Petani era sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau pada jaman dulu petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam Pepaya berbuah Pepaya. Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah tidak lagi menanam pepaya berbuah pepaya, melainkan menanam pepaya harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani mesti berpikir produktif, dalam bercocok tanam selektif memilih jenis tanaman pertanian bibit unggul yang prospeknya cerah seperti pepaya varietas california guna menghasilkan uang. Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani harus tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen mudah dijual dan harganya mahal. Kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya melimpah otomatis harganya murah sehingga merugi. Selain itu petani zaman sekarang juga harus kreatif dengan memanfaatkan lahan yang sempit, agar bisa memberikan nilai tambah hasil dari lahan yang seadanya dengan cara bertanaman berbagai komoditas tanaman yaitu dengan cara menanam secara tumpang sari, tumpang sari yaitu bentuk pertamanan campuran atau dikenal sebagai polyculture yang berupa pelibatan dua jenis atau lebih dari dua jenis tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu bersamaan maupun dalam waktu agak bersamaan. Namun, kebanyakan pola tanam tumpang sari dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman yang berbeda. Adapun keuntungan bertanam secara tumpang sari yaitu: 1. Menghemat lahan tanam sehingga dalam satu lahan tanam bisa di tanami lebih dari satu tanaman 2. Menambah hasil produktifitas panen karena tidak hanya satu tanaman yang di panen 3. Mengurangi ongkos biaya pertanian yaitu menghemat biaya ongkos pupuk dan biaya obat obatan pertanian 4. Pertumbuhan rumput liar yang memanjat bisa di hilangkan 5. Membantu memanfaatkan lahan seoptimal mungkin 6. Perawatan dilakukan dengan baik dan benar akan menghasil kan buah sayur yang berkwalitas 7. Dalam satu lahan dapat di tanami tanaman yang berbeda 8. Menekan serangan hama dan patogen 9. Pengolaahan tanah menjadi minimal Nah pada kesempatan ini petani pada kelompok tani Karya Utama menanam Pepaya california dengan cara tumpang sari dengan tanaman jagung. Pepaya California atau nama latinya carica papaya L ini, berasal dari wilayah bagian selatan Mexico, dan Nikaragua Karaktersitik pepaya California yang mudah tumbuh, membuat tanaman ini mudah untuk dibudidayakan. Pembudidayaan jenis pepaya California, pun menyebar luas ke wilayah Asia, khususnya negara-negara Asia yang beriklim tropis. Salah satunya di wilayah Indonesia. Dilihat dari segi fisik, varietas pepaya California tak jauh berbeda dengan pepaya pada umumnya. Meski demikian, ada perbedaan yang mencolok jika dilihat dari bentuk tanamannya. Batang tanaman pepaya California rata-rata lebih pendek, yaitu hanya tumbuh sekitar 1,5 meter sampai 2 meter.Tingkat produktivitasnya juga sangat tinggi. Tanaman pepaya jenis ini, mampu menghasilkan buah (produktivitas) 3 hingga 5 tahun. Dalam 1 bulan, petani pun dapat menikmati hasil panen 3 sampai 4 kali panen. Sedangkan setiap batang pohon, normalnya menghasilkan hingga 4-5 buah pepaya yang bisa dipanen. Varietas pepaya California memiliki beberapa ciri khas yang membuat pepaya jenis ini lebih unggul dibandingkan pepaya jenis lainnya. Ciri-cirinya, antara lain: – Batang tumbuh pendek, hanya sekitar 1,5 hinnga 2 meter. – Ruas batangnya lebih pendek dibandingan ruas batang tanaman pepaya lainnya. – Ukuran buahnya tidak terlalu besar. – Di bawah usia 7 bulan, ujung daun terdapat sesuatu sulur menyerupai antena. – Buahnya lonjong, memiliki kulit lebih hijau, tebal, dan lebih mulus. Melihat ciri-ciri atau karakteristik pepaya California yang memiliki keungggulan tersenderi. Maka, tak jarang petani, khususnya petani pepaya di Indonesia