Loading...

Trichoderma

Trichoderma
TRICHODERMA Ketersediaan agensia hayati di alam yang melimpah tentu menjadi potensi yang sangat besar. Hal ini perlu diketahui dan terus disebar luaskan kepada petani. Cendawan TRICHODERMA SP merupakan golongan cendawan yang dapat menghambat dan menginveksi cendawan patogen di dalam tanah.Mikroorganisme ini adalah cendawan atau jamur penghuni tanah yang dapat di isolasi dari perakaran tanaman di lapangan. mikroorganisme ini selain sebagai organisme pengurai juga berfungsi sebagai agensia hayati. Trichoderma, sp merupakan cendawan (fungi) yang termasuk dalam kelas Ascomycetes, dimana Trichoderma, sp banyak ditemukan di dalam tanah hutan maupun tanah pertanian. Trichoderma, spakan tumbuh dengan baik pada suhu 6oC sampai dengan 41oC dengan ph optimum 3 sampai dengan 7. Untuk berkembangbiak cendawan ini menggunakan konidia (spora).Cara Pembiakkan Trichoderma, sp Selain berkembangbiak secara alami di alam bebas, Trichoderma, sp dapat juga dibiakkan secara buatan. Proses pembiakkan cendawan ini melalui 2 (dua) tahapan yaitu starter dan pembiakkan pada media tanah (kompos).Pada tahap starter, bahan yang butuhkan adalah beras, sekam padi, dan biang Trichoderma, sp. Biang Trichoderma, sp dapat diperoleh pada Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan. proses pembiakan starter diawali dengan1. Mengukus campuran 30 kg beras dan 1,5 kg sekam padi selama satu setengah jam, diperkirakan beras telah lengket tapi tidak terlalu masak. 2. Campuran beras dan sekam padi yang telah dikukus dimasukan dalam kantong plastik ukuran 1kg sebanyak setengah dari kantong plastik kemudian dikukus kembali selama satu jam. 3. Angkat dan dinginkan dalam ruangan yang bersih (steril) selama 12 jam. 4. Masukan biang Trichoderma, sp ¼ petri kedalam kantong plastik berisi campuran beras dan sekam kemudian dikocok sampai tercampur rata. 5. Setelah kantong plastik diikat rapat, susun dan simpan pada ruangan bersih dan terhindar dari sinar matahari. Trichoderma, sp akan terlihat tumbuh6. Setelah satu sampai dua minggu. Trichoderma, sp yang telah tumbuh pada media beras dan sekam disebut dengan starter beras yang selanjutnya dapat dibiakkan pada media tanah. Potensi jamur Trichoderma sebagai jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit tanaman telah menjadikan jamur tersebut semakin luas digunakan oleh petani dalam usaha pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Jamur trichoderma merupakan salah satu jenis jamur mikroparasitik/bersifat parasit terhadap jenis jamur lain. Dalam fungsinya sebagai pengambat pertumbuhan dan perkembangan dari cendawan patogen.Sebagai agens hayati, maka Trichoderma ini memiliki potensi untuk menjaga sistem ketahanan tanaman lebih baik lagi dari serangan cendawan patogen. Nah dari uraian diatas tersebut, maka bisa disimpulkan jika Trichoderma sp ini bisa digunakan untuk mencegah berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh cendawan patogen, seperti contohnya layu fusarium yang bisa disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum.Dalam prakteknya, untuk mengatasi penyakit layu fusarium ini bisa dengan cara pemberian pupuk organik yang telah dilengkapi dengan Trichoderma sp, atau bisa juga dengan menggunakan produk fungisida nabati yang didalamnya sudah mengandung Trichoderma sp. Trichoderma mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan. Trichoderma sp. juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, menguragi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, membantu proses pelapukan bahan mineral, dan ramah lingkungan. Sebagai agen antagonis, Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan.