Kakao dapat ditanam secara tumpangsari dengan berbagai tanaman, seperti , kelapa., pisang, kapok randu, kelapa sawit, pinang, dan tanaman kayu, namun kelapa merupakan salah satu tanaman yang paling banyak ditanam bersama tanaman kakao. Bila ditinjau dari aspek tanaman kakao, kelapa berperan sebagai tanaman penaung. Keuntungan tumpangsari kakao dengan kelapa. Tanaman kakao dan kelapa keduanya merupakan tanaman daerah tropis, tumbuh di dataran rendah, sehingga memiliki sifat fisik iklim dan sifat fisik tanah yang relatif sama. Pengusahaan tanaman kakao di bawah tanaman kelapa merupakan upaya dalam rangka peningkatan efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam, seperti lahan dan cahaya matahari. Dari aspek lahan, penyebaran akar tanaman kelapa degan umur lebih dari 20 tahun hanya sampai batas 2 meter di sekitar pohon dan kedalaman 0-60 cm. Pada radius 2 meter penyebaran akar kelapa berkisar 76-85 %. Diuar batas itu lahan dapat digunakan untuk jenis tanaman lain asal toleran terhadap pernaungan. Kakao merupakan tanaman yang memerlukan naungan yang berfungsi untuk mengurangi intensitas penyinaran, menekan suhu maksimal dan laju evapotranspirasi , serta melindungi tanaman dari angin kencang. Intensitas cahaya matahari di bawah tajuk tanaman kelapa yang berumur 20 tahun .dengan jarak tanam 8 x 8 meter menujukkan nilai 60% terhadap penyinaran langsung. Mengingat konsentrasi perakaran kelapa terletak pada radius 2 meter dari pokok pohon, maka jarak minimum tanaman kakao dari pokok kelapa adalah 3 meter. Walaupun akar lateral kakao tumbuh ke samping sampai batas tajuk tanaman, tapi distribusi akar yang terbanyak hanya sampai jarak 90-120 cm dari pokok tanaman . Persaingan dalam penggunaan cahaya matahari juga perlu diperhatikan. Jarak tanam optimum pada pertanaman kelapa secara monokultur adalah 8 m x 8 m (156 pohon /ha) atau 9 m x 9 m (123 pohon/ha). Untuk pola tanam tumpangsari dengan kakao, populasi kelapa tersebut terlalu banyak sehingga apabila pohon kelapa sudah terlanjur ditanam dengan jarak optimal maka perlu dilakukan pemotongan beberapa pelepah kelapa untuk mendapatkan intensitas cahaya yang cukup bagi kakao. Pengurangan pelepah kelapa dapat dilakukan pada daun yang paling bawah hingga 5-6 pelapah atau disisakan 12-14 pelepah per pohon. Keuggulan kelapa sebagai tanaman penaung.: 1)Tanaman kelapa relatif tahan kering dan tidak menggugurkan daun selama musim kemarau; 2) Tanaman kelapa tahan terhadap hembusan angin kencang, sehingga peran tanaman kelapa sebagai tanaman pematah angin cukup efektif. 3) Dari aspek penaungan, tajuk kelapa mudah diatur dengan cara memotong sebagian pelepahnya; 4) Bila tanaman kelapa sudah dewasa akan terdapat jarak yang cukup lebar antara tajuk kelapa dan tajuk kakao, sehingga akan menciptakan sirkulasi udara yang baik sehingga membantu sanitasi kebun secara keseluruhan. 5) Tanaman kelapa akan memberikan nilai tabah yang mempunyai nilai ekonomis besar, baik dari hasil buah, pelepah kering atau batangnya; 6)Secara tidak langsung tanaman kelapa akan membantu pengendalian Helopeltis secara biologis karena semut hitam (Dolichoderus thoracicus) suka bersarang di pohon kelapa sehingga Helopeltis akan menyingkir. Kekurangan pohon kelapa sebagai penaung tanaman kakao: 1) Persaingan dalam penyerapan air dan hara karena kedua tanaman ini mempunyai sistem perakaran yang dekat dengan permukaan tanah. Namun demikian, hasil pengamatan di Sumatera yang membandingkan penaung kelapa dengan lamtoro (Leucaena sp) membuktikan bahwa produksi kakao dengan kedua jenis penaung tersebut relatif sama. 2) Ada kemungkinan terjadi kerusakan tajuk kakao karena kejatuhan pelapah kering dan buah kelapa; 3) Kelapa bukan termasuk suku Leguminoceae sehingga tidak dapat menambat N seperti penaung dari jenis lamtoro; 4) Tanaman kelapa merupakan inang berbagai jenis hama yang dapat menyerang kakao seperti tupai, tikus, berbagai jenis ulat pemakan daun , belalang, dan penyakit Phytophtora palmivora yang sering menyerang umbut kelapa. Penyakit ini sangat berbahaya bagi tanaman kelapa karena tanaman yang terserang akan mati. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian.Pusluhtan. Sumber: Budidaya & Pasca Panen Kakao, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Balai Penelitian dan Pengembanagn Pertanian, Kementerian Pertanian, 2010.