lebih memilih membudidayakan tanaman pepaya dari varietas ini dan membudidayakannya dengan cara tumpang sari dengan tanaman jagung. Nah petani di kelompok tani karya utama menanam pepaya ini tumpang sari dengan tanaman jagung manis.. Mengapa papaya di tumpang sari bersama jagung karena tanaman jagung berumur pendek, umurnya tanaman yang berumur pendek seperti jagung cocok untuk di tumpang sari dengan pepaya. Persiapan benih pepaya dan jagung Berikut persiapan benih pepaya California dari biji: 1. Rendam biji-biji pilihan terbaik dalam air selama satu malam. Keesokan harinya, pisahkan biji-biji yang mengambang dari dalam wadah, dan ambil biji-biji yang tenggelam untuk benih. 2. Peramkan biji atau benih menggunkan kain lembab atau koran selama kurang lebih 1 minggu ke depan. Control kelembabban kain ata koran yang digunakan. 3. Setelah 1 minggu, benih-benih tersebut siap untuk ditanam. 4. Sebelum menyemai, siapkan polybag sesuai dengan jumlah benih yang akan ditanam. Masukan tanah bercampur kompos dengan perbandingan dua banding satu. 5. Tanamkan benih-benih tersebut, dan sirami secukupnya. 6. Atur polybag-polybag tersebut di tempat yang terkena cahaya matahari. 7. Setelah 2 hingga 2,5 bulan, benih-benih tumbuh, dan siap untuk ditanam. 8. Mempersiapkan Lahan untuk Media Tanam Persiapan Lahan dan penanaman tumpang sari 1. Lahan untuk melakukan tumpang sari antara tanaman pepaya dan tanaman jagung haruslah disiapkan terlebih dahulu. Pertama-tama, Olah tanah dengan mencangkulnya. Hal ini bertujuan untuk menetralkan unsur hara yang terkandung di dalam tanah. untuk menggemburkan tanah, yaitu untuk membuat sirkulasi oksigen terhadap tanah yang akan digunakan serta mengeluarkan racun dan calon penyakit yang berada di dalam tanah. 2. Membersihkan area lahan dari rumput liar, atau tanaman yang dapat menganggu proses tumbuhnya bibit. 3. Buatlah sarana aliran air supaya tanaman bebas dari genangan air. 4. Apabila area lahan yang akan ditanami memiliki tingkat keasaman yang tinggi (dibawah pH 5), maka sebaiknya kita melakukan pengapuran terhadap lahan yang akan kita gunakan. Pengapuran dapat dilakukan dengan menaburkan kapur dolmit pada lahan yang akan digunakan ketika belum digunakan untuk melakukan penanaman. Dosis yang dibutuhkan untuk melakukan pengapuran sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan lahan yang akan digunakan untuk menanam pepaya dan jagung. 5. Buat bedengangan dengan model sepasang-sepasang dengan celah pengairan sekitar 40 cm dan diberi jarak sekitar 1 meter antar sepasang bedengan. Jarak tanam yang dipakai yaitu tanaman pepaya 2,5 x 6 m. (Jarak antar tanaman 2,5 meter dan jarak antar barisan 6 meter). Lalu jarak antara tanaman pepaya dengan tanaman jagung 70 cm. Jadi secara keseluruhan jarak areal tanam pepaya 140 cm. Kenapa harus diberi jarak, Padahal budidaya jagung biasanya rapat. Tapi karena ini model tumpang sari, maka perlu jarak untuk mengoptimalkan intensitas sinar matahari kepada tanaman jagung yang tumbuh dibawah pepaya. 6. Langahkah berikutnya, yaitu membuat lubang-lubang tanam dengan lebar sekitar setengah meter. Jarak dari lubang satu ke lubang lainnya kira-kira 2,5 meter. Jarak lubang-lubang tersebut, untuk jarak tanam pepaya California. Jarak tanam pepaya dengan jagung yaitu 70 cm 7. Tutup lubang-lubang tersebut (tidak sampai penuh) menggunakan tanah bercampur kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan tanah bagian atas. 8. Siram degan air bersih (air sumur atau sungai) secukupnya 9. Setelah itu tanah yang akan didigunakan sebaiknya dilakukan pendiaman dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 5 – 7 hari agar terkena matahari dan angin. 