selama 7 hari Untuk pencegahan penyakit, probiotic herbal diberikan pada ungas dengan dosis 2 ml/liter air minum dan diberikan setiap hari sejak DOC hingga ayam dewasa. Pemberian probiotik dapat dihentikan pada saat umur 18 minggu karena diharapkan telah terbentuk koloni bakteri baik disaluran penceraan ayam yang akan terus berkembang biak. Untuk pengobatan ayam dengan umur dibawah dua bulan dilakukan dengan mengencerkan probiotik herbal (2 ml dicampur air 10 ml) diberikan 1 ml/ekor/hari dengan cara dicekok. Pemberian selama 5 hari berturut-turut. Untuk ayam yang berumur diatas 2 bulan dapat dicekok dengan dosis 2 ml/ekor/hari selama 5 hari berturut-turut. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Udijanto, A. Beternak Ayam Kampung Tanpa Bau dengan Probiotik, Penerbit Penebar Swadaya-Jakarta. 2017