10. Lalu buat lobang tanam, Sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak di musim hujan. setelah lubang tanam siap, pindahkan bibit pepaya dari polybag semai ke lubang tanam. Umur bibit yang siap dipindahkan minimal 2-2,5 bulan setelah semai. Lakukan penyiraman pagi atau sore hari setidaknya hingga tanaman berumur 1,5 bulan sejak dipindahkan. Hindari genangan air di sekitar tanaman agar tidak terjadi batang tanaman membusuk 11. Waktu yang baik untuk menanam adalah sore hari. 12. Setelah pepaya berumur kurang lebih empat bulan lakukan penanaman jagung dengan cara Ketika menanam jagung untuk pertama kalinya, sebaiknya penanaman dimulai ketika awal dari musim penghujan itu sendiri agar benih jagung yang ditanam memiliki pengairan yang cukup untuk melakukan pertumbuhan. Kita juga dapat melakukan penanaman pada musim kemarau, tetapi hal yang harus diperhatikan adalah pengairan yang baik agar benih-benih jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan optimal. 13. Cara yang perlu dilakukan untuk menanam jagung itu sendiri adalah dengan cara menaruh beberapa butir (sekitar 1-2) benih jagung pada setiap lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, tutuplah lubang tanam yang telah diberikan benih dan timbunlah dengan menggunakan pupuk kompos yang sebelumnya telah disiapkan Setelah itu, berikanlah pengairan yang cukup terhadap biji jagung agar jaung-jagung tersebut dapat tumbuh. Pemupukan 1. Pupuk kandang atau pupuk kompos ini merupakan pupuk yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman pepaya dan jagung. Pupuk kompos ini merupakan pupuk dari sisa-sisa pembusukan tanaman atau jerami padi, sisa-sisa sampah organik dari sayuran ataupun buah-buahan yang difermentasikan yang berubah menjadi kompos atau pupuk organik yang juga dapat dicampurkan dengan pupuk kandang. Selain itu, pupuk kandang juga memiliki peran yang penting dalam memberikan laju pertumbuhan tanaman pepaya dan jagung, serta memberikan citarasa buah pepaya dan jagung agar lebih manis. Pupuk kandang yang sangat direkomendasikan adalah pupuk dari kotoran hewan ternak peliharaan seperti pupuk kotoran ayam, itik, sapi, kerbau, dan kambing. 2. Pupuk Phonska dan pupuk NPK Mutiara dapat diberikan juga pada tanaman pepaya dan jagung selain diberikan pupuk kompos dan pupuk kandang. khusus pupuk phonska dan NPK tersebut sesuai yang diinginkan petani. Tetapi disarankan untuk membuat saja lubang dengan lebar 5 cm, tinggi 6 cm, dan panjang 5 cm. Letakkan kedua jenis pupuk tersebut pada lubang yang disediakan lalu tutup dengan tanah galian di sekitarnya. Kemudian, lakukan penyiraman supaya pupuk mudah terlarut dalam tanah, sehingga akan mudah terserap oleh akar tanaman pepaya dan jagung. 3. Pupuk KCL merupakan salah satu jenis pupuk anorganik yang harus diberikan pada tanaman pepaya. Banyak unsur-unsur hara yang penting yang terkandung di dalam pupuk KCL yang dibutuhkan tanaman pepaya agar berbuah lebat seperti unsur Nitrogen, Kalsium, Boron, Kalium, Fe, Zn, dan lain sebagainya. Unsur-unsur hara makro dan mikro tersebut penting untuk proses fisiologis tanaman pepaya. Cara pemberian pupuk pada pohon pepaya yaitu dengan pembuatan lubang berlarik mengelilingi pohon pepaya, kemudian taburkan beberapa genggam pupuk KCL ke dalam lubang larikan tersebut dan tutup dengan tanah di sekitarnya Pemanenan Pepaya California ketika usianya telah mencapai 7 hingga 9 bulan dengan ciri-ciri kulit buahnya yang telah menguning tanda telah matang. Caranya, bisa memotong secara langsung tangkai buahnya. Masa panen ini bisa dilakukan selama 4 kali dalam waktu sebulan. Sedangkan jagung dapat di panen pada usia 90 hingga 150 hari sejak awal penanaman dengan ciri ciri jagung yaitu Jagung siap dipanen bisa dilihat dengan ciri tongkol atau kelobot mulai mengering. Biji kering, keras dan mengkilap, apabila ditekan biji jagung tersebut tidak membekas alias keras. by PPL Payo Selincah Nora Oktavia M S